Istri Juragan

Istri Juragan
Keajaiban


__ADS_3

Akhirnya jam pulang telah tiba,cukup melelahkan menjalani hari ini bagi intan,terlalu banyak hal buruk terjadi sehingga rasanya waktu berputar lama.


Namun,melihat senyum Karno saat menunggu nya di parkiran membuat ia langsung terbayang bagaimana pancar kebahagiaan kedua orang tuanya saat ia membeli sesuatu yang mereka sukai,saat ia membantu di kala kedua orang tuanya tak memiliki uang dan yang terpenting ia dapat meringankan beban kedua orang tuanya.mendadak semangat nya kembali lagi dan lelah yang ada di tubuhnya terlupakan.


"Apa hari ini sangat melelahkan,nak?" tanya Karno sembari menyodorkan helm.


"Sedikit,pak," balas intan memakai helm itu.


"Kalau capek bilang aja,bapak gak keberatan kalau kamu berhenti bekerja," saran Karno.


"Enggak,pak.intan Masi mau kerja," kekeh nya untuk sekian kalinya.


"Hem,susah kamu ini," putus asa Karno menasehati.


"Pak,pulang lewat jalan yang tadi,ya,jangan yang lain," pesan nya setelah duduk di jok motor.


"Sip."


Akhirnya dua orang itu pulang,di iringi suara khas motor jadul dan terpaan angin sore.tak memakan waktu lama akhirnya mereka berdua tiba di rumah.


Saat telah turun dari motor baru keduanya menyadari bahwa Adam menangis kencang, mendengar hal itu intan buru-buru masuk untuk melihat anaknya itu.


"Assalamualaikum," salam nya.


"Waalaikumsalam," sahutan Tini dari dalam.


Intan mencari keberadaan anaknya itu,ternyata adam berada di gendongan Tini sambil menangis sesegukan.


"Loh,anak bunda yang ganteng kenapa menangis?" tanya intan keheranan.


"Dia gak puas bobo,tadi ada kucing berkelahi sehingga dia terbangun.makanya dia langsung nangis karena tidur nya terganggu," jelas Tini.


"Kasihan anak bunda,sini sama bunda nak," tawar intan namun Adam menolak di gendong intan.


"Ayo sana ikut bunda mu," ucap Tini sembari mengusap air mata cucunya.


"Ikut kakek aja,yok.kita keluar lihat ayam," bujuk Karno yang baru datang.


"Aukk,hiks ... hiks ... hiks ... ."

__ADS_1


Akhirnya kelurga kecil itu mengeluarkan berbagai trik agar Adam berhenti menangis,namun sepertinya Adam tidak mempan sama sekali.malah tangisnya makin kencang saat intan memaksa mengendong anak nya itu.


"Shut,diem anak ganteng," ucap intan penuh kelembutan tidak lupa mengusap keringat di pelipis Adam.


"Hey,lihat kakek.nah ompong kan," canda Karno melepaskan gigi palsunya,bukannya berhenti nangis Adam malah semakin menjerit mungkin jadi takut melihat Karno tanpa gigi.


"Hahahhaha," tawa Tini melihat ekspresi lucu suaminya.


"Cucumu itu kuat sekali merajuknya,pusing aku bujuknya.pakai cara apa lagi biar kamu berhenti nangis?apa perlu kakek lihat kan bokong kakek ini agar kamu tertawa?" ucap Karno tidak lupa mencolek pipi Adam.


"Bapak jangan bertingkah konyol,kami geli melihatnya," tegur intan.


"Alah gayamu,bilang aja kalian senang melihat bapak jadi pelawak seperti ini," ucapnya.


Tiba-tiba intan teringat sesuatu,lalu dia mendekati meja dan merogoh sesuatu dari tasnya.setelah mendapatkan nya ia melihatkan benda itu pada Adam.


"Hallo,Adam," ucap intan dengan suara anak-anak dan ajaibnya anak itu langsung diam dan mengambil benda itu.


"Ternyata maunya gantungan kunci," komentar Karno.


"Lucu,nak,ya.adam suka?" tanya intan mengusap sisa-sisa air mata di wajah anaknya.


"Masya Allah pintar nya cucunya nenek.jangan nangis lagi,ya?" ujar Tini senang melihat Adam berhenti menagis.


"Ia," jawabnya tidak lupa sambil tersenyum.


"Jadi pengen nyium," sahut karno.


"Dia baru berhenti menangis,jangan berbuat macam-macam," ancam Tini membuat nyali Karno menciut.


"Intan ke kamar dulu,mau mandi in Adam sekalian ganti baju dulu," pamit intan.


"Oke."


Intan membawa sang buah hati ke dalam kamar dengan rasa bahagia.hati seorang ibu mana coba yang tidak bahagia jika berhasil menghentikan tangis sang buah hati.


Sedangkan di sisi lain,rombongan baja telah berada di sebuah perumahan sederhana.meskipun sederhana namun di dalam nya sedikit ramai karena ada beberapa orang yang tinggal disana untuk menjaga keamanan mereka.


"Apa yang kita lakukan selanjutnya?" tanya baja.

__ADS_1


"Mencari partner.aku tertarik dengan seseorang,seperti nya dialah yang sangat pantas untuk menjadi partner kita,tapi ... " jeda satria agak ragu melanjutkan ucapannya.


"Tapi,apa?" tanya baja sedikit penasaran.


"Dia sangat susah untuk di ajak kerjasama.sepertinya banyak pengorbanan yang kita lakukan untuk bekerjasama dengan nya," ucap satria.


"Apa dia mafia terkenal?apa kekuatan yang ia miliki?" tanya baja lagi.


"Dia tidak terkenal namun dia memiliki kelebihan yang jarang di miliki oleh mafia lain yaitu dapat mengatur strategi dan memecahkan strategi musuh," jelas satria.


"Apa dia sangat berpengalaman?berapa banyak orang yang pernah dia lumpuhkan?" tanya baja Masi ragu.


"Dia cukup berpengalaman.ada satu perkelahian yang dia lakukan menurutku itu sangat luar biasa.Dia pernah di serang tiba-tiba oleh musuhnya,waktu itu jumlah dia sangat tak seimbang dengan musuh.tapi berkat kecerdasan yang dimiliki,dia dapat melumpuhkan musuh itu.hebat bukan," pungkas satria.


"Lalu apa kekurangan dia sehingga dengan kelebihan dia,dia tidak terkenal di dunia gelap?" bingung baja.


"Dia tidak suka serius dalam menjalani peran nya di dunia gelap,dia lebih cenderung santai dan tidak suka memikirkan banyak hal.jika dia di serang ia hadapi,tapi jika tidak maka dia tidak akan menyerang musuhnya terlebih dahulu," jelas satria lagi.


"Kenapa begitu?aneh sekali," heran baja.


"Saya juga tidak tahu.tapi,kebanyakan orang menilai dia bodoh.karena setiap membicarakan hal serius oleh rekan kerjanya dia akan bertingkah konyol dan menjengkelkan,hal ini yang membuat dia sangat susah untuk di ajak kerjasama," jelas satria lagi.


"Apa kau yakin tidak salah memilih partner?" tanya baja ragu.


"Tidak,tuan.entah mengapa aku curiga dia hanya pura-pura bodoh saja,padahal dia memiliki rencana yang bagus.bisa di bilang dia sengaja terlihat bodoh agar tidak di anggap kuat dan musuh menganggap dia remeh," yakin satria.


"Jika itu yang terbaik,kita akan mengajak nya bekerja sama.atur semuanya,aku ingin bertemu dengan nya dalam waktu dekat," titah baja.


"Baik tuan."


Setelah bermusyawarah dan mendapatkan hasil yang di sepakati,barulah satria keluar dari ruangan baja untuk melanjutkan pekerjaan nya.baja memilih berdiri di balkon dan melihat langit yang sedikit mendung.


"Semoga ini cepat berlalu,aku ingin segera pulang dan mencari dia.hati kecil ku berkata dia ada dan tidak pergi meninggalkan ku.ani,sejauh manapun kau bersembunyi dari ku,suatu hari aku pasti menemukan mu!" gumam baja.


"Uhk ... uhkk ... uhkkk ... " batuk Ani seketika nasi di mulut nya ada yang tersembur ke luar.


"Pelan,pelan,makan nya.rakus banget makannya sampai tersedak," nasehat Karno menyodorkan segelas air.


"Mana ... ada aku rakus," bantahnya setelah meneguk tandas segelas air itu.

__ADS_1


"Shut,gak boleh berantem kalau lagi makan,Pemali!" tegur Tini lalu semuanya melanjutkan makan.


__ADS_2