
"Mari kita mulai permainan nya," ucap baja membuat hati raya gemetar seketika.
Keadaan ruangan hening,semua mata tertuju pada baja yang berjalan dan menyusun kepala manusia itu.
"Apa yang kamu lakukan?jangan sentuh mereka dengan tangan kotor mu!" amuk raya saat baja menjambak salah satu kepala itu.
"Lancang!" amuk pasukan baja ingin bergerak maju membungkam mulut raya.
"Jangan,dulu!" cegah baja. " lebih baik kalian kemari membantu ku membersihkan kepala ikan ini,pisahkan bola mata dan otak nya.aku ingin membuat sup Kepala ikan," lanjut baja.
"Apa kamu kanibal kenapa kamu memakan manusia?dasar Monster!" umpat raya.
"Siapa bilang sup itu untuk ku?sup itu akan ku berikan pada mu,kamu tenang dulu di situ sup nya akan segera jadi," ungkap baja membuat hati raya semakin gemetar tak karuan.
"Wah,sepertinya ini akan seru.sepertinya ini pembunuhan yang paling mengerikan sepanjang sejarah,semoga aku Tidak mual."
"Tujuh orang maju,bantu aku menyiangi kepala ikan ini,kalian hanya boleh mengambil matanya dan juga otaknya,sisanya kita buang ke kolam hiu," titah baja.
Sesuai instruksi baja,kini tujuh orang itu mulai melakukan tugasnya masing-masing.mereka santai melakukan itu seperti sudah terbiasa,tapi bagaimana dengan raya dia telah pingsan untuk sekian kalinya.
"Mata dan otak ikan telah kami pisah,tuan," lapor mereka memperlihatkan mangkok itu.
"Sepertinya ini terlalu sedikit,wanita ini makannya sangat banyak.tidak cukup jika hanya segini,apa perlu kita menambahnya?" tanya baja sembari melirik Tito beserta anak buahnya.
"Dasar psikopat!kau pembunuh!kau tak pantas memiliki wanita di sisimu!tidak ada yang pantas untukmu,baja!kau pria gila!" pekik raya tanpa perduli dengan suaranya yang mulai serak.
"Lihatlah,dia sudah lapar.cepat tambah otak dan mata ikan,sebelum dia menjerit lagi!" titah baja sambil tersenyum jahat.
Hari itu sungguh hari yang tidak akan pernah terlupakan,satria yang telah tidak asing dengan darah saja merasa mual karena markas mereka telah berubah menjadi pasar yang menjual daging.
Semua orang memotong daging hingga suara pisau mereka saling bersautan dan yang paling penting markas mereka telah banjir sirup stroberi.
"Hiks ... hiks ... hikss ... "
Suara tangisan itu berasal dari raya,dia tidak sanggup melihat pertunjukan mengerikan itu.dia hanya mampu menangis sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
"Usus nya besar-besar sekali.wanita jelek apa kamu tidak mau melihatnya?" seru baja yang sadar raya memejamkan mata.
"Dasar berandal gila!" umpat nya untuk sekian kalinya.
"Rasanya aku sangat menikmati wajah mu itu,begini,kah,wajah pucat seorang yang ingin menghancurkan aku,sangat menyedihkan sekali!" ucap baja.
"Dasar pengecut!kau pria lemah,menghadapi satu orang wanita saja kau harus mengunakan banyak anak buah dan mengikatku seperti ini.cih,menjijikan!" hina nya sembari meludah ke arah baja.
"Hentikan semuanya!" titah baja membuat suara pisau yang saling bersautan itu berhenti.
Baja mulai mendekati raya dia menarik dagu nya dengan kasar dan tidak lupa menatap mata nya dengan tatapan penuh kebencian.
"Apa??kau pikir aku takut padamu!jika,aku mati aku akan menceritakan semua kekejaman mu ini pada kekasihmu itu,agar dia ilfil pada mu dan tidak akan menantimu di alam barzah dan memilih menikah lagi dengan bidadara," ungkap raya membuat baja terpancing emosi dan menjatuhkan raya yang terikat di kursi itu.
"Apa kamu yakin bisa bertemu dengan nya?istriku ada di syurga sedangkan kamu sudah pasti ada di neraka?" jelas baja sengaja menginjak jari mungil itu.
"Arghh ... jika aku ... di ... neraka ... kau juga ... begitu,selamanya ... kamu tidak bisa ... bertemu ... dia ... tapi ... kamu ... arghh ... akan bertemu dengan ... ku ... " balasnya di sela-sela rasa sakit itu.
Krek.
"Bawa kemari pisau!" titah nya dengan suara dingin.
Setelah mendapatkan pisau itu,baja menegakan kembali kursi raya yang sebelumnya tumbang itu.
"Julur,kan,lidah mu!" titah nya.
Semua orang yang menyaksikan hal itu dapat menebak apa yang ingin baja lakukan.sementara raya menggeleng kepala dan berusaha menutup bibirnya begitu rapat dan sambil menahan nyeri di jemarinya.
"Lidahmu terlalu tajam sehingga harus di pertemukan dengan sesuatu yang tajam,agar bisa beradu kekuatan," ucap baja.
Mencoba mendapat kan lidah yang ia inginkan namun tidak kunjung berhasil,membuat baja menjadi kesal dan meminta beberapa orang untuk membantunya.
***
"Loh,ini ada apa?kenapa rumah berantakan seperti ini?" gumam Yona yang baru tiba.
__ADS_1
Melihat kedatangan Yona,membuat pak Burhan segera menghampirinya.dia sedikit kaget melihat kedatangan Yona,bukankah nona nya itu akan pulang Minggu depan.
"Non,udah pulang aja.perasaan non bilang akan pergi beberapa Minggu," celetuk pak Burhan.
"Ah,pak burhan.iya pak aku terpaksa pulang,soalnya ada hal yang tidak di inginkan terjadi makanya acara berkemah terpaksa di percepat," balas Yona. "oh,ya ini rumah kenapa berantakan seperti ini,ya?seperti ada perkelahian.apa pak Burhan tahu apa yang terjadi?" lanjutnya mencoba mencari jawaban atas apa yang ia pikirkan.
"Lebih baik non istirahat saja dulu,nanti juragan yang akan menjelaskan nya pada,non," ucap pak burhan dengan wajah khawatir.
"Ya,sudah.aku istirahat dulu," ucapnya sedikit kesal.
Sepanjang kaki melangkah,Yona semakin penasaran apa yang terjadi.rumahnya seperti mengadakan pesta dan juga berantakan entah itu karena pesta atau perkelahian.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" gumam Yona Masi bertanya-tanya.
"Ah,lebih baik aku segera mencari kak raya.aku yakin dia tahu apa yang terjadi?" ucapnya sembari mempercepat langkah kakinya.
Yona membuka pintu kamar tamu dengan semangat dan lalu memanggil raya,namun kamar itu kosong dan raya tidak ada di kamar itu.
"Kenapa semuanya menjadi aneh begini?kak,raya pergi kemana?aku udah mencari nya di setiap sudut tapi tidak ada.apa dia pulang,ya?lebih baik aku cek barang nya di dalam lemari."
Saat lemari itu terbuka,isi pelengkapan milik raya Masi tertata rapi.hal itu membuat Yona menghembuskan nafas lega,dia sempat berpikir bahwa calon kakak iparnya itu telah di usir oleh baja.
"Syukurlah,dia Masi tinggal di rumah ini.mungkin dia keluar sehingga aku tidak menemukannya di kamar," ucapnya lalu meraih handuk dan membersihkan diri.
Sementara itu kedua orang tua baja juga baru tiba,pak Burhan kembali di kaget,kan,dengan kehadiran tuan nya yang kembali secara tiba-tiba.
"Hallo,pak burhan.apa kamu baik-baik saja?" tanya ratu melihat pak Burhan yang melamun dengan wajah pucat nya.
"Engeh,nyonya.saya baik,silahkan masuk tuan dan nyonya," balas pak Burhan mengambil barang-barang itu dan membawa masuk kedalam.
"Ada apa dengan dia?" tanya ratu heran.
"Entahlah,mungkin sedikit pangling dengan wajah baru mu itu," canda Jarwo.
"Ah,kamu bercanda nya jelek!" balas ratu tersenyum.
__ADS_1