Istri Juragan

Istri Juragan
Kebenaran


__ADS_3

"Juragan,apa anda tahu bahwa pak Burhan datang kemari?" celetuk satria yang menyelonong masuk tanpa mengetuk pintu.


"Apa kamu memintanya datang kemari?" tanya balik baja,rasa terkejut mengetahui kedatangan Burhan membuat ia tidak memperdulikan satria yang tidak sopan itu.


"Tidak.makanya aku datang kemari,aku sangka juragan yang memintanya untuk datang kesini," terang satria yang kini telah duduk di hadapan baja.


"Terus pak Burhan nya mana,lebih baik kita tanya dia langsung.siapa yang menyuruh nya menyusul kita?" usul baja.


"Dia Masi dalam perjalan,mungkin tidak lama lagi dia akan sampai kemari."


Keduanya terdiam sembari menunggu pak Burhan,suara jam dinding terus berdetak namun orang yang mereka tunggu tidak juga menampakan batang hidungnya.


"Jemput dia,aku sudah sangat penasaran dengannya," titah baja.


Baru saja satria berdiri orang yang mereka nanti telah ada di depan pintu,melihat kedatangan pak Burhan membuat satria kembali duduk di tempatnya.


"Akhirnya kau datang.apa yang membawa mu hingga menyusul kami?" cecar baja karena ia sudah amat ingin tahu.


"Ini mengenai kekejaman nona raya,aku akan menguak semua kejahatan yang ia lakukan.juragan,saya harap anda akan percaya pada semua penjelasan beserta bukti yang ada padaku dan semoga anda tidak menyesal," jelas pak Burhan membuat dua orang itu semakin penasaran.


"Duduklah,seharusnya kamu tetap di rumah.semuanya bisa kamu bicarakan lewat telpon tanpa harus jauh-jauh menyusul kemari," sahut satria mempersilahkan pak Burhan duduk.


"Ini sangat penting,hal ini tidak bisa ku sampaikan lewat telpon.aku takut mereka mendengar nya dan akan melakukan hal yang lebih jahat sebelum kalian kembali," balas pak burhan.


"Jelaskan apa yang kamu ketahui?" kali ini baja sedikit mendesak sungguh dia sangat penasaran luar biasa.


"Orang yang membunuh engkong anda adalah nona raya bukan nona Ani."


Kalimat pembuka yang keluar dari bibir pak Burhan sungguh membuat baja terpaku,isi kepalanya kini terputar bagaimana Ani di jahati oleh adik dan emaknya.dan bagaimana ia memperlakukan Ani setelah meninggalnya sang engkong.

__ADS_1


"Omong kosong!" seru baja Masi tidak percaya dengan ucapan pak Burhan.


"Saya punya bukti juragan,anak buah saya berhasil mengambil rekaman cctv yang sempat di hapus oleh seseorang," jelas lagi pak Burhan dengan penuh keyakinan.


Tanpa di minta kini pak Burhan memasang flashdisk yang ia bawa.kini semua mata tertuju pada layar laptop yang berisi video kebenaran itu.


"Bagaimana?apa anda Masi ingin menyangkal nya?" ucap pak Burhan saat video itu telah berakhir.


Baja mengusap wajahnya beberapa kali,tangan kanan nya mengepal dan wajahnya memerah.apa yang ia lihat barusan membuat emosinya meledak-ledak.bagaimana bisa selama ini ia tertipu oleh perempuan licik itu.


"Kenapa dia melakukan hal itu?kenapa wanita ular itu bisa berambisi besar ingin menguasai harta engkong bukan kah keluarga nya sudah kaya," ucap baja yang tidak habis pikir.


"Ada satu hal yang harus anda ketahui.wanita itu adalah mantan kekasih tuan marko.apa anda Masi mengingat orang yang bernama Marko dan apa yang pernah anda lakukan padanya?" jelas pak Burhan.


"Baj*Ingan itu.dulu dia sahabat ku dan teganya dia menikam ku dari belakang,untung saja satria mengetahui semuanya jika tidak aku sudah mati di tangannya.dia pantas menerima ratusan tusukan dari ku karena dia telah membunuh nenek ku," balas baja dengan api kemarahan di matanya.


"Raya selama ini menyelidiki kasus ini dan ia mengetahui bahwa anda merampas kekayaan dari tuan Marko.mengetahui kebenaran ini membuat dia benci pada anda dan menyusun rencana untuk menghancurkan keluarga anda," lanjut Burhan membuat baja paham dengan apa yang terjadi.


"Astaghfirullah kenapa aku tidak memikirkan ini semua,ya Allah lindungi lah nona kami," doa pak Burhan menyadari keteledoran nya.


"Malam ini juga kita harus kembali,aku tidak peduli dengan semua urusan ku di sini!" tegas baja tanpa terbantahkan.


"Aku telah banyak berbuat salah padamu,aku harap kamu mau memaafkan aku.maaf karena aku kamu dalam bahaya."


Sedangkan di sisi lain orang suruhan Tito telah membawa beberapa dokumen penting untuk di serahkan pada Tito,melihat hasil kerja yang bagus itu membuat Tito tertawa senang serta memuji kinerja anak buahnya itu.


"Kerja bagus.dengan surat berharga ini kita dapat menguasai permukaan desa ini, selanjutnya kita akan menjualnya dengan orang asing dengan harga mahal.kita akan kaya!hahahaha," ucap Tito menggelegar di ruangan itu.


"Akhirnya kekayaan Marko kembali,aku sangat senang hal ini akhirnya terjadi.sedikit lagi dendam ku akan terpenuhi,aku ingin anaknya baja mati bersama dengan ani.dengan begitu dia tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang kita cintai," ucap raya.

__ADS_1


"Sepupuku di sana pasti senang melihat keberhasilan kita membalas dendam nya,dia pasti sangat bangga padamu," sahut Tito.


"Tentu dia akan sangat senang.kalian semua awasi wanita itu,jangan biarkan dia kabur.ingat wanita itu harus terbakar hangus di hamparan sawah yang telah kita buat perangkap," jelas raya melihat para anak buahnya satu persatu.


"Siap!!" ucap mereka serentak.


Mereka bubar,setelah kepergian para anak buahnya kini tinggal raya dan Tito saja.mereka tampak melanjutkan obrolan mengenai apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.


Sementara disisi lain Ani dan Wiwit bertekad untuk keluar dari rumah itu.keduanya telah mengendap-endap agar seorang pun tidak mengetahui keberadaan mereka berdua.


"Semoga kita berhasil keluar dari sini," bisik Ani saat dia sedang bersembunyi di balik pepohonan untuk menghindar dari penjaga.


"Amiin.kamu harus tenang,ingat Allah selalu bersama kita," ucap Wiwit dengan pelan lalu kembali menggenggam tangan Ani untuk meneruskan perjalanan mereka.


Karena rumah milik baja sangat besar dan hamparan pekarangan nya sangat luas hal itu membuat Ani dan Wiwit sangat sulit untuk keluar dari sana.mereka telah berusaha kesana kemari untuk menemukan jalan alternatif yang membuat mereka keluar dari sana.


"Sangat sulit.hampir malam namun kita tidak berhasil juga keluar dari sini,semua sudut rumah ini telah di jaga oleh bodyguard raya," keluh Ani.


"Tidak ada cara lain.kita harus menyingkirkan mereka lalu keluar," usul Wiwit.


"Tapi bagaimana caranya?" tanya Ani.


"Ini sedikit berbahaya.kamu harus muncul di hadapan mereka lalu aku akan memukul leher mereka dari belakang,semoga saja penjaga itu pingsan," jelas Wiwit.


"Dia tidak hanya satu orang,wit.mereka itu tiga orang," ucap Ani mengingat kan.


"Dua orang sebentar lagi masuk ke dalam.biasanya jam segini mereka akan makan malam dan berganti pakaian," terang Wiwit.


Dan ucapan Wiwit benar,dua orang itu telah masuk kedalam dan kini tinggal satu orang pria tua yang menjaga jalan tikus itu.mengetahui hal itu Wiwit langsung tersenyum.

__ADS_1


"Ingat rencana kita,kamu harus mengikuti instruksi ku.jangan ceroboh!" pesan Wiwit setelah menjelaskan rencana yang ia sebutkan.


__ADS_2