
Tak terasa telah beberapa bulan baja mengawasi intan.banyak yang ia alami selama itu,lebih banyak nya membuat dia kesal dan marah karena bunglon sawah itu semakin gencar mendekati wanita pujaan hatinya.
Mengetahui hubungan keduanya terjalin semakin akrab hal itu membuat baja lebih sering uring-uringan.satria yang mengerti sang bos yang lebih sering galau dari pada bahagia. ingin membantu sang bos untuk mendekati gadis itu.
"Ays,jika terus begini bisa-bisa Ani beneran kawin dengan berondong itu.apa aku muncul saja,ya?tapi,jika Ani kembali kabur lagi bagaimana?aduh,kok,ruwet begini urusannya."
Tidak memiliki sandaran untuk meluapkan keluh kesah memang sangat membuat diri sendiri semakin tertekan.saat ini dia ingin meminta solusi pada seseorang.namun,ia belum menemukan orang yang cocok untuk memberi solusi masalah percintaan nya itu.
"Juragan,sampai kapan Anda bertahan galau seperti itu?apa anda Masi tidak ingin bercerita padaku?sedikit saran saja,lebih baik berkeluh-kesah padaku.mana tahu aku memilikimu ide cemerlang untuk membantumu," tegur satria melihat baja Masi setia meringkuk di balkon ruang kerja miliknya.
"Tahu apa kamu soal percintaan?pernah punya kekasih saja tidak!" ketusnya membuat satria menghela nafas sabar.
"Ye,gini-gini saya sangat tahu soal percintaan meski belum pernah mengalaminya.saya bisa mengetahui dari cerita teman atau orang di sekitar saya," ucapnya Masi meyakinkan baja.
"Bagaimana jika kau menyukai wanita lalu ada pria lain yang juga menyukai nya.kau adalah mantannya sedangkan pria itu adalah orang baru di hidup wanita itu.apa kau paham maksudku?"
Baja memperhatikan ekspresi satria.tidak di sangka bahwa pria itu tertawa simpul seolah-olah meledek nasib nya.
"Hey!hentikan olokan itu.aku tahu kau sedang meledek ku dalam pikiran mu!" ucapnya sudah berprasangka buruk.
"Tidak.anda jangan berburuk sangka padaku.aku hanya tidak menyangka cerita sinetron bisa terjadi di kehidupan nyata." Satria mengontrol diri agar tidak tertawa.
"Mengenai pertanyaan anda tadi.menurut ku jika wanita itu Masi lajang dan belum menikah dengan pria baru itu maka anda Masi bisa memperjuangkan nya." Baja nampak berpikir sejenak.
"Tapi,bagaimana jika waktu dulu kau menjalani hubungan dengan wanita itu kau pernah memperlakukan dia tidak baik.apa Masi ada kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan nya?" tanya baja membuat satria diam berpikir wanita mana yang baja maksud.
"Jika anda bisa membuktikan bahwa anda telah berubah dan menjadi pria yang berprilaku baik.mungkin wanita itu Masi mau kembali pada anda," tutur satria namun membuat baja tidak puas sama sekali.
"Sangat susah untuk pembuktian itu.apalagi saingan ku pria muda dan lemah lembut," keluhnya kembali murung.
"Semua itu tidak ada artinya di mata wanita itu jika dia telah mencintai anda.mau sebaik dan semuda apapun pria itu,jika dia telanjur cinta pada Anda.maka pria itu tidak ada artinya di hatinya," ucap satria agar tuannya semakin semangat.
__ADS_1
"Kau tidak mengerti.untuk yang satu ini sangat berbeda,aku tidak tahu bisa berhasil menaklukkan nya atau tidak."
"Kenapa anda tidak melakukan pemaksaan saja?" usul Satria.
"Apa kau bodoh?!jika aku melakukan itu dia akan semakin takut pada ku!" bentak baja membuat Satria memilih bungkam dan tidak melanjutkan percakapan itu lebih jauh.
***
"Bos,Dia masi bersama wanita itu!"
"Hem,awasi terus pergerakan nya."
"Baik,bos."
Pria itu melihat handphone nya yang baru saja memutuskan panggilan dari orang suruhannya.pria itu nampak menerawang jauh atas apa yang ia perbuat di masa lalu dan rencana untuk kedepannya.
"Dia tidak mengindahkan apa yang aku ucapkan beberapa bulan lalu?baiklah sepertinya harus mengunakan cara kasar untuk membuat ia melupakan wanita itu."
Tekad Agam telah bulat.tanpa di ketahui oleh siapapun bahwa dia memiliki rencana khusus agar Vito mau bergabung ke dalam dunia gelap miliknya.
"Uhk ... uhk ... uhkkk."
Vito tersedak cendol,dia tidak tahu mengapa itu terjadi.padahal dia sudah meminumnya dengan perlahan.berkat intan yang menepuk-nepuk pundaknya membuat rasa sesak itu sedikit membaik.
"Makanya kalau minum itu baca bismillah dulu," omelnya setelah Vito membaik.
"Udah,neng.mungkin ada yang ngomongin AA dari belakang," balasnya membuat tukang cendol itu tersenyum sendiri.
"Aa!Aa!tua aku tahuk dari pada kamu.cocoknya adek Vito!" sanggah Intan tentu saja membuat Vito langsung menatap tajam kearah nya.
"Berondong bukan adek!" ralat Vito tersenyum bangga.
__ADS_1
"Sekarep mu!"
"Minggu depan ke alun-alun kota,yuk!" ajak nya dengan tatapan memaksa.dia tahu intan akan selalu menolak ajakan nya dengan berbagai macam alasan.
"Enggak,ah.aku mau istirahat.Minggu ini kerjaan di restoran banyak banget soalnya." Tuh,benar saja dugaan Vito bahwa Intan sangat susah di ajak berpergian terutama malam hari.
"Yah,padahal malam itu adalah hari ulang tahun ku.aku mau merayakan nya!" keluh nya dengan wajah memelas berharap intan luluh.
"Benarkah.tapi,kamu sudah besar tidak di rayakan juga tidak menjadi masalah," ucap intan pelan takut menyinggung perasaan Vito.
"Selama ini memang aku tidak pernah merayakan nya.karena di hari ulang tahun ku adalah hari bencana untuk ku.tapi,aku menjadi kan alun-alun kota untuk melupakan kesedihan itu.ya,bisa di bilang pelarian atas kesedihan!"
Dari penuturan Vito barusan intan bisa menebak bahwa ada sesuatu yang buruk terjadi bertepatan dengan hari ulang tahun vito.meski tidak tahu kejadian buruk apa?tapi,intan tahu bahwa itu adalah kejadian paling buruk di hidup Vito.karena merasa kasihan akhirnya intan menerima ajakan dengan maksud agar Vito terhibur.
"Baiklah,aku akan menemanimu.tapi,jangan lupa waktu.antar aku pulang sebelum jam sepuluh malam," tutur intan mengingatkan dia takut pulang tengah malam.selain fitnah dia juga menghindari sesuatu yang tidak di inginkan.
"Baiklah.aku membawa mu ke sana tidak lama,kok.paling lima jaman," candanya membuat mata intan langsung mendelik ke arahnya.
"Idih,dia kira aku apaan,aku merasa wanita gak bener.lima jaman," gumam intan membuat Vito tertawa.
"Pikiran mu,neng.kenapa ngarah ke sono Mulu?makanya nikah sama aa," Vito mengusapkan telapak tangannya ke arah wajah intan.hal itu tentu membuat wajah itu yang semula cerah berubah menjadi kusut.
"Tangan kamu bau!" ketusnya sedikit menggeser duduknya.
"Aku tahu.bau cinta bukan?" godanya.
"Prett.mana ada bau cinta seperti itu?" sanggah nya cepat tidak lupa dengan wajah cemberut.
"Beneran ini bau cinta.bukannya bau cinta itu seperti asem-asem sepet sedikit kental kayak madu,ya?" Mendengar itu tentu saja membuat Abang tukang cendol tertawa sedikit kencang.sedangkan intan Masi terdiam berpikir.
"Dasar otak mesum!" umpatnya setelah mengerti maksud ucapan Vito.
__ADS_1