
Wajah yang penuh amarah kini terpancar dari raut wajah raya,setelah mengetahui pertemuan itu membuat dia kesal dan merasa kecolongan karena dara berhasil diam-diam pergi bertemu baja.
Setelah memberikan cek kepada Tina dia langsung mengancam Tina,dia berpesan jika sampai dia menceritakan hal tadi pada orang lain maka dia tidak akan mengampuni Tina.
"Apa anda memanggil saya?" tanya Tito orang kepercayaan raya.
"Aku ingin menceritakan sesuatu padamu.aku harap kamu tahu,langkah apa yang harus kamu ambil untuk menangani masalah ini," ucap raya.
Saat ini mereka berada di dalam mobil,tadi raya langsung keluar rumah setelah urusan nya dengan Tina selesai.dia menemui tito untuk melancarkan aksi baru yang ia rencanakan.
"Apa nenek tua itu seberani itu?" kaget Tito setelah mendengar penjelasan dari raya.
"Aku juga tidak menyangka jika dia berani menemui baja,aku rasa baja termakan ucapan wanita tua itu.pantas saja banyak anak buahnya berpencar untuk menyelidiki kasus kematian engkongnya itu," pungkas raya sambil melihat keluar jendela mobil.
"Kebingungan kita telah terjawab,wanita tua itu yang membuat baja menyelidik kasus ini.kita juga di mata-matai oleh anak buah juragan,secara tidak langsung dia mencurigai kita."
"Aku akan membuat kecurigaan baja pada ku punah,aku akan membalikan fakta sehingga dia kembali mengaggap Ani pembunuhnya," ucap raya dengan tatapan sulit diartikan.
"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk menanganinya wanita tua itu?" tanya Tito seakan tahu tujuan raya menemuinya.
"Aku ingin dia mati.jika dia mati tidak ada lagi yang meracuni pikiran baja,yang terpenting mental Ani akan terganggu karena kematian neneknya," titah raya membuat Tito tertawa tipis.
"Itu sangat mudah untuk aku lakukan.orang tua seperti itu sangat mudah untuk di bunuh," balas Tito.
"Turun dari mobil ku,pembicaraan kita telah selesai.aku takut ada anak buah baja yang melihat pertemuan kita dan yang terpenting mereka pasti curiga karena aku keluar rumah terlalu lama," ucap raya sambil melihat sekitar mobilnya.
Setelah Tito keluar,raya bergegas melajukan mobilnya.dia ingin pulang kerumah sesegera mungkin,tidak lupa sebelum pulang ia singgah ke mall untuk membeli sesuatu.dia berharap anak buah baja mengira dia keluar untuk bersenang senang.
"Kakak belanja lagi," celetuk Yona menghentikan raya yang ingin menaiki tangga.
"Ia.kebetulan kamu ada disini,kakak tadi membelikan kamu baju.sini!lihat baju yang kakak belikan untuk mu," ajak raya membawa Yona untuk duduk di sopa.
"Kakak beneran belikan aku pakaian," ucap Yona memastikan.
__ADS_1
"Lihat,cantik,kan," serunya namun Yona terdiam melihat baju yang di pegang raya.
"Kenapa diam?apa bajunya jelek?" tanya raya melihat ekspresi Yona.
"Bajunya cantik,ka.tapi aku tidak percaya diri mengenakan nya,terlalu minim," ucap Yona hati-hati agar raya tidak tersinggung.
"Astaga!di zaman sekarang Masi ada manusi spesies seperti kamu,ini baju yang lagi trend.semua orang cantik mengunakan nya termasuk kamu," tutur raya.
"Bajunya akan lebih cantik jika kakak yang gunakan,secara bentuk badan kakak bagus kayak model," balas Yona.
"Kamu lihat teman kakak yang tadi malam,yang berkulit hitam itu.dia tadi malam pakai baju model gini kan,semua teman Kakak suka mengunakan baju dress pendek seperti ini.mungkin karena hal itu juga kakak menjadi pengoleksi baju ini."
"Tapi selera tidak bisa di paksakan.kakak menghargai selera mu,lain kali kakak akan membelikan baju yang lebih sopan untuk mu," jelas raya membuat Yona semakin kagum padanya.
"Kakak sangat toleransi sekali,sih.oh,ya mengenai pesta semalam rasanya aku jera untuk melakukan nya lagi.karena pesta itu kepala ku cenat-cenut mana muntah-muntah lagi,rasanya aku tidak mau lagi minum alkohol."
"Hahaha ... kamu Masi pemula,kamu akan merasa sensasi menyenangkan jika sudah dapat menyesuaikan diri dengan alkohol," tutur raya sembari menaruh paper bag di atas meja.
"Aneh kenapa?" tanya raya sedikit penasaran.
"Aku seperti melihat seorang pria,tapi bukannya kita mengadakan pesta khusus wanita saja,ya.aku bingung yang aku lihat itu nyata atau cuma khayalan," bingung Yona sambil mengacak pelan rambutnya.
"Itu pasti khayalan mu saja, tidak ada pria di sana,kakak tidak ada melihat pria yang kamu maksud," gugup raya membuat Yona langsung memicingkan mata.
"Kenapa kakak gugup begitu?" hardik Yona langsung mencurigai Yona.
"Kakak gugup karena berpikir jika pria yang kamu maksud itu adalah hantu," dusta nya pura-pura mengusap lengannya.
"Ah,tidak mungkin.tidak ada hantu di rumah ini," sanggah Yona cepat.
"Siapa tahu pria itu adalah engkong mu,dia marah padamu karena berani minum alkohol," tebak raya membuat Yona merinding.
"Mana ada seperti itu,engkong ku tidak mungkin gentayang secara dia meninggal tidak dengan cara bunuh diri," omel Yona.
__ADS_1
"Semoga saja yang kamu katakan benar.apa emak mu ada menelpon mu?" tanya raya mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Tidak ada.mungkin mereka sibuk dengan pengobatan itu,aku rasa mereka akan menelpon ku jika wajah emak telah di operasi," terang Yona.
"Semoga saja Operasinya lancar.kalau Abang mu apa dia ada memberi kabar padamu?"
"Cih,bang baja itu jika keluar kota sampai dia pulang kembali kerumah tidak akan mau menelpon kami.dia jika sudah keluar kota kayak di telan bumi tidak ada kabar sama sekali," kesal Yona.
"Abang mu itu sangat keterlaluan sekali,apa dia Tahu soal emak mu yang terluka?"
"Tidak.rencananya aku akan memberi tahunya saat dia kembali,biar dia langsung memberi pelajaran pada dua wanita miskin itu," jelas Yona.
"Kakak ke atas dulu,ya.kakak ingin beristirahat,kamu tahukan tadi malam kakak begadang sehingga menguap terus seperti ini," pamit raya.
"Istirahat lah kakak,kunci saja pintu nya agar tidak ada yang menganggu kakak."
Dengan senyum semanis mungkin raya berlalu pergi dari sana,saat ini dia ingin secepat mungkin sampai di kamarnya.
***
"Apa nona Ani tahu kemana perginya neneknya?sudah beberapa hari ini aku lihat kamar itu tidak ada yang mengunjungi nya," gumam Lasmi berpikir keras.
"Apa wanita tua itu baik-baik saja? ya Tuhan,saat ini aku sangat menghawatirkan wanita tua itu.hamba harap di mana pun dia berada engkau akan selalu melindungi nya," doa Lasmi lalu melanjutkan pekerjaan nya.
Hari ini dia di tugaskan untuk menyapu halaman belakang.biasanya jika di tugaskan di sana,jiwa penakut Lasmi akan keluar dengan sendirinya.
Bagaimana Lasmi tidak takut?keadaan di sana sangat sepi di tambah banyaknya gudang tua yang terbengkalai.dengan keadaan seperti itu membuat hal-hal menakutkan bermuculan di pikiran Lasmi.
"Perasaan ada yang lihatin aku,tapi tidak mungkin.secara di sini sepi tidak ada orang, jangan-jangan hantu.aduh ini otak kenapa mikir yang serem terus dari tadi?" gerutunya sambil sesekali melihat ke belakang.
Tanpa Lasmi sadari ada seseorang yang melangkah mendekati nya,karena mengira itu hantu membuat Lasmi menepis perasaan itu dan fokus dengan pekerjaan nya.
"Hufh ... Hemmm!" Lasmi kaget karena ada seseorang yang membungkam mulutnya.
__ADS_1