Istri Juragan

Istri Juragan
Di culik


__ADS_3

"Apa??"


Mendengar hal itu beberapa orang kaget hingga berhenti sejenak dari kesibukan masing-masing.semua mata terarah pada seorang wanita yang tengah menelpon itu,semua menatap dengan penuh tanda tanya tanpa mau bertanya.karena mereka tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan orang lain.


"Aku harus pulang!" lirih intan air matanya tidak bisa di ajak kompromi,cairan bening itu jatuh begitu saja saat dia menghampiri Nisa.


"Ada apa?katakan apa yang terjadi?" tanya Nisa,sebelum telpon itu berlangsung intan Masi baik-baik saja,tapi setelah panggilan itu terjadi intan menangis.tentu hal itu menjadi tanda tanya besar untuk sahabat nya itu.


"Adam!dia di culik.aku harus pergi,ku mohon bujuk pak Lilik agar mau memaklumi kepergian ku."


Tanpa menunggu jawaban nisa.intan telah pergi begitu saja,saat ini pikiran nya hanya dipenuhi dengan buah hatinya.dia tidak mampu jika membayangkan bahwa penculik itu melakukan hal kejam misalnya menjual anak nya.


Vito dari sebrang sana tidak sengaja melihat intan yang terburu-buru.dia terus memperhatikan wanita itu,pertanyaan di kepalanya semakin besar di kala melihat Nisa dan Vira berlari setelah intan pergi beberapa waktu lalu.


"Apa yang terjadi?" gumam Vito memilih meninggalkan kegiatan nya dan menghampiri dua wanita itu.


"Vito,kau datang sangat tepat waktu!" seperti melihat pahlawan di saat perang terjadi begitu perumpamaan yang dua wanita itu gambarkan.


"Memang apa yang terjadi?aku tidak sengaja melihat Intan yang pergi terburu-buru." Pria itu ingin mengetahui hal yang membuat intan pergi,dia tidak ingin wanitanya itu kembali di bully oleh pekerja di dalam.


"Adam di culik,vit.kau harus membantu dia mencarinya," tutur Nisa dengan tatapan memohon.


"Apa??" kaget sekaligus cemas tiba-tiba menyeruak di hatinya.

__ADS_1


"Ia.kau bisa bantu kami.kami tidak bisa pergi dari pekerjaan,nanti bos marah.hari ini pengunjung padat tidak memungkinkan untuk kami membantu intan.ku mohon bantu dia,aku tidak ingin sampai keponakan ku terluka." Mendengar penuturan Vira membuat Vito makin kalut.tidak menangapi lebih lanjut Vito memilih pergi untuk mengambil motornya dan pergi ke kediaman intan.


Apa yang Vito lakukan tidak luput dari pengawasan dua wanita itu.dalam hati mereka ada rasa haru karena ada pria yang sangat peduli pada teman nya.sedikit lega karena Vito berada di sisi intan,membuat dua wanita itu memilih masuk kedalam melanjutkan pekerjaan nya.


"Semoga dengan yang di lakukan Vito kali ini,intan sadar bahwa Vito setulus itu mencintai dia dan Adam." Doa Nisa seiring kakinya melangkah memasuki restoran.


"Ia.aku sepemikiran dengan mu,semoga saja intan menyadari bahwa Vito sangat cocok untuk pengganti ayah adam.semoga kita tidak salah menilai Vito," timpal Vira penuh harap.


Semoga dengan ini temannya itu bahagia dan itu tentu saja dapat mengurangi rasa bersalah keduanya lantaran pernah berlaku tidak pantas pada intan.


"Pak,bu.bagaimana ini semua terjadi?" intan langsung melontarkan pertanyaan itu saat baru saja tiba.dia terlalu khawatir dan juga ingin mengetahui asal mula penculikan itu.


"Ibu tadi membawa Adam di belakang,nak.semuanya seperti biasa ibu memberi makan ayam sedangkan Adam bermain dengan anaknya." Meski menangis dengan perlahan Tini tetap menjelaskan nya pada intan.


"Ini semua bukan salah ibu.intan gak marah sama ibu,jadi ibu gak perlu merasa bersalah begitu.apa bapak sudah melaporkan hal ini pada polisi?" Kali ini ia memilih melihat sejauh mana Karno bertindak.


"Sudah,tapi laporan nya di tolak.polisi bilang jika hilang selama 24 jam baru mereka bisa menerima laporan itu.terlebih mereka bilang kejadian yang bapak ceritakan terlalu mengada-ada dan berlebihan." Tutur Karno dengan sesak.dia tahu keluarga kurang mampu tapi pantaskah disaat seperti ini pihak berwajib tidak ada yang membantunya.benar-benar memandang harta dan materi.


"Lalu,apa yang harus kita lakukan,Bu,pak?tidak mungkin hanya berdiam diri.bagaimana dengan Adam,dia Masi kecil.aku tidak bisa membayangkan bagaimana anak ku saat haus mencari susu botol kesukaan nya?apa yang penculik itu lakukan saat anak ku merengek dan menangis?ya,Allah hamba tidak bisa membayangkan hal buruk itu." Akhirnya intan menangis dia saat ini ia sangat lemah karena sumber kekuatan nya dalam bahaya.


"Warga di sini sudah mencari di pesisir kampung.siapa tahu yang menculik Masi orang di sekitar sini?kita doakan saja semoga bisa menemukan Adam." Karno berharap dua wanita itu tenang mendengar ucapan nya.Dia tidak boleh cengeng di saat seperti ini,dia berusaha menjadi penghibur untuk dua wanita itu.


Sementara itu Vito saat ini tengah berkejar-kejaran dengan sebuah mobil hitam di depan nya.aksi itu tentu saja menghebohkan jalan raya,karena selain tindakan keduanya berbahaya juga dapat mengacaukan arus lalu lintas.

__ADS_1


"Aku tidak mungkin salah lihat.anak itu adalah Adam."


Awalnya Vito ingin ke rumah intan,namun saat lampu merah beberapa saat lalu dia tidak sengaja melihat sesuatu yang mengejutkan.yah,di dalam mobil itu adam mengetuk kaca mobil sehingga Vito tertarik melihat mobil itu dan menyadari bahwa Adam ada di sana.


Dengan mengeluarkan seluruh kemampuan nya akhirnya kini Vito berhasil mencegat mobil itu meski di jalanan sepi dan rawan akan ke kejahatan.


Tanpa rasa takut Vito menatap hingga pemilik mobil itu turun sendiri dan menghadapi vito.sesuai kecurigaan Vito sejak awal bahwa yang ada di sana bukan satu orang melain kan lebih dari itu.


"Kau siapa?minggir!jangan hadang jalan kami!" bentak satu dari tiga orang itu.


"Aku akan minggir,jika kalian mau menyerahkan anak itu!" tutur Vito mencoba bernegosiasi.


"Heh!emang kau siapa berani memberi perintah pada kami?apa lagi yang kalian tunggu?Serang!"


Setelah sekian lama akhirnya Vito kembali bertarung.tidak memerlukan banyak waktu tiga orang itu babak belur karena di hajar habis-habisan oleh vito.bela diri adalah hobinya apa lagi senjata hanyalah sebuah mainan untuknya,jika orang seperti ini ada sepuluh pun dia tidak takut dan mungkin sepuluh orang itu akan bernasib sama seperti mereka.


"Aku harus membawa Adam!"


Vito menuju mobil itu,dia membuka mobil itu secara perlahan.tenyata benar adam ada di sana sedang terlelap,anak polos itu tidak mengerti apa yang terjadi sehingga dapat tidur dengan senyenyak itu.entah apa embel-embel yang di janjikan pria jahat itu sehingga adam tidak menolak saat di bawa pergi dari rumahnya.


Aghtt!sakit mulai Vito rasakan di punggungnya,ternyata ia terkecoh salah satu dari mereka Masi ada yang bertenaga sehingga menggoreskan pisau di punggung nya.tanpa peduli rasa sakit itu Vito segera membawa adam di gendongan nya.


"Ayo cepat masuk,dia telah lemah!ini kesempatan kita untuk kabur."

__ADS_1


Instruksi salah satu dari mereka.dengan segera mereka pergi dari sana,sebenarnya Vito bisa saja menghajar kembali orang itu.namun ia tidak mungkin melakukan nya dia takut Adam melihat sifat lain dari dirinya yang mungkin saja membuat Adam jadi takut padanya.


__ADS_2