Istri Juragan

Istri Juragan
Menahan Dara


__ADS_3

"Yona,seperti yang Abah katakan malam tadi.hari ini Abah dan emak akan pergi ke Singapura,kamu hati-hati di rumah," pesan Jarwo.


"Iya,bah.semoga saat kalian pulang nanti emak sembuh dan Abah makin sehat," ucap Yona lalu memeluk kedua orangtuanya.


"Amin.nanti kami bawakan ole-ole untuk kalian berdua.nak,raya selama kami pergi tolong jaga Yona," pinta ratu pada raya.


"Tante tenang saja.Yona akan aku jaga sepenuh hati,dia telah aku anggap sebagai adik kandungku sendiri," balas raya.


"Kamu memang terbaik.jika begini Tante lebih tenang meninggalkan bocah itu karena ada kamu menjaganya," puji ratu.


Hari itu juga ratu memutuskan untuk pergi berobat ke luar negeri,dia tidak sanggup pulang kerumah dengan luka di wajahnya.dia akan malu jika lukanya itu dilihat oleh pelayan dan dua gadis miskin itu.


Setelah mengantar orangtuanya ke bandara,Yona dan Raya langsung kembali kerumah.saat sampai di halaman,emosi di relung hati Yona langsung bergejolak karena mengingat kejadian buruk yang menimpa emaknya.


"Jika aku jadi kamu,mungkin aku akan membuat perempuan itu menerima hal yang lebih menyakitkan dari apa yang ia perbuat dengan orang tuaku," ucap raya seakan tahu amarah terpendam Yona.


"Jika aku balas dendam rasanya perkelahian ini tidak akan ada habisnya,rasanya aku malas mengahadapi orang yang tidak selevel dengan ku," balas Yona lalu duduk di sofa.


"Jadi kamu ingin memilih diam saja.ayolah, perempuan itu semakin gencar melakukan sesuatu untuk melumpuhkan keluargamu.dia akan mengira kita takut padanya setelah dia berhasil melukai emak mu," hasut raya.


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Yona membuat raya tersenyum karena Yona berhasil termakan hasutan nya.


"Aku dengar Ani sangat menyayangi neneknya, bagaimana ... "


"Jangan melibatkan Wanita tua itu,aku tidak mau menyakitiku orang tua.dia tidak ada terlibat dengan hal ini,jadi jangan bawa dia dalam pertikaian ini!" potong Yona seakan tahu maksud ucapan raya.


"Astaga,menghadapi musuh tidak bisa menggunakan rasa simpati sayang.jika begini musuh akan cepat melumpuhkan mu!Yona buang rasa kasihan mu itu jauh-jauh," ujar raya.


"Tapi,aku tidak tega melukai orang tua," lirih Yona walaupun dia nakal tapi dia sangat menghormati orang tua.


"Apa katamu tidak tega?Yona sadarlah,mereka saja berani melukai emak mu,bukankah emak mu juga orang tua.tapi mereka dengan teganya merusak wajah emak mu," seru raya.


"Setidaknya aku tidak seperti mereka."


"Begini saja,kita akan menahan nenek Ani untuk semata-mata mengancam dirinya.meskipun dia kita tahan tapi tetap kita perlakukan dengan baik,misalnya memberi dia makan dengan baik dan tidak menyiksanya,bagaimana apa kamu setuju dengan ide ku?" jelas raya.


"Aku akan setuju,selama kita tidak melukainya."

__ADS_1


"Bagus kalau kamu setuju,ayo,sekarang kita sekap nenek tua itu!" ajak raya menarik tangan Yona.


Mereka berdua langsung menuju kamar terasing itu,setelah sampai disana mereka di sambut dengan tatapan tajam oleh wanita tua itu.


"Dimana cucuku?apa yang telah kalian perbuat padanya?" cecar nya dengan marah.


"Ayo,ikut kami!" seru raya.


"Aku tidak Sudi ikut kalian," tolaknya.


"Bukankah kamu ingin bertemu dengan cucumu,Jika kamu ikut kami maka kamu akan segera bertemu dengan nya," dusta raya sedangkan Yona diam saja.


"kalian tidak sedang membohongiku,kan?" hardik nya sambil mencari keganjalan dari mereka.


"Kamu bisa percaya atau tidak percaya pada kami,yang jelas kami hanya memenuhi permintaan cucumu," bohong raya.


"Awas saja jika kalian berbohong!"


Raya mendorong kursi roda itu,dia menahan nafas saat mencium aroma tak sedap dari wanita tua itu.sepertinya wanita tua itu tidak mandi beberapa hari sehingga bau nya tidak layak untuk di hirup.


"Dimana cucuku?" tanya dara saat sampai di kamar asing itu.


Saat berada di luar raya segera mengunci kamar itu dari luar,tak lupa dia memerintahkan beberapa penjaga untuk menjaga kamar itu.


"Sudah,aman?" tanya Yona yang menunggu di luar.


"Sudah.sekarang kita kembali ke kamar terasing itu untuk berakting," ucap raya menarik kembali tangan Yona yang tengah kebingungan itu.


Kebingungan Yona terjawab saat tahu raya sengaja membuat kamar itu berantakan.kamar usang itu kini telah berhamburan,bahkan ada beberapa benda kaca yang berhamburan di lantai.


"Aku yakin Ani akan panik setelah melihat ini,dia pasti mengira kita membawa paksa neneknya dan aku yakin tak lama lagi pasti dia mencari keberadaan kita," ucap raya.


"Ide kakak sangat berlian.ayo,kita pergi dari sini dan mempersiapkan penyambutan untuk wanita miskin itu," ajak Yona sambil tersenyum puas.


Dua wanita dengan sejuta muslihat itu meninggal kamar usang itu,pelayan yang melihat apa yang mereka lakukan terpaksa terdiam bungkam karena telah di ancam oleh mereka.


***

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan dengan emak baja?" tanya Ani pada Wiwit yang Menganti perban di dahinya.


"Tidak ada."


"Jangan bohong.sebelum aku pingsan aku melihat mu berteriak memanggil namaku,lalu setelahnya kamu murka pada mereka," jelas ani mengingat perkelahian kemarin.


"Mereka siapa?" tanya Wiwit membuat Ani jengkel.


"Aku serius,wit.aku yakin kamu mengerti apa yang aku tanyakan,bilang saja kamu tidak mau menceritakan nya padaku," rajuk Ani membuat Wiwit tersenyum geli.


"Nah,itu kamu tahu.aku malas bercerita tetang sesuatu yang membuatku ingin memukul orang lagi," balas nya.


"Apa kamu memukul emak?"


"Tidak aku hanya sedikit melukai wajahnya," ucapnya.


"Walaupun sedikit tidak seharusnya kamu menyakitinya.jika baja tahu dia pasti khawatir,melihat engkong batuk saja dia panik apalagi jika mengetahui emaknya terluka," ujar Ani.


"Tidak usah memikirkan lelaki itu,kamu dan nenekmu terluka saja dia tidak peduli.kenapa kamu harus peduli dengan perasaan nya?" omel Wiwit tak suka.


"Benar katamu,aku tidak seharusnya memikirkan nya disaat aku terluka seperti ini.oh,ya bagaimana dengan keadaan nenek?apa dia tahu soal perkelahian itu?" tanya Ani tiba-tiba mengingat neneknya.


"Dia ... "


"Bukankah kamu bilang kita sedang bersembunyi di sini,jika kita sembunyi kenapa tidak membawa nenek?mereka akan melukai nenek jika tidak menemukan kita," panik Ani.


"Kamu tenang dulu.maaf karena aku melupakan keberadaan nenekmu,sekarang aku akan membawanya kemari," ucap Wiwit ikut panik.


"Kenapa aku bisa melupakan nenek?dia pasti khawatir menanti kedatangan ku,dia pasti sangat mencemaskan ku," sesal Ani.


"Ini tidak sepenuhnya salah mu.akulah yang bersalah karena tidak menemuinya," ucap Wiwit cepat.


"Aku harus menemui nenek!" tegas Ani lalu berlari keluar dari gudang itu.


"Ani,kembalilah!diluar sangat berbahaya!"


Teriakan Wiwit tidak di hiraukan oleh Ani,saat ini pikiran Ani kalut karena terlaku panik dengan keadaan neneknya.dia sangat berharap Wanita jahat itu tidak menyakiti neneknya.

__ADS_1


"Nenek!"


__ADS_2