Istri Juragan

Istri Juragan
Gosip Tetangga


__ADS_3

Pagi ini Tutik tidak menghidangkan sarapan, Ia seakan tidak memiliki tenaga walau hanya untuk sekedar memasak.


Karena tidak memasak, Tutik akhirnya memberi uang kepada Bima untuk jajan di sekolah, tentu saja bocah kelas 2 SD itu kegirangan bukan kepalang mendapat uang jajan. Jarang-jarang mamaknya memberi uang.


Namun melihat wajah mamaknya yang tidak seperti biasanya, senyum Bima seketika sirna, berganti dengan raut penuh khawatir.


"Mata Mamak sembab, apa Mamak habis menangis?" Bima menatap lekat-lekat mamaknya.


"Tidak, Mamak tidak apa-apa. Mamak hanya sedih saja, semalam habis nonton sinetron azab di TV. Sedih sekali ceritanya, terbayang-bayang terus sama Mamak. Jadi menangis Mamak semalaman."


"Haishh.. ada-ada saja lah Mamak ini. Ya sudah, Bima berangkat sekolah dulu ya Mak. Assalamualaikum."


Bima mencium tangan mamaknya lalu bergegas pergi meninggalkan mamaknya.


Beberapa saat setelah kepergian Bima, Sutris berteriak memanggil Tutik.


"Tik..! Tutik..! mana sarapanku?" Teriak Sutris dari arah dapur.


Tidak mendapat jawaban, Sutris bergegas menuju kamarnya, ternyata Tutik sedang melamun di sudut ruangan.


"Dak! apa tidak masak kamu?"


"Tidak." hanya satu kalimat yang keluar dari mulut Tutik namun berhasil membuat darah Sutris naik ke ubun-ubun.


BRAK!

__ADS_1


Sutris membanting pintu dengan keras, perutnya sudah keroncongan meronta untuk segera diisi namun tidak ada apapun yang bisa dimakan. Sutris akhirnya kembali ke dapur untuk membuat kopinya sendiri.


Di dapur Sutris kebingungan mencari letak kopi dan gula, cukup lama mencari, akhirnya Sutris menemukan barang yang Ia butuhkan, Mengambil panci kecil, Sutris ingin memanaskan air. Namun lagi-lagi Ia dibuat emosi, gas habis dan kompor tidak bisa dihidupkan.


PRANG!


Sutris membanting panci berisi air ke lantai, hingga air nya berceceran membasahi lantai dapur. Setelah itu terdengar deru motor Sutris meninggalkan rumah.


*******


Sore itu Tutik pergi ke warung langgananya, di kampung Rukun. Letak Desa yang cukup jauh dari pasar membuat Warung itu selalu ramai dikunjungi oleh pembeli, beruntungnya warung itu memang lengkap, menyediakan hampir segala keperluar rumah tangga.


Mulai dari sayur mayur, aneka daging dan ikan, serta sembako lengkap.


Bahkan warung itu juga menyediakan aneka prabotan dapur yang bisa dibeli secara kredit alias ngutang bayar belakangan.mulai dari wajan, panci, dll. Ada juga Aneka pakaian seperti daster, BH bahkan CD saja bisa kredit di warung itu.


"Eh, iya Yuk Ton. Mau belanja Aku." Tutik menghiraukan pertanyaan Yuk Ton.


"Iya, tau Aku. Kalau Kau mau belanja, bukan mau pergi senam. Tapi kenapa itu mukamu kusut sekali Aku lihat. Apa tidak dapat jatah, Kau semalam?"


"Sini lah Tik, duduk dulu. Ngobrol-ngobrol dulu kita." Yuk Ton duduk di kursi panjang depan warung.


"Ngobrol apa Yuk Ton?" Tutik mengambil duduk di sebelah Yuk Ton.


"Sudah mandi Kau Tik? tumben tidak bau asem badanmu itu."

__ADS_1


"Hehehe.. iya Yuk Ton, sudah mandi Aku sebelum kesini." Tutik meringis.


"Aku ada gosip, tapi Kamu jangan marah ya?" Muka Yuk Ton mulai serius.


"Gosip apa Yuk Ton? kenapa pula Aku harus marah?"


"Katanya Kau ada main sama Juragan kaya raya itu, apa benar itu Tik?" Yuk Ton bertanya dengan berbisik, takut ucapanya akan di dengar oleh tetangga atau orang lewat.


"Ada main? main apa Aku Yuk Ton? mana sempat Aku main-main. Kalau anakku si Bimasena itu baru sering main Dia, main layangan, main petak umpet, main gundu dan masih banyak lagi. Tapi tidak tau Aku kalau Anakku ada main sama juragan." Wajah Tutik terlihat kebingungan.


"Ahh Bodoh atau bagaimana Kamu ini Tik? maksudku bukan main yang itu, tapi gosipnya itu Kamu selingkuh sama Pak Juragan Sugeng, si Duda mentereng yang kaya raya itu loh Tik. Masa begitu saja harus Aku jelaskan, baru Kowe paham."


"Ohh..." Tutik hanya menanggapi dengan santai.


"Lah, tidak kaget Kamu Tik? atau jangan-jangan memang benar gosip itu?" selidik Yuk Ton.


"Tidak lah Yuk Ton, hanya gosip murahan saja itu. Tidak penting, jadi tidak perlu lah Aku pikirkan. Tidak ada main apa-apa Aku sama Juragan Sugeng."


"Tapi gosipnya lagi, kemarin kamu datang ke pesta Pak RT sama Juragan loh Tik, apa benar itu?"


"Kalau itu sih cuma kebetulan saja ketemu di jalan Yuk Ton. Tidak sampai main-main dulu kita. Lagian siapa jugq yang bikin gosip murahan seperti ini Yuk Ton?"


"Biasalah itu Tik, si Marni. Sudah ramai sekali gosip itu di grub ibu-ibu senam Tik."


"Oh. si jenglot betina itu rupanya, masih saja cemburu Dia sama Aku Yuk Ton. Padahal tidak ada sedikitpun Aku, rasa sama suaminya itu. Cemburu buta saja Dia."

__ADS_1


"Hemm tidak nyangka Aku Tik, sebenci itu Marni karo Kowe Tik."


__ADS_2