
Jika di pikiran Winda dan Kelvin bahwa intan akan terkena masalah besar,maka mereka akan terkejut jika mengetahui bahwa Lilik mencari intan bukan untuk di caci maki namun untuk menemui teman bos nya itu.
"Di mana koki nya?kenapa kamu malah datang sendirian?" tanya Austin saat mengetahui Lilik kembali.
"Dia tidak ada disini.dia keluar sebentar karena ada kerabatnya yang meninggal," balas Lilik sopan.
"Apakah kokinya seorang pria atau wanita?" kali ini pertanyaan meluncur dari bibir satria.
"Wanita,tuan."
"Apakah aku boleh membawa koki mu untuk bekerja di rumah ku?" tanya baja kemudian pada Austin.
"Aku tidak bisa memutuskan.lebih baik nanti Lilik tanyakan langsung pada sang koki,apa dia mau atau tidak?" terang Austin.
"Tidak masalah.coba kau tanyakan?jika dia mau aku akan membayarnya lima kali lipat dari gajinya," ucap baja yang di tunjukkan pada Lilik
"Baik,tuan."
"Oh,ini ada hadiah kecil untuknya.kau harus berikan ini padanya," titah baja melempar gantungan kunci kearah Lilik.
"Baik,tuan saya akan berikan hadiah ini padanya."
"Baiklah aku harus melanjutkan pekerjaan ku,senang dapat di undang makan siang oleh anda tuan austin.lain kali kita bisa makan bersama di restoran ini," ucap baja sedikit tersenyum sembari menjabat tangan Austin.
"Saya senang jika anda senang,lain kali kita berjumpa lagi.terimakasih atas waktu luang makan siang bersama saya," balas Austin sopan.
"Tidak masalah."
Setelah mengantar kepergian baja disusul dengan kepergian Austin,barulah Lilik dapat bernafas lega.kedatangan tamu penting membuat dia hampir kehilangan jantung nya karena takut tamu tidak puas dengan pelayanan yang ia berikan.
__ADS_1
Meski awal mula tamu tak menyukai makanan yang tersaji,namun ia berhasil merubah mood tamu dengan nasi goreng jadul buatan intan.rasanya dia sangat bahagia karena sebelum kepergian Austin ia sempat di beri pujian yang menandakan bahwa bos nya itu puas dengan cara ia menjamu tamunya.
"Dasar orang kaya aneh.cuma nasi jadul hingga memberikan sebuah tawaran plus hadiah seperti ini.aku kira selera nya sangat elite,eh,ternyata jauh lebih ke zaman purba.tapi,tak apalah yang penting bos Austin bangga padaku," gumam Lilik sembari memainkan gantungan kunci itu.
Sedangkan di sisi lain,intan baru saja selesai ikut serta dalam proses pemakaman nenek temannya itu.karena melihat sanak saudara Vira ternyata banyak yang datang satu persatu,hal itu membuat intan memilih pulang.
Menurut nya dengan kehadiran sanak saudara Vira membuat ia tidak khawatir pada teman nya itu,awalnya dia takut Vira terlarut dalam kesedihan sehingga ia ingin menghiburnya.namun,dengan kedatangan keluarga itu sudah sangat menghibur Vira.
"Vir,gue pulang,ya?Lo yang sabar,harus ikhlas,oke." Intan memberi sedikit semangat untuk temannya itu.
"Harus gitu pulang sekarang,gak nginep dulu," tawar Vira seakan tidak menyetujui kepulangan intan.
"Ia,gue harus pulang.gue gak bisa nginep,anak gue gak bisa gue tinggal.apalagi Lo tau bapak gue kayak gimana,dia gak bakal ngizinin gue buat nginep rumah Lo," jelas intan membuat Vira mengangguk mengerti.
"Hm,gue ngerti,kok.hati-hati,gue gak bisa anter lo.gak enak sama tamu," ucap Vira.
"Ah,gak masalah.gue bisa pulang sendiri,jangan sedih harus tetap semangat menjalani hidup," ucap intan lalu memeluk erat Vira.
"Sama-sama.Gue pulang dulu, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Selesai memberi semangat dan sedikit kata-kata mutiara agar temannya itu tidak sedih.akhirnya intan pulang,awalnya ia ingin naik taxi namun karena sangat lama menunggu akhirnya dia memilih naik ojek.
Kebetulan ojek tersebut adalah teman bapak nya sehingga membuat dia berani untuk naik sepeda motor itu.
"Aduh,darimana,neng?" tanya bapak itu setelah memberikan helm pada intan.
"Dari rumah temen,pak.nenek nya meninggal jadi aku kesana," jelas intan.
__ADS_1
"Oh,begitu.ini mau ke restoran atau langsung pulang atau mau ke tempat lain?" tanya pak Syawal.
"Langsung pulang aja,pak."
"Oke.lest go."
Mereka melaju dengan kecepatan sedang,namun karena hari telah sore membuat jalan yang mereka lalui sering macet,itu terjadi karena banyak nya karyawan yang baru pulang dari kantor.
"Yah,macet lagi,pak," keluh intan saat motor itu berhenti untuk sekian kalinya.
"Sabar,neng.maklum udah sore,banyak yang pulang kerja jadi macet terus."
Sementara itu mobil yang di kendarai oleh baja baru saja berhenti tepat di samping motor yang di naikin oleh intan.entah sudah di takdir kan atau sebuah kebetulan,mata baja tiba-tiba melihat ke arah jendela sedangkan intan yang tengah duduk miring itu Masi menunduk.
"Apa macet lagi?" tanya baja.
"Ia,tuan."
"Inilah yang aku tidak suka dengan agenda ku yang selalu kau rangkum.sudah berapa kali aku bilang,aku ingin pulang jam empat sore tapi kenapa kau selalu membawaku pulang jam lima sore?lihat,macet dimana-mana!" omel baja pada satria.
"Ini semua tidak terjadi,jika anda serius mengerjakan pekerjaan anda tuan."
"Oh,apa kau sedang menyalahkan ku?" ucapnya tak senang.
"Bukan begitu,tuan," sanggah satria agar bosnya itu tak salah paham.
"Sudahlah,kepala ku pusing berdebat terus dengan mu."
Sementara pengendara masing-masing jenuh terhambat macet,namun di sisi lain ada penjual keliling yang merasa beruntung melihat kemacetan itu.mereka memanfaatkan momen itu untuk menawarkan dagangannya.
__ADS_1
Berkat suara penjual yang mulai berisik, membuat intan mendongakkan wajahnya tepat berhadapan dengan kaca mobil milik baja dan pada saat itu pula baja yang tengah kesal sedang melihat kearah jendela mobilnya.alhasil terlihat lah wajah wanita yang ia cintai dan membuat ia terpana hingga lupa berkedip.
"Apa ini halusinasi?tapi sepertinya tidak.lihat,dia tersenyum kearah ku dan dia juga bergerak.aku harus turun untuk memastikan nya!Ani,ku mohon jangan robohkan keyakinan ku!!"