
"Apa Adam sudah sembuh?" tanya Vira saat melihat intan telah masuk kerja.
"Alhamdulillah,udah."
"Maaf,ya,kami gak bisa jenguk.lo tahu sendiri hubungan kami dengan bokap Lo gak baik," sahut Nisa
"Gak,apa-apa,kok.lagi pula Adam hanya sakit biasa," balas intan.
"Syukurlah,kalau begitu."
Setelah obrolan singkat itu,mereka kembali bekerja.melayani tamu dan memberikan hidangan yang mewah adalah makanan sehari-hari yang intan jalani,namun semua itu terasa nikmat saat ia berhasil menerima upah yang sepadan.
"Ah,gak terasa udah siang aja.waktunya kita istirahat dan makan siang," ujar Vira kegirangan.
"Akhirnya gue bise melepas penat dan dahaga," ucap Nisa.
"Ia.hari ini rame banget,aku harus ambil porsi yang banyak nih,biar perut ku kenyang gak keroncong lagi," timpal intan sembari memberikan piring pada dua temannya itu.
"Sikat,Tan.mumpung Masi komplit,nih," usul Nisa.
"Pokoknya piring ku hari ini harus jubung," canda intan.
Kini tiga cewe itu telah duduk di pojokan ruangan itu.selama bekerja di sana mereka sangat bersyukur karena memiliki bos yang sebaik Lilik yang memberikan waktu istirahat dan makanan pada mereka,padahal biasanya jika kerja di restoran sangat susah untuk di beri makanan lezat.
"Ah,kenyangnya.tiap hari makan begini gue bisa gemuk,nih," ucap Nisa meletakan piring kotornya.
"Baik,banget,ya,bos kita.anak buahnya tiap hari di beri makanan enak," puji intan.
"Ia,udah baik,ramah pula.idaman banget tuh pak Lilik," timpal Nisa sambil mencolek intan.
Mereka tahu bahwa temannya yang satu itu menaruh rasa suka pada bos mereka.intan dan nisa berharap bahwa Vira akan memperjuangkan cintanya meskipun status bos nya itu duda.
"Kalian ngapa ngelirik-lirik gue.gue gak peduli pak Lilik baik apa engga,gue gak ada urusan," cetus Vira seakan kesal di ledekin.
"Ah,masa.entar di tinggal kawin nangis lagi di pojokan," ledek Nisa.
"Gue gak yakin kalau di tinggal kawin Vira nangis doang,kemaren aja dengar gosip gue mau di lamar bos aja pingsan,apa lagi kalau beneran nikah,bisa hilang kewarasan nih bocah," timpal intan.
"Ingat kejadian itu,bulu kuduk gue merinding.dia ingin lenyapin Lo,tan.sungguh cintanya sebesar itu sama bos,salut gue," ujar Nisa memberikan dua jempol pada Vira.
"Itu dulu sekarang gak lagi.sekarang gue dah sadar.gue ngerti,cinta gue gak pantes untuk cowok yang gak tahu rasa menghargai!" ketus Vira.
"Kalian bertiga,cepat bersihkan ruang VIP!" ucap Lilik tiba-tiba membuat tiga perempuan itu terkaget-kaget.
__ADS_1
"Kira-kira bos dengar obrolan tadi gak,ya."
Begitulah yang di pikirkan oleh tiga perempuan itu.tapi melihat pancaran mata bos mereka mulai kesal,akhirnya mereka bergegas melakukan hal yang di perintah Lilik.
Saat mereka telah sampai di ruang VIP,baru mereka berdebat mengenai obrolan beberapa waktu lalu.
"Tuh,bos denger gak,ya,pembicaraan kita," celetuk Nisa sambil menyapu ruangan itu.
"Gak,tahu.coba deh Lo tanya Vira," usul intan membuat Vira menatap nya kesal.
"Lo,kok,tanya gue!" ketusnya.
"Kan,Lo bilang semua yang di alami pak Lilik Lo tahu," balas intan.
"Kan,hati kalian berdua terpaut.bagai kancing dan baju," sambung Nisa.
"Tau,ah,basi!" ketus nya.
"Hahahaha."
Tawa dua temannya.mereka heran dengan ke bucinan yang Vira miliki dulu,entah kemana hilang rasa bucin itu sehingga Vira yang sekarang sangat cuek dan jutek.
"Kalian,udah selesai!" cetus Lilik tiba-tiba.
"Baiklah,sekarang pergi ke dapur siapkan makanan yang spesial.jangan,lakukan kesalahan karena ini tamu ku.sebelum makanan di hidangkan lebih baik kalian cek terlebih dahulu,pokoknya tidak boleh ada kesalahan sekecil apapun.kalian mengerti!" pinta Lilik panjang lebar.
"Kami mengerti,pak!"
"Bagus.sekarang cepat kembali ke dapur!"
Tiga wanita itu mematuhi permintaan Lilik,setelah menyelesaikan ruangan VIP kini ketiganya bertempur di dapur untuk menyediakan pesanan bos nya itu.
"Akhirnya,Lo datang!apa kabar?" sambut Lilik melihat tamu nya telah datang.
"Gue,baik.ini restoran yang Lo maksud?" tanya nya mulai sedikit obrolan.
"Ia.bagus bukan,gue seneng banget karena bos Austin kasih kepercayaan gue untuk pegang restoran ini.padahal gue hanya supir biasa tapi dia bisa kasi kepercayaan gue untuk ngurus nih restoran," jelas Lilik.
"Jelas percaya lah.secara orang tua Lo udah lama kerja dengan dia," balas nya.
"Ia,juga,sih," ucapnya tak semangat.
"Lo kenapa?kayak ada kekhawatiran gitu."
__ADS_1
"Restoran ini mau bos Austin jadiin hadiah untuk temannya,gue sedih karena restoran ini tidak jadi milik bos Austin," curhat Lilik.
"Gue,ngerti.lo takut kalau bukan lo lagi yang ngurus restoran ini?"
"Ia.bukan masalah uang yang gue dapet,tapi banyak kenangan yang terjadi di restoran ini.gue kayak sayang banget Ama restoran ini, rencananya gue mau beli nih restoran.eh,malah bos austin kasi ke temennya," jelas Lilik sedikit sedih.
"Mana tahu temen yang bos Austin maksud itu Lo," candanya.
"Pret.sejak kapan majikan dan babu temenan," ucapnya ketus.
"Ya,siapa tahu."
"Gak,usah bikin otak gue ke gr an,Ar," ucapnya tak senang.
"Hahahaha.nih,gue jauh-jauh gak di suguhi makanan," sindir nya.
"Sebentar lagi,makanan nya Masi di masak.maka nya jika mau kesini jangan dadakan," omelnya.
"Bukan Arya namanya jika tidak membuat orang lain repot," bangga nya.
"Lo ini berbeda jauh sama sepupu Lo yang juragan itu,pantas saja si juragan itu lebih sukses dari Lo."
"Emang apa beda nya aku dengan dia?"
"Semuanya beda.dia lebih banyak kelebihannya sedangkan Lo yang super gak bisa di atur dari kecil hingga tua bangka seperti ini,gimana ceritanya Lo mau ngalahin dia," jujur Lilik.
"Dia udah kalah,istrinya mati.dia sekarang stress kayak orang kehilangan akal,Lo tahu dia sekarang udah terjun ke dunia gelap," bisik Arya di kalimat terakhir nya.
"Maksud Lo,mafia!" bisik balik Lilik.
"Ia,gila bukan.gue di hajar nya habis-habisan beberapa tahun lalu," cerita Arya sembari mengangkat kakinya.
"Emang Lo yang bunuh istrinya?" tebak Lilik penasaran.
"Bukan.dia mendatangi gue karena gue pernah kerja sama dengan raya.gue hampir melecehkan istrinya demi upah yang di janjikan wanita itu," lanjut Arya.
"Oh,gue tahu.itu terjadi waktu Lo butuh uang untuk bayar hutang Lo itu.oh,pantes Lo bisa lunasin secepat itu ternyata Lo dapat uang dari raya," terang Lilik seakan tahu seluk-beluk kisah Arya.
"Nah,itu Lo pinter."
Sedangkan di bagian dapur, hidangan baru saja jadi.kini waktunya mengantar makanan itu keruangan vip.
"Intan,Lo aja yang ngantar!" seru Vira yang sibuk mencuci piring kotor.
__ADS_1
"Ashiap!" sahut intan semangat.