Istri Juragan

Istri Juragan
Janda


__ADS_3

"Dududu,tet tet tet ttetetet!" senandung itu terdengar dari bibir mungil intan yang sedang mendorong makanan menuju ruangan VIP.


"Semoga saja makanan nya enak dan lezat sesuai lidah tamu,bos.jika,sampai dia tidak suka tamatlah riwayat kami." batin intan sebelum tangannya mengetuk pintu.


Tok!tok!tok!


Tangan nya telah mengetuk pintu tiga kali,kini dia tinggal menajamkan pendengaran nya untuk mendengar sahutan dari dalam.


"Masuk!"


Meski samar,namun intan dapat mendengar suara itu.merasa sudah di persilahkan,dengan segera intan membuka pintu itu dan membawa makanan.


"Lama,sekali!hampir temanku itu merajuk dan ingin pulang," omel Lilik dengan suara pelan.


"Lama darimana,bos?ini udah durasi masak yang paling cepat kami lakukan.kalau mau cepat lagi bos tinggal beli robot yang dapat mengerjakan sesuatu dengan kecepatan yang bos mau!" jawab intan membuat Lilik mendengus kesal.


"Sepertinya aku telah memanjakan kalian,sehingga kalian mudah sekali menjawab perkataan ku!" ketus Lilik.


"Ah,bos sensitif banget.gak boleh marah-marah bos nanti cepat tua!" balas intan.


"Udah.kamu pergi sana,mumpung temen ku di toilet," usir Lilik mengibaskan tangannya sebagai isyarat mengusir.


"Lah,emang kenapa kalau saya berjumpa dengan teman bos?" bingung intan.


"Dia suka janda kembang seperti kamu.nanti kalau dia macam-macam aku tidak bisa menolong mu.tapi kalau kamu mau bertemu dia silahkan saja," dusta Lilik.


"Beneren.ya sudah saya pergi bos,ini makanan nya hidangkan sendiri saja!" takut intan langsung lari tanpa sadar menutup pintu dengan keras.


"Hey!susun dulu makanan di atas meja!" pekik Lilik namun intan tidak mendengar kan nya sama sekali.


"Ada apa?" tanya Arya yang baru muncul dari toilet.


"Ada janda," asal Lilik.


"Janda.janda pirang kah,mana?" antusias Arya sembari matanya jelalatan.


"Giliran janda aja,Lo cepet!" omel Lilik melayangkan bantal sopa ke arah Arya.


"Nah,tuh Lo tau."

__ADS_1


"Gak usah bahas janda.mending Lo cobain masakan andalan di restoran ini," ucap Lilik meletakan makanan satu persatu di atas meja.


"Hem,harum.tapi aroma nya bukan dari makanan melainkan dari janda itu," ujar Arya.


"Jangan coba-coba deketin dia,bapak nya galak!" peringatan itu keluar dari mulut Lilik.


"Beneran.kok,aku jadi makin penasaran sama janda itu.emang namanya siapa?" tanya Arya penasaran.


"Suzana!" canda Lilik sembari tersenyum.


"Gue serius.jangan bilang Lo suka sama dia sehingga mempersulit gue untuk kenal tuh janda," tebak Arya.


"Enggak tuh,gue emang duda tapi selera gue gadis perawan," sanggah Lilik. " Nama dia adalah intan." lanjut nya.


"Intan.lain kali aku akan bertemu dengan dia."


"Sudah,ayo makan.nanti kalau udah kenyang Lo segera cabut dari sini," canda Lilik.


"Kampret Lo!" umpatnya.


Sedangkan di sisi lain,baru saja terjadi pertempuran hebat.siapa lagi yang melakukan nya selain pasukan baja yang baru saja membumihanguskan musuh yang ingin melumpuhkan dia.


Hari ini dia kesal sekai,karena ada salah satu dari anak buahnya yang berkhianat.dia sengaja masuk bergabung dengan baja hanya untuk memata-matai dan ingin mencari kelemahan baja.


"Kejadian ini membuat ku memperketat kalian,aku akan mengawasi kalian!jika sampai aku tahu bahwa ada penghianat di antara kalian!maka siap-siaplah melihat garis keturunan kalian musnah di tangan ku!" ancam baja lalu menendang tangan musuh yang telah terpotong itu.


Tidak berkutik dan juga menunduk patuh itulah yang dilakukan oleh anak buah baja.sedangkan satria hanya mampu menghela nafas untuk menghalau emosi nya yang ingin meledak-ledak.


"Bubar!aku muak melihat kalian!" usirnya dengan suara dingin.


Tidak ada yang membuka suara,semuanya bubar tanpa berani bersuara sama sekali.bahkan mereka menjaga langkah kaki mereka agar tidak terdengar.


Sedangkan baja memilih pulang ke rumah, pikirannya saat ini sangat kusut,dia ingin segera mungkin tiba di rumahnya untuk sekedar beristirahat dan melihat ombak pantai dari balkon kamarnya.


"Masya Allah,akhirnya kamu pulang,nak," celetuk ratu yang melihat kedatangan baja.


Langkah kaki baja terhenti sebentar,ia mengamati wajah ibunya.lalu pandangan nya mengarah pada seorang gadis yang sedang duduk anggun di ruang tamu.


"Ets!mau kemana?" ucap ratu menahan lengan baja saat baja ingin meneruskan langkahnya.

__ADS_1


"Kamar!" balasnya singkat.


"Kok,ke kamar,sih.ikut emak dulu,emak mau kenalin kamu dengan anak teman emak," ucap ratu tersenyum senang,sesekali melirik tamunya.


Baja menghembuskan nafas kasar,dia dapat menebak apa yang ratu inginkan.pasti emaknya itu ingin menjodohkan nya lagi.


"Udah,kenal." Baja melepaskan tangan ratu dari lengannya.


"Benarkah?mumpung kalian udah kenal,lebih baik mengobrol.biar lebih mengenal lagi,kamu gak keberatan,kan,puja jika baja mengobrol dengan mu?" ucap ratu.


"Enggak,Tante," balasnya tersenyum semanis mungkin.


"Tapi,aku yang keberatan.aku ingin istirahat,emak saja yang melayani tamu emak itu!" ketusnya lalu segera pergi dari sana.


"Baja!kamu gak boleh gitu!" jerit ratu kesal. "Maaf,ya,cantik.anak Tante emang begitu," sungkan ratu pada puja.


"Ah,gak apa-apa,Tante."


"Astaga,kamu ini cantik sekali.tante yang perempuan saja terpesona melihat senyuman mu apalagi laki-laki," pujinya.


"Ah,Tante bisa aja."


Suara pintu tertutup rapat dan tidak lupa terkunci dengan cepat itu tejadi saat baja baru saja tiba di kamarnya.saat pertama kali masuk ke dalam kamar seperti biasa matanya akan di suguhkan oleh foto Ani yang berukuran besar.


Melihat sang pujaan hati yang sedang tersenyum,membuat hatinya menghangat.inilah tujuan pulang ke rumah,hanya untuk ke kamar dan melihat wajah cantik sang istri.


"Sayang,tunggu aku.sudah dua tahun,rasa nya aku sangat rindu padamu."


Tidak ingin terlarut kembali dalam kesedihan dan penyesalan membuat baja melangkahkan kaki ke arah balkon.terpaan angin berhembus di wajah tampan nya,pandangan nya tidak teralih pada ombak di pesisir pantai entah apa yang sedang ia pikirkan.


"Aku tidak menyangka,hidupku akan hampa tanpanya.padahal ia hanya beberapa bulan di sisi ku tapi mampu membuat kesan sedalam ini."


"Tuhan,apakah kau benar-benar ada?apakah kau benar bisa mengubah apa pun?jika engkau bisa membuat dia hidup kembali maka aku akan bersujud padamu."


Tak lama handphone di sakunya bergetar.dia segera mungkin merogoh saku nya dan melihat siapa yang mengirim pesan padanya.


"Hallo,sobat.ingat besok pertemuan kita,karena kau memintaku menentukan lokasinya.maka esok hari kita akan bertemu di restoran milik ku,ingat datang lah saat makan siang."


"Ternyata Austin.aku sangka ucapan ku barusan langsung di notif oleh tuhan."

__ADS_1


__ADS_2