
Akhirnya satria berhasil menemukan majikan nya,ternyata baja telah mengambil posisi yang paling dekat dengan jendela.mungkin baja ingin mengetahui lebih jelas apa yang mereka lakukan di dalam sana.
"Ternyata benar dugaan pak Burhan,mereka akan minum alkohol dan berjoget ria.ini akan bagus untuk kita melumpuhkan mereka," ucap pelan baja.
"Kita tunggu mereka hingga teler,baru kita mengepung mereka," usul satria.
"Tidak.kita akan menyerang saat warga telah beristirahat,aku tidak mau warga tahu perkelahian ini.aku tidak peduli mereka teler atau tidak,yang jelas mereka akan tetap mati dan kalah di tangan ku," dingin baja membuat satria terdiam.
Tak lama baja merasakan handphone miliknya bergetar di dalam saku celananya,ternyata itu sebuah pesan yang masuk dari salah satu anak buahnya.
Satria melihat sekilas senyum licik yang terpancar dari tuannya setelah membaca isi pesan itu,jiwa penasaran satria mulai bangkit dia ingin segera bertanya untuk mengetahui apa pesan itu.
"Nanti saja aku ceritakan,yang jelas salah satu rencana kita telah berhasil," ucap baja seakan tahu satria ingin bertanya padanya.
Mendengar penuturan baja,membuat satria bungkam dan tidak bertanya lagi.
Sedangkan suasana di dalam berjalan dengan semestinya,pesta yang di selenggarakan oleh raya berjalan dengan baik itu terlihat dari kedatangan tamu yang di undang nya,hanya beberapa tamu saja yang tidak datang.
"Hallo ladies,apa kamu Masi mengingatku?" sapa atena teman kuliah raya.
"Ah,atena.kamu datang juga,tapi,seperti nya aku tidak mengundang mu," bingung raya terkejut dengan kehadiran atena.
"Aku di undang,jika tidak mana tahu aku jika di sini ada pesta.oh,ya,kamu apa kabar?" jelasnya.
"Hehehe,mungkin aku sedikit mabuk jadi lupa jika aku mengundang mu.kabar ku baik,kamu apa kabar?" tanya balik raya meski Masi ragu mengenai undangan itu.
"Aku baik,tapi tidak dengan hatiku.hati ku kesepian sejak kepergian Dia," tuturnya membuat senyum raya langsung memudar.
Atena adalah teman salah satu di bangku kuliahnya,dulu wanita di depan nya ini juga menyukai Miko mantan kekasihnya.
Bahkan waktu raya telah resmi pacaran dengan Miko,atena nekat terang-terangan memperjuangkan cintanya dan mencoba merebut Miko dari raya.
"Ah,jangan khawatir aku tidak berhasil memilikinya.bukan kah tuhan maha adil,dia mengambil Miko agar salah satu di antara kita tidak ada yang memiliki nya," ucap nya membuat hati raya mulai geram Dengan atena.
"Jaga mulutmu!jangan merusak pesta ku!" tegas raya dengan suara tertahan agar tamu tidak mendengar nya.
"Aku tidak berniat mengacaukan pesta mu,aku kesini hanya ingin berbicara padamu," balasnya.
__ADS_1
"Bicaralah,lalu pergi dari sini!" titah raya.
"Sebaiknya kita pergi ke balkon atas,aku tidak bisa membicarakan nya di sini karena suara disko itu lebih nyaring dari suara ku," tutur atena.
Tidak banyak babibu raya segera melangkah duluan untuk menuju balkon atas,rasanya dia ingin segera menyelesaikan urusan nya dengan atena agar wanita itu segera pergi dari pesta nya.
"Sekarang kamu sudah bisa bicara,katakan lah,aku tidak punya banyak waktu meladeni mu," desak raya sembari melipat tangannya.
Bibir atena belum terbuka untuk membalas ucapan raya,namun tiba-tiba raya merasa ada seseorang yang membekap nya mengunakan kain yang telah di beri obat bius,alhasil dia pingsan.
"Akhirnya aku berhasil menyerahkan rubah betina ini pada kalian,bawalah dia pada tuan kalian," titah atena.
"Terimakasih nona telah membantu kami."
Senyum baja semakin merekah saat dia melihat dari jauh bahwa atena telah pergi,itu berarti atena telah berhasil mengerjakan tugasnya dengan baik.
"Satria bawa beberapa pasukan untuk melumpuhkan penjaga yang berjaga di belakang,ingat gunakan panah bius agar mereka pingsan lalu bawa mereka ke markas," jelas baja.
"Baik tuan muda."
"Begini,kah,wajah yang membunuh Ani dan engkong," cibir baja yang melihat wajah raya yang masi tak sadarkan diri.
"Ambil air es,bangunkan mereka!" titah baja lalu kembali duduk di bangku kebesaran nya.
Byur.
Musuh yang awalnya pingsan akhirnya terbangun karena hawa dingin yang baru saja membasahi wajah mereka.saat membuka mata mereka kaget karena telah terikat dan di tawan oleh pasukan baja.
"Lepaskan aku!berani kalian melakukan ini padaku!" jerit raya.
"Apa yang harus kami takutkan pada wanita mura*Han seprti mu?" ledek satria lalu di sambut dengan tawa kawanan nya.
"Brengs*ek kau satria,jika aku lepas.tidak akan ku biarkan kamu tetap hidup!" bentak nya.
"Apa kau yakin bisa lolos?kau yakin akan tetap hidup saat berada di tangan tuan kami,percaya diri sekali kamu!" ledek lagi satria.
"Kalian tidak bisa membunuhku,ingat jika aku mati orang tua ku tidak akan mengampuni kalian," ancam raya lagi.
__ADS_1
"Aku takut," ejek Satria lagi,dan selalu di sambut dengan tawa renyah dari bawahan nya.
"Orang tuamu,apa yang kamu maksud ini?" tanya baja lalu membuka tas yang telah berisi kepala manusia.
"Tidakkkkk!" jerit raya melihat jejeran kepala keluarga nya yang tersusun rapi di depan matanya.
"Pembunuh,kau membunuh semua keluarga ku hiks ... hiks ... kau penjahat!pria gila!" umpatnya.
"Kau sendiri yang memulai pertumpahan darah ini,jika kamu tidak memulai pembunuhan maka aku tidak akan membalas nya," terang baja.
"Kau sungguh bia*dap,teganya kau membunuh keluarga ku hiks ... hiks ... ."
"Jangan menangis,sebentar lagi kamu akan sama seperti mereka," sahut satria.
"Dengan cara apa aku membunuhmu?aku ingin kau mati lebih mengerikan dari istriku maupun engkong ku," ucap baja sembari menikmati wajah raya yang pucat pasi itu.
"*Perkosa saja!"
"Mutilasi saja tuan!"
"Jadikan umpan mancing hiu kita,tuan!"
"Berikan itu sebagai hadiah Tiger anda,tuan*!"
Begitulah usul dari teriakan anak buah baja, sepertinya mereka semangat untuk membunuh raya.mereka juga tidak rela atas kematian dua orang majikan mereka,mereka ingin raya mendapatkan Kematian yang lebih mengerikan dari apa yang dia lakukan pada istri juragan mereka.
"Sepertinya aku punya ide yang bagus,hahahhaha ... " imbuh baja dengan tawa menyeramkan.
"Dasar gila!" umpat raya lalu mencoba melepaskan ikatan tali itu.
"Yeah,aku memang gila jika kamu masi hidup.tapi,setelah kamu mati aku akan kembali waras," balas baja.
"Hahhaha."
Tawa baja di susul oleh anak buahnya,meski tawa mereka membahana namun hal itu tidak membuat anak buah Tito dan Tito sekalipun terbangun.mungkin baja mengunakan obat bius yang berdosis tinggi.
"Mari kita mulai permainan nya," ucap baja membuat hati raya gemetar seketika.
__ADS_1