
Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, Orkes baru saja dimulai. Area depan panggung bahkan semakin ramai oleh para pemuda dan bapak-bapak yang terlihat asik bergoyang mengikuti irama lagu.
Namun ada satu hal yang membuat mamak Sri geram bukan kepalang. Mayang sedang bernyanyi dan bergoyang diatas panggung. Entah hanya kebetulan atau disengaja, Mayang menjadi salah satu biduan di orkes tersebut.
Beberapa orang pemuda serta pria beristri mulai naik keatas panggung, mereka berjoget dengan membawa beberapa lembar uang untuk diberikan kepada sang biduan. Ada yang dengan sengaja menempelkan uang itu di p4h4, b0k0ng, bahkan ada juga yang menyelipkanya di belahan d4d4.
Sutris melirik sekilas ke arah mamak yang terlihat geram sekaligus malu. Namun Sutris hanya mampu diam tanpa bisa berbuat apapun, sepertinya pria itu takut akan menghancurkan pesta adiknya, atau justru takut akan mempermalukan keluarganya.
"Tik." Seseorang mamanggil dengan keras dari arah samping Tutik.
Suara keras dari speaker orkes tentu membuat Tutik tidak mendengar jika hanya dipanggil dari jarak jauh.
"Kang Sugeng..?" Tutik tersenyum lebar mendapati Sugeng berada di hadapanya.
Tutik sudah tidak melihat perban yang melingkar di kepala bahkan lengan Sugeng. Ternyata secepat itu pria ini sembuh.
"Kang Sugeng sudah sembuh?" tanya Tutik dengan mata berbinar.
"Iya alkhamdulillah.. kamu kok sendiri, Bima mana?" Sugeng bertanya dengan suara fuul power.
"Bima ada sama Mamak." jawab Tutik dengan tidak kalah kerasnya.
"Kang Sugeng sudah makan?" Tutik kembali bertanya.
__ADS_1
Sugeng menggeleng, "Belum."
"Ayo, aku antar ambil makanan.. atau mau aku ambilkan saja, Kang Sugeng tunggu disini?"
"Aku ikut aja Tik. Disini terlalu berisik."
Sugeng dan Tutik bergegas menuju meja prasmanan, setelah mengambil cukup makanan, Tutik mengajak Sugeng untuk makan di dalam rumah. Karena di luar terlalu berisik dan penuh orang.
Sedangkna di dalam rumah hanya ada para tetangga yang sibuk membantu, di ruang tamu di gelar karpet untuk duduk para tamu atau keluarga dekat.
"Yang nyanyi di atas panggung tadi bukanya calon istrinya Sutris ya Tik?"
"Iya kayaknya Kang, Aku juga gak tau. Uda lupa sama mukanya, gak penting soalnya Kang."
Sugeng terkekeh, mendengar jawaban Tutik. Mana mungkin Tutik bisa melupkaan wajah wanita yang sudah merebut suaminya begitu saja. Jelas Tutik ngarang.
"Ih apaan sih Kang? mana mungkin aku belum move on."
"Baru cerai 1 tahun aja sudah berani deket-deketan sama laki-laki Di rumah mantan mertuanya lagi, gak punya malu!"
Merasa sedang disindir, Tutik dan Sugeng menoleh bersamaan kearah sumber suara. Ternyata Endang berdiri dengan bersedakap dada disana.
"Apa kamu bilang? eh Ndang, emang urusanya apa sama kamu, kalau aku mau deket-deketan sama laki-laki. Gak ada masalah kan? asal bukan lakimu aja yang aku deketin. Gak usah usil deh jadi orang! lagian masalahnya dimana aku cerai uda setaun kan? terus gimana tuh sama Masmu yang masih beristri malah berani-beraninya tidur sama perempuan lain? lebih parah mana?" Tutik mulai emosi.
__ADS_1
"Ya wajar kali Mbak, kan laki-laki. Mau punya istri 2,3,4. Sah-sah aja. Jadi ya gak ada salahnya kalo masku selingkuh, lagian situ gak pinter ngerawat diri sih." sambung Endang.
"Oh.. jadi gak masalah ya Ndang, kalo laki-laki punya istri 2,3, sampe 4? semoga suami kamu juga kaya gitu ya Ndang. Soalnya aku lihat-lihat kamu juga gak pinter ngerawat diri sih." Tutik tersenyum miring, mengejek Endang.
"Eh jaga ya Mbak mulut kamu kalo ngomong! dasar janda gatel!" Endang yang emosi akhirnya memilih untuk pergi meninggalkan Tutik dan Sugeng.
Tidak lama kemudan mamak Sri datang dan melihat Sugeng sedang duduk lesehan di atas karpet dengan Tutik. Sontak mamak Sri menghampiri.
"Eh Dek Sugeng.. sudah lama datangnya? kok duduk disini, tidak duduk di depan saja?"
"Di depan berisik Mak. Kalo disini nyaman." ucap Sugeng.
"Oh ya sudah, sudah makan dek sugeng?"
Belum sempat sugeng menjawab, mamak Sri sudah kembali berbicara.
"Eh Tik, kenapa kau diam saja. Cepat ambilkan makanan untuk dek Sugeng ini." perintah mamak kepada Tutik.
"Kang Sugeng sudah makan Mak. Ini piringnya saja masih disini Mak." Tutik menunjuk dua piring kotor bekas makan dirinya dan Sugeng.
"Loh sudah makan rupanya? kenapa kau tak bilang sama aku kalau Dek Sugeng datang Tik?"
"Lupa aku Mak, kan Mamak lagi sibuk nyambut tamu di luar."
__ADS_1
"Ah tidak sibuk aku Tik. Ya sudah aku ambilkan cemilan saja ya, Dek sugeng tunggu saja disini ya, jangan kemana-mana. Jangan buru-buru pulang, nanti Tamani Mbak nyambut tamu di luar ya."
Alamak!