Istri Juragan

Istri Juragan
Rencana Baru


__ADS_3

Badan yang bergetar dan air mata yang bercucuran deras itu lah yang terjadi pada ani.setelah mengetahui isi surat itu Ani menangis sedih hingga dalam waktu sekejap matanya mulai membengkak.


Sedangkan Wiwit dia diam mematung entah apa yang ia pikirkan,yang jelas saat ini dia juga sedih terlebih melihat Ani yang menangis pilu di sampingnya.


"Yakinlah Allah bersama kita,kita akan melewati semua ini bersama-sama," bisik Wiwit memeluk Ani.


"Kenapa?kenapa,wit?kenapa aku terus di uji seperti ini?kenapa banyak orang jahat di sekelilingku?kenapa orang yang aku sayangi satu persatu meninggalkan aku?kenapa!apa aku perempuan si*Al,sehingga orang sekeliling ku terus mati karena aku?!" ucap Ani marah pada dirinya.


"Ini bukan salah mu.tapi,ini adalah bentuk Rahmat yang Allah berikan padamu.kamu itu sangat baik sehingga Allah yakin kamu bisa melewati semua ini," nasehat Wiwit agar Ani mengerti dan hatinya tenang.


"Jika begitu aku akan menjadi orang jahat agar Allah tidak menguji ku lagi," balas Ani.


"Ingat Ani ini adalah dunia,apa kamu tidak mengetahui nabi Muhammad bagaimana allah menguji hidupnya dan keluarganya?jika ujian mu di bandingkan dengan apa yang dialami nya itu tidak ada apa-apa nya?berbahagialah karena kamu Masi di pedulikan oleh tuhan mu," jelas Wiwit.


"Wit,isi surat itu Masi terekam jelas dalam otak ku,bahkan kalimat yang tertulis menari-nari dia atas kepalaku.aku sangat membenci orang itu,suatu hari nanti aku akan membalas perbuatan mereka," ucap Ani tanpa peduli dengan nasehat Wiwit barusan.


"Jika kalian telah membuka surat ini,itu berarti aku telah tiada di dunia ini.jangan tanyakan kemana aku pergi atau mencoba mencari jasad ku karena itu tidak akan bisa kalian temukan dalam waktu dekat ini.kalian berdua harus lebih berhati-hati,orang jahat itu sedang membuat jebakan untuk membunuh kalian aku berharap kalian berdua selamat dan melaporkan kejahatan mereka pada juragan atau polisi."


Begitulah surat yang di tulis Lasmi,mungkin karena dia takut dan cemas dia memilih menulis secara singkat dan padat isi surat itu.ada nya surat itu sudah menjadi suatu peringatan tersendiri untuk Ani,dia berencana akan sesegera mungkin pergi dari rumah itu.


"Wit,kita harus pergi dari sini.kamu adalah teman satu-satunya yang aku miliki,sebelum ada korban yang berjatuhan lagi lebih baik kita kabur dari sini.aku tidak ada yang terbunuh lagi,wit.aku tidak mau!" tekad Ani membuat Wiwit menganggukkan kepala dan memeluknya dengan erat.


Malam telah berganti dengan terik matahari yang mulai naik di permukaan bumi.seperti yang mereka rencanakan kini tiga orang itu telah menekuk lutut di hadapan tuan mereka.


"Semua telah kami kerjakan dengan baik, wanita itu telah mati," lapor orang itu.


"Bagus,kerja yang bagus," sanjung Tito menepuk pundak tiga orang itu satu persatu.

__ADS_1


"Kalian semua harus mencontoh mereka,meski kemarin mereka telah melakukan kesalahan tapi hari ini mereka membuat ku bangga.mereka berhasil mengerjakan misi yang sulit dari aku berikan," ucap Tito di sambut tepuk tangan meriah dari anak buah nya.


Semakin berbangga diri lah tiga orang itu atas sanjungan dan bisik-bisik pujian di ruangan itu.mereka semakin semangat untuk mengerjakan misi lagi agar semakin mendapat banyak pujian dan di segani oleh teman-temannya.


"Untuk rencana selanjutnya,ini sepertinya tidak mudah.namun sesuai dengan imbalan yang akan kita terima.misi nya ada dua,satu pembunuhan dan satunya pencurian.aku harap kalian berhasil melakukannya dan tidak mengecewakan ku."


"Kami akan melakukan yang terbaik untuk anda!!" ucap mereka serentak membuat Tito tersenyum senang.


Setelah melakukan pertemuan itu,anak buahnya telah bergerak sesuai posisi masing-masing.sedangkan Tito kembali menemui raya untuk memberitahu kabar gembira itu.


Orang yang ingin Tito temui itu ternyata Masi tidur di atas ranjang empuk miliknya.kasur yang empuk dan nyaman itu tidak membuat nya damai l,malah ia bercucuran keringat dan gelisah hingga memiringkan badan ke kiri dan ke kanan.


"Apa yang terjadi?" gumam Tito yang melihat keanehan pada raya.


"Hey,bangun!" seru Tito menepuk pelan pipi raya.


"Tidak!!" pekik Raya tersadar dari mimpi buruknya.


"Apa kamu bermimpi hantu lagi?" tebak Tito sembari menyodorkan segelas air di hadapan raya.


Sebelum menjawab pertanyaan Tito,raya terlebih dahulu meneguk air itu hingga tandas dan lalu mengatur nafasnya.


"Ia.kali ini aku di kejar dua hantu wanita,mereka menangkap ku lalu mencekek leher ku sehingga dada ku rasanya sesak dan aku tidak bisa bernafas," cerita raya.


"Makanya jadi wanita jangan terlalu jahat," ledek Tito lalu tersenyum miring.


"Aku muak melihat senyum jelek mu itu," ketus raya memandang sengit kearah Tito.

__ADS_1


"Hahaha.aku menganggap itu suatu pujian untuk ku," balas Tito tertawa renyah.


"Dasar gila.mau apa kamu pagi-pagi buta ke kamar ku?" tanya raya lalu menyibakkan selimut di tubuhnya.


"Aku ada info bagus.si Lasmi itu telah mati lalu dia masuk ke alam mimpi mu dan ia bekerja sama dengan wanita tua itu untuk mengejar mu dan mencekek lehermu,hingga kamu mati di alam mimpi," ledek Tito lagi yang langsung mendapatkan lemparan bantal dari raya.


"Berhenti berbicara soal mimpi ku.mimpi ku tidak ada hubungannya dengan mereka!" tegas raya semakin sebal pada Tito.


"Ya jelas ada,bukan kah kamu yang menyebabkan mereka mati?"


"Tapi kamu yang membunuhnya bukan aku.seharusnya kamu yang mereka hantui bukan aku!" sanggah raya sambil berdecak pinggang.


"Mereka takut jatuh cinta pada ku sehingga mereka menghindar dari wajah tampan ku," ucapnya Tito membuat raya mual seketika.


"Pret.Aku tahu kamu kemari bukan karena itu saja,tapi ada yang lain," ucap raya mengalihkan topik pembicaraan.


"Dua hari lagi kita akan membunuh musuh bebuyutan mu.rencana sudah tersusun rapi," jelas Tito membuat raya senang hingga memeluk nya.


"Berarti sedikit lagi rencana kita akan berhasil," balas raya yang kini telah duduk di pangkuan Tito.


"Kamu benar.anak buah ku juga telah berpencar mencari surat berharga di rumah ini,jika mereka berhasil maka seluruh harta warisan milik keluarga baja akan jatuh di tangan kita," lanjut Tito sembari menatap wajah raya.


"Semoga mereka berhasil sebelum baja kembali kemari.aku berharap perempuan itu mati dengan begitu anaknya tidak bisa menjadi ahli waris dan juga aku akan menjadi wanita cantik satu-satunya di desa ini,hahahaha."


"Kamu sangat cantik sekali jika tersenyum begitu,aku jadi gemas padamu," puji Tito menghempaskan tubuh raya ke kasur empuk itu.


Kegiatan yang selanjutnya hanya mereka yang mengetahui nya.

__ADS_1


__ADS_2