Istri Juragan

Istri Juragan
Takbir Masa Lalu 1


__ADS_3

"Pak?" panggil Tini pada Karno yang sedang berbaring memunggungi nya.


"Hem," balas Karno berdehem.


"Menurut bapak,ibu ini jahat atau tidak?" tanya Tini serius sehingga Karno secepat mungkin merubah posisinya.


"Maksud ibu?" tanya balik Karno tak mengerti.


"Selama ini bapak tahu,bahwa ibu sedang berbohong.kebohongan itu sudah hampir dua tahun,apa reaksi dia jika mengetahui keberadaannya?" muram Tini sembari memainkan ujung sarung bantal.


"Jangan bicarakan hal itu,anggap aja peristiwa itu tidak pernah terjadi," ucap Karno sedikit kesal.


"Jika tidak pernah terjadi mana mungkin dia bisa masuk ke dalam kehidupan kita berdua.kita tidak bisa berbohong terus-menerus,pak,kebenaran pasti akan muncul di masa depan," jelas Tini.


"Jadi sekarang ibu mau nya gimana?ibu mau jujur sama intan.terus kalau anak itu nanya tetang keluarga kandung nya ibu mau jawab apa?kita tidak tahu dia itu siapa dan berasal dari keluarga mana," pungkas Karno.


"Tapi,ibu merasa bersalah dengan semua ini.ibu merasa setiap kali melihat intan,ibu merasa manusia jahat karena selama ini membohonginya," sedih Tini.


"Ibu gak usah mikir terlalu jauh.selama ini dia kita rawat dengan baik seperti anak kita sendiri,kita memenuhi kebutuhan nya,kita bertanggung jawab atas dia.kita tidak sejahat itu buk," jelas Karno.


"Tapi,jika suatu hari dia tahu kebenaran nya.lalu dia membenci kita,terus apa yang harus kita jelaskan padanya,pak?" tanya Tini lagi.


"Tidak ada yang perlu kita jelaskan.cukup kita ceritakan bagaimana kita menemukan dia,urusan dia mau percaya atau tidak itu hak dia," balas Karno.


"Ia.menemukan intan di malam itu adalah suatu keajaiban di hidup ku,pak.tidak sia-sia kita melewati jalan itu dan menjadi orang pertama yang menemukan intan."


Flashback


Suatu malam Tini dan Karno pergi ke suatu warung makan,kebetulan warung makan itu terletak di sekitaran sawah dan berada agak jauh dari penginapan mereka berdua.


Pulang dari makan nasib apes menimpa keduanya,mobil yang mereka kendarai Monggok di jalanan yang lumayan sepi,alhasil keduanya pulang dengan jalan kaki sembari mengomel.


"kamu,sih,gak di cek dulu mobilnya.lihat kita harus jalan kaki begini," omel Tini.


"Loh,kok aku sih yang salah.jelas-jelas kamu,coba tadi kamu gak ngajak makan di warung pasti kita Masi bersenang-senang di vila.mana ngajak nya dadakan,lihat tuh mobil rusak gara-gara aku gak cek mobil karena kamu main ayok aja," oceh Karno balik.


"Pokoknya kamu yang salah.honymoon apaan ini,bikin kesel aja.gimana mau jadi dedek bayinya kalau mood ku rusak begini," kekeh Tini.


"Astaga wanita satu ini sangat susah untuk mengakui kesalahan."

__ADS_1


"Emang aku gak salah,kok," ketus nya.


"Baik lah aku yang salah.jangan lurus lebih baik kita lewat jalan tikus itu," usul Karno.


"Kamu yakin.gelap itu jalanan nya,mana banyak rumput lagi dan yang terpenting sangat berbahaya karena ada sungai,siapa tahu jalanan nya licin bisa-bisa kita akan jatuh ke sungai," tolak Tini.


"Tidak.aku pernah lewat sini sama teman ku.kamu tahu di sana banyak kunang-kunang,ada air terjun juga,pokonya cantik deh," bujuk Karno.


"Ini udah malem ngapain pergi kesana.air terjun itu cakep nya kalau di lihat siang hari,kalau malem mah serem," protes Tini.


"Selain pemandangan bagus di sana ada jembatan sederhana penghubung desa ini dengan desa yang ada penginapan kita,ini jalan paling dekat ke arah vila kita," jelas Karno lagi.


"Seterah kamu deh,aku udah capek ini.mau cepat-cepat sampai ke vila untuk istirahat," keluh Tini.


"Oke kalau begitu,kita lewat jalan ini," ucap Karno sembari menautkan tangannya ke tangan Tini.


Meskipun usia mereka tak muda lagi,namun perilaku romantis Masi mengalir pada keduanya.mereka tetap melakukan hal-hal yang sering mereka lakukan saat pacaran,meski tidak kunjung memiliki anak namun perasaan cinta di hati mereka tidak berkurang sedikit pun.


"Sejuknya,angin di sini kuat banget," ucap Tini sedikit kedinginan.


"Namanya juga hawa pedesaan jadi bawaan nya sejuk,adem,damai.berbeda di tempat kita tinggal," balas Karno.


"Sebenarnya aku suka.tapi,tubuh ku selalu masuk angin gak bisa beradaptasi dengan hawa di sini.padahal ini bukan pertama kalinya kita ke desa," curhat Tini.


"Jangan macem-macem,aku capek ingin istirahat," ancam Tini.


"Nolak suami itu dosa!" ucapnya mengingat kan.


"Memaksa istri itu juga dosa," balas Tini tak mau kalah.


Akhirnya keduanya sedikit lelah,sehingga memilih bungkam.namun di saat pertengahan jalan ada yang aneh,keanehan itu sedikit membuat keduanya takut.


"Sayang,itu apa?manusia atau buaya atau hantu," tanya Tini mulai gemetar ketakutan.


"Hantu itu gak ada.yang ada itu cuma jin yang membuat ilusi,sekarang coba kita tutup mata sambil baca ayat Alquran," saran Karno dan Tini langsung menurutinya.


"Sayang,Masi ada," takut Tini yang kini telah berada di belakang Karno.


"Kalau Masi ada berarti itu bukan ilusi jin.ayo,kita dekati," ajak Karno.

__ADS_1


"Gak,ah,aku takut," tolak Tini cepat.


"Kita gak akan tahu jika terus berdiri disini.kamu gak usah takut kan ada aku," ucap Karno agar istrinya tenang.


"Oke,kita kesana.tapi kamu yang di depan," usul Tini.


"Baiklah."


Keduanya mulai mendekati sesuatu yang berwarna hitam itu.semakin dekat maka semakin pula mata mereka melihat itu dengan jelas.


"Sayang,Sepertinya wanita pingsan," bisik Tini.


"Ia,kita harus memeriksa keadaan dia," usul Karno mempercepat langkah nya begitu pula Tini.


"Astaghfirullahalazim,dia kenapa,sayang?" tanya Tini kaget.


"Mungkin dia jatuh," tebak Karno.


"Ayo kita bawa dia keatas,lihat,kakinya Masi terendam di air sungai," Titah Tini namun Karno tidak menanggapi sehingga Tini langsung menoleh pada sang suami.


"Loh,kamu kok malah bengong," geram Tini.


"Sayang,sepertinya ada yang mau kemari.mereka sedikit ramai,feeling ku mengatakan dia orang jahat.kamu jangan bertanya dulu,kita harus bersembunyi sebelum mereka datang kemari," titah Karno lalu mengendong perempuan pingsan itu dan memberi kode Tini agar mengikuti langkahnya.


Mereka memilih untuk bersembunyi di balik rerumputan yang gelap dan mengintip sedikit.perkiraan Karno benar,memang ada kawanan pria yang datang.


"Aku lihat orang tadi di sini."


"Mungkin kau salah lihat."


"Lanjutkan perjalanan,kita harus kembali ke markas untuk memberi tahu bahwa bangkai wanita itu telah di temukan.wanita itu telah mati!"


Akhirnya setelah menunggu beberapa menit akhirnya kawanan itu benar-benar hilang.saat merasa keadaan telah aman baru lah Karno keluar dari persembunyian nya.


"Apa orang itu ada hubungan nya dengan wanita ini?" tanya Tini.


"Itu tidak penting yang terpenting sekarang kita cek keadaan dia,apakah wanita ini masi hidup atau telah mati?" balas Karno.


"Masi hidup,sayang," lega Tini.

__ADS_1


"Alhamdulillah,kalau begitu lebih baik kita bawa dia ke rumah sakit besar," usul Karno.


"Oke,aku akan memanggil ambulance nya,"


__ADS_2