Istri Juragan

Istri Juragan
Teman Pria


__ADS_3

Tanpa terasa waktu cepat berlalu kini Adam menginjak usia tiga tahun.intan sangat bersyukur ternyata Tuhan memberikan energi lebih padanya,sehingga bisa membesarkan Adam tanpa suami di sisinya.


Bocah tiga tahun itu sangat berbeda dari anak biasanya.adam sangat lancar bicara dan otaknya lebih suka berpikir dahulu lalu bertindak,intan menduga jika anaknya itu menurun dari suaminya.


"Adam,jangan main jauh-jauh nanti bunda gak lihat."


Saat ini intan berada di sebuah taman kanak-kanak.ini adalah tempat favorit anaknya,mungkin karena ia sering mengajak Adam kemari membuat anak itu menyukai taman ini.


"Ini untuk bunda,sini adam pakaikan ke bunda."


Anak itu baru saja memetik bunga,entah dari mana ia memetik intan tidak mempersalahkan nya.intan menurut ia mensejajarkan tingginya agar sama dengan Adam,lalu anaknya itu menyelipkan bunga berwarna merah itu di telinga nya.


"Wah,bunda cantik sekali."


Adam kegirangan karena senang bunda nya semakin cantik karena bunga yang ia berikan itu.dia gemas hingga mencium sekilas pipi intan dan lalu kembali bermain.


"Adam!lihat,om bawa apa?"


Suara pria yang tak asing di telinga intan membuat ia langsung menoleh mencari sosok pria itu.dan dugaan nya benar temannya ada di sini dengan beberapa kresek di tangannya.


"Om,Vito.tunggu disana,super hiro akan datang."


Adam semangat menyambut kedatangan vito.dia berlari kencang dan langsung memeluk kaki vito.tidak menunggu lama anak itu kini telah berpindah di gendongan Vito.


"Om,bawa apa?"


"Adam gak boleh gitu,gak sopan."


Intan segan dengan temannya itu,meski baru berteman beberapa tahun lalu Adam sudah sedekat itu pada Vito hingga tanpa sungkan meminta ini itu pada Vito.


"Kamu jangan gitu,ini aku bawa memang untuk Adam.ayo,sini kita makan sama-sama."


Layaknya keluarga utuh mereka memakan martabak manis itu dengan Adam di tengah-tengah mereka.mungkin jika orang lain yang melihat itu,pasti mereka mengira bahwa mereka adalah keluarga kecil yang baru membangun rumah tangga.


"Bagaimana kabar mu?beberapa hari ini seperti nya kita jarang bertemu."

__ADS_1


Vito memiliki usaha bengkel tepat di depan restoran.biasanya intan akan singgah saat selesai makan di warteg ataupun lepas dari Masjid.namun,beberapa hari ini keduanya tidak bertemu sama sekali.


"Aku sibuk."


Jawab singkat intan.sebenarnya ia sengaja melakukan hal itu agar Vito tidak terlalu dekat padanya,dia takut di Antara mereka mulai tumbuh perasaan yang tidak di inginkan yang mungkin saja akan menimbulkan jarak bagi kedua nya.


"Oh,begitu.apa Adam jadi kamu sekolahkan paud?" Vito sengaja mengalihkan topik pembicaraan,dia tahu intan tidak nyaman dengan pembicaraan sebelum nya.


"Masi dalam rencana."


"Bunda,Adam mau sekolah.adam bosen di rumah ngumpulin telur terus."


Karena selama intan bekerja,Adam lebih banyak di bawah asuhan tini.tini yang memiliki ternak ayam kerap kali membawa Adam ke kandang ayam untuk mengumpulkan beberapa butir telur untuk di jual ataupun di makan.


"Tapi,kamu suka,kan,bantuin nenek.buktinya setiap bunda pulang kamu selalu kotor."


"Itu karena Adam tidak ada kerjaan,makanya bunda sekolah kan Adam biar ada kerjaan."


Pintar sekali anaknya itu bicara.sumpah demi apa pun intan tidak pernah mengajari Adam berceloteh seperti itu.tapi,anak nya itu entah berguru dengan siapa sampai intan saja kadang bisa terkejut sendiri.


"Nanti,ya,bunda daftarkan."


Dengan mengatakan itu Adam sebahagia itu,anaknya itu memang sulit di tebak.intan dan Vito menemani adam bermain hingga waktu telah berganti sore yang mengharuskan mereka pulang.


Meski rengekan sebagai penolakan Adam.namun,tidak merubah intan untuk tetap membawa anak itu pulang.intan mengendong adam dia tahu anaknya itu pasti cemburut.tapi,demi membuat anaknya lebih disiplin akhirnya intan tidak memperdulikan hal itu.


"Aku akan mengantar kalian pulang,naiklah."


Intan tampak ragu untuk naik.dia terdiam sejenak dan berkelut dengan pikirannya.


"Kenapa?apa kau takut aku menculik mu?" heran Vito Karena intan Masi belum bergeming dari tempatnya.


"Bukan,begitu."


"Kalau begit cep_hujan."

__ADS_1


Ucapan Vito terpotong karena hujan yang mendadak turun.vito membuka pintu mobil dan mempersilahkan intan masuk.


"Kenapa hujan?padahal cuaca aman-aman saja."


"Ternyata bukan cuaca saja yang cepat berubah,tapi juga hati?"


"Maksudnya?"


"Ia.hati kamu pada ku,kenapa tiba-tiba menjaga jarak.padahal,aku tidak melakukan kesalahan.bukankah hal ini sama dengan hujan yang tiba-tiba turun sore ini."


Intan tak menjawab penuturan Vito barusan,dia takut jika meladeni lebih jauh Vito akan mengungkapkan isi hatinya.bukan intan ke PD an atau apa,tapi menurut dua temannya dan juga orang tuanya.mereka merasa bahwa Vito memiliki rasa lebih dari teman padanya.


Tak berselang lama akhirnya mereka telah tiba.dari dalam mobil dapat dilihat bahwa Karno dan Tini telah menanti kedatangan mereka.saat mengetahui ada mobil yang datang tentu saja keduanya merasa lega,apalagi mereka sangat tahu mobil siapa itu.


"Alhamdulillah mereka datang,seandainya satu menit lagi intan belum juga pulang mungkin ibu akan menyusul mereka,pak."


Tini begitu khawatir,dia takut sesuatu yang buruk terjadi.dia akan risau jika keadaan hujan deras apalagi berpetir dia sangat tahu betul bahwa cucu nya itu takut semua itu.


"Kalian darimana saja?kenapa lama sekali pulang,kamu bilang akan pulang jam empat sore,lihat ini sudah jam berapa?"


Karno sangat kesal,di saat dia masi cemas seenaknya saja intan tersenyum tanpa dosa di hadapan nya.mungkin Karno salah pengertian intan tersenyum hanya untuk mencairkan suasana namun Karno malah mengomeli nya.


"Maaf om lama.tadi Adam sedikit rewel saat di ajak pulang,belum lagi tiba-tiba hujan.perjalanan sedikit memakan waktu karena hujan,saya tidak berani melaju di saat seperti ini."


Vito menjelaskan apa yang terjadi dengan harapan agar Karno dapat memaklumi nya.dia tidak mungkin diam saja saat intan di marahi seperti tadi.


"Nak,Vito terimakasih sudah mengantar intan.hari sudah gelap,bukan maksud ibu ingin mengusir tapi ibu tidak enak hati membawa kamu masuk.ibu tidak mau kalau nanti ada fitnah yang tidak mengenakan.nak,Vito paham apa maksud ibu,kan."


"Iya,bu.kalau begitu saya pamit undur diri dulu."


Semua mata melihat pergerakan mobil itu.setelah benar-benar menghilang baru mereka memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.


"Kenapa ada dia?kamu tidak membohongi bapak,kan.kamu bilang hanya pergi ke taman,tapi kenapa pergi berdua pulang bertiga.kalian tidak janjian,kan."


Pria paru baya itu Masi kurang puas dengan penjelasan yang baru saja ia dengar.dia Masi mengungkapkan keganjalan di hatinya.hal itu tentu saja membuat intan cemberut,apa bapaknya tidak lihat anak nya itu Masi tertidur dalam gendongan nya.apa dia tidak bisa menahan diri dengan membiarkan intan meletakan Adam dulu baru bertanya lebih jauh.

__ADS_1


"Kami tidak sengaja bertemu.aku juga tidak tahu kenapa dia ada di sana." Singkat padat dan masuk akal semoga bapaknya itu mau menerimanya.


"Dia itu memiliki tujuan lain intan,jika kau mau menerimanya ladeni dia hingga dia membawa keluarganya ke rumah ini.jika kamu tidak mau maka ciptakan jarak di antara kalian."


__ADS_2