Istri Juragan

Istri Juragan
Bukan Dia


__ADS_3

Dua mata intan sejak tadi melekat pada pantulan dirinya di sebuah cermin.dia menatap dirinya sambil sesekali memegang dadanya yang sejak pagi ini telah berdebar-debar.


"Intan!"


Suara karno barusan mengangetkan intan yang tengah berada di kamarnya.tidak ingin membuat kericuhan di pagi hari membuat intan sesegera mungkin keluar untuk memenuhi panggilan sang bapak.


"Ada apa,pak?" ucapnya saat telah berada di ruang tengah.


"Kamu cepet sarapan,bapak hari ini gak bisa antar kamu!" ucap Karno yang telah mengenakan jaket kesayangan nya.


"Emang bapak mau kemana?" tanya intan.


"Bapak ada job dadakan dari pak RT,jadi hari ini gak bisa antar kamu," balasnya.


"Kenapa gak ngomong dari awal?kalau tau begini mending aku pergi lebih awal," omel intan tidak lupa dengan wajah cemberut.


"Semalam bapak mau kasi tahu kamu,tapi kamu udah ngorok."


"Sebel dengan bapak!!" rajuknya.


"Udah berantem aja terus,nih udah mau siang biar semuanya terlambat kerja!!" sahut tini membuat intan tersadar lalu bergegas ke dapur untuk sarapan.


Dengan langkah secepat mungkin intan bergegas mengambil ransel nya dan tidak lupa berpamitan pada ibuk nya,sedangkan Karno telah pergi terlebih dahulu.mengetahui hal itu membuat intan semakin kesal pada bapak nya itu.


"Ini semua gara-gara bapak.lihat,belum kerja saja aku udah keringatan begini.bisa muntah nih pelanggan jika mencium bau asem dari tubuhku," gerutu intan saat telah sampai di terminal bus.


Sementara itu baja baru saja menggerutu kesal saat lampu merah menghentikan mobil mewahnya,padahal ia sedang terburu-buru ke suatu tempat.karena rasa kesal itu ia meninju kaca mobilnya hingga meninggal goresan keretakan.


"Wanita itu!apa mataku telah rabun?tidak mungkin Dia!Ah,mungkin aku hanya berhalusinasi."


Dari retakan di kaca mobilnya samar-samar baja seperti melihat sosok wanita yang ia cintai,namun karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat membuat baja kembali meninju kaca itu hingga keretakan kaca hampir menyeluruh.


"Tuan,tangan anda berdarah!apa perlu kita ke rumah sakit?" ucap satria sopan.


"Tidak perlu.lanjutkan perjalanan nya!"


Berada di posisi dua orang yang sangat berpengaruh membuat supir mobil hanya mampu menelan ludah beberapa kali.dia juga berusaha mengontrol detak jantung nya dan juga tubuhnya yang mulai gemetar karena merasa takut pada dua orang itu.

__ADS_1


"Rasa sakit di tangan ku ini menyadarkan ku bahwa yang aku lihat barusan bukan Dia.jika aku tidak tersadar pasti aku akan membuka pintu mobil ini dan berlari ke stasiun itu sambil menangis memanggil namanya,sungguh konyol jika itu terjadi dan di lihat banyak orang."


Sementara di stasiun bus intan juga memperhatikan deretan mobil yang berhenti itu.dia menggeleng pelan saat pengendara mulai ricuh karena tak sabar ingin melaju setelah lampu berubah hijau.


"Dasar tidak sabaran!" gumam intan.


Tak lama bus yang ia tunggu akhirnya tiba dan ia bergegas masuk ke bus itu.saat ini dirinya hanya pasrah karena jam masuk kerja telah lewat beberapa menit lalu,semoga antasanya tidak memarahi nya.


"Intan mana,sih?kenapa dia gak nongol juga?apa dia tidak tahu bahwa tuan Austin mau berkunjung kemari?kita bisa kurang tenaga jika intan gak masuk!" panik Vira.


"Gak tahu tuh,bocah.apa jangan-jangan Adam sakit lagi,makanya dia gak masuk?" tebak bisa.


"Semoga saja tebakan mu itu tidak benar." doa Vira.


Seperti biasa jika ada tamu yang sangat penting mereka akan berkumpul dahulu untuk mendengar pidato dari Lilik.


"Apa semuanya telah berbaris?" tanya Lilik yang kini telah rapi dengan setelan resmi nya.


"Udah,sayang!" sahut perempuan yang iseng membuat semua yang mendengar langsung bersorak padanya.


"Sudah,sudah,sudah!.jangan ada lagi suara,kali ini ada hal penting jangan ada yang bercanda seperti tadi!" tegas Lilik.


"Cakep dari hongkong.masi cakep mantan gue dari pada pria paru baya itu!" ketus Vira di sambut dengan suara cekikikan Nisa.


Tak lama Lilik memulai pidato nya,dia memberitahu mengenai hal apa saja yang harus di lakukan para koki dan juga pelayan.tidak lupa dia juga meminta agar semua nya berkerja dengan sebaik mungkin agar tidak terjadi kesalahan sekecil apa pun.karena Lilik ingin semuanya dilakukan sebaik mungkin.


"Maaf semuanya aku terlambat!" ucap intan dengan nafas ngos-ngosan.


"Huuuuuuuu!"


Keriuhan itu di tunjukan pada intan.intan hanya menunduk malu karena mendapat sorakan dari rekan kerjanya.merasa kasihan melihat intan Lilik akhirnya meminta semuanya diam dan mempersilahkan intan untuk masuk ke barisan.


"Emang,ya.kekasih gelap akan di beri perilaku khusus."


"Berapa seronde,neng?Abang juga mau."


"Ah,paling lebih murah dari harga ayam.gak murah gak laku,bos."

__ADS_1


Intan hanya mampu mengucap istighfar di dalam hati.perkataan menyakitkan seperti itu telah biasa ia terima di sekeliling nya,meski sakit namun ia berusaha untuk tidak terbawa emosi.


"Memangnya mulut cowo di sini lebih lembut dari Ikan lome,lemes banget melebihi perempuan!" sahut Vira geram mendengar temannya di hina.


"Jangan-jangan bukan bibirnya aja yang lemes masa depan nya juga ikut lemes,percuma dong luar maco tapi bibir sama barang pusaka lembek!" timpal Nisa sambil senyum mengejek.


"Lo bilang barang gue lemes,sini punya Lo gue bikin robek hingga melebar seperti goa!" geramnya tersulut emosi.


"Males gue main sama Lo,entar punya gue kudisan!" balas Nisa tak mau kalah.


"Emang nih cewe mau gue kasi pelajaran,ya!" ucapnya ingin menghampiri Nisa namun di tahan oleh temannya.


"Kenapa semua jadi ribut begini?apa kalian tidak ada sopan santun pada saya?dimana letak Adab kalian,saya ini atasan kalian seharusnya kalian itu menghargai saya!" tegur Lilik yang jenuh ada keributan seperti ini.


Sunyi tidak ada suara lagi.semua masi memendam emosi masing-masing.mereka hanya saling melirik dengan tajam.


"Nisa dan Kelvin tidak usah di satukan.bisa hancur dapurku untuk perang jika mereka bergabung," titah Lilik.


"Intan dan vira kalian bekerja seperti biasa,kalian cukup mengelap meja dan mengepel lantai.sisanya pergi ke dapur untuk mempersiapkan hidangan untuk tuan Austin!" lanjut Lilik.


"Ada yang protes dengan keputusan saya?" tanya Lilik menunggu jawaban.


"Tidak!" ucap mereka tak bersemangat.


"Baiklah jika begitu Bubar!" titah Lilik tanpa memperdulikan wajah masam dari para kokinya.


Sesampainya di dapur semuanya rata-rata protes karena menurut mereka Vira dan intan bekerja sangat mudah,namun berbeda dengan pekerjaan yang mereka lakukan sangat berat dan penuh dengan konsekuensi.


"Andai aku bisa servis pak lilik pasti hidup ku di permudah seperti intan."


"Gaya berhijab tapi malam ngangkang di ranjang bos,dasar murahan!"


"Gak usah iri dengan sesuatu yang gak bener.entar ada masa nya si intan itu gak di pake lagi,kita tunggu saja momen ia di tendang dari restoran ini!."


Bugh!


Nisa sengaja meletakan seekor ayang dengan membanting nya di atas meja,tidak lupa pula setelah nya dia langsung memotongnya dengan kasar sehingga suara pisau itu sangat mengerikan di telinga koki yang tengah mencela intan.

__ADS_1


"Sebaiknya hentikan pembicaraan yang tidak bermutu itu,sebelum nasib kalian sama dengan ayam ini!" ancam Nisa membuat para perempuan itu bubar tanpa suara.


__ADS_2