Istri Juragan

Istri Juragan
Membawa Kembali


__ADS_3

,"Ibu,bapak!"


Bagaimana perasaan anda bila beberapa waktu lalu Masi melihat kedua orang tua anda sehat dan tersenyum pada anda,lalu saat anda pulang mereka telah tergeletak dan bergelimang darah?hancur,bukan!begitulah perasaan yang intan rasakan.


Dengan perlahan dia merangkak mendekati ke duanya dan menangis histeris.tidak peduli dengan bajunya yang ikut terkana darah ia terus memeluk tubuh keduanya dengan erat.


"Ya,Allah apa yang terjadi,buk,pak?jawab intan,Bu,pak!jangan diam saja!siapa yang melakukan hal ini?" racaunya karena kesedihan mendominasi membuat intan tak sadar bahwa ada dua mata elang yang sedang memperhatikan ia dari belakang.


Meski mustahil rasanya mengharapkan bahwa orang tuanya hanya terluka dan mungkin saja Masi bisa di selamat kan,membuat intan mencoba memeriksa denyut nadi miliknya.namun harapan hanyalah tinggal harapan keduanya telah resmi meninggal dunia dan meninggalkan intan sendirian di dunia ini.


Dia Masi tidak menyangka takdir tuhan secepat ini.dia tidak mengira senyum dan amarah bapak nya malam ini adalah sesuatu terakhir yang ia lihat.jika dia tahu semua ini akan terjadi dia tidak akan pergi meninggalkan keduanya.dia menyesal pergi ke alun-alun dan terus menepis perasaan gelisah yang ia alami.


"Apa Adam baik-baik saja?" intan teringat Adam saat ia membalikan badan ingin menuju kamar Adam ia melihat sosok pria asing di depan nya.


Melihat pria asing di rumahnya di saat kejadian ini membuat otak intan langsung mengarah bahwa pria itu adalah pelaku dari kematian orang tuanya.terlebih baju pria itu penuh dengan noda darah dan intan sekilas melihat belati di tangannya.


"Kau pembunuh?kau membunuh orang tuaku hiks ... hiks ... kenapa??kenapa kau jahat sekali,tuan?dosa apa yang di lakukan orang tua ku sehingga kau membunuhnya?katakan!"


Tanpa rasa takut intan langsung marah pada pria itu dia memukul tubuh kekar itu berulang kali.meski tahu pukulan itu tidak membuat pria itu kesakitan bahkan tidak bergeser dari tempatnya.


"Aku membencimu!" makinya kelelahan karena kehabisan tega memukul tubuh pria itu.


"Ikutlah dengan ku!" ajaknya membuat intan langsung menatap tajam ke arah pria itu.

__ADS_1


"Setelah kau membunuh orang tua ku lalu sekarang kau ingin aku ikut bersama mu.cuih ... aku tidak akan Sudi ikut bersama mu!" dia meludah tepat ke wajah pria itu.


"Apa kau tidak mengenal ku?" tanya nya.


"Tidak.tapi sekarang aku kenal,kau itu adalah penjahat yang telah membunuh ibu bapak ku!" lantang nya.


Dengan Masi menangis sesegukan intan memperhatikan pria di depannya itu,pria itu tersenyum meledeknya dan tak lama berubah menatap tajam ke arahnya.


"Baguslah jika kau tidak mengenal ku dengan begitu polisi sulit mencari identitas ku.kau sangat susah menangkap ku karena tidak mengenali ku!" ucapnya senyum penuh kemenangan.


"Jangan senang tuan.aku memiliki Allah yang melihat segala sesuatu di mana pun dan sekecil apapun.jika kau nilai di sini kita hanya berdua maka yang ketiga adalah Allah,dia adalah sebaik-baik nya sanksi atas kejahatan yang telah kau lakukan!aku yakin suatu hari kejahatan mu itu mendapat balasan yang setimpal!" serunya bukannya takut pria itu malah tertawa.


"Kau ini lucu sekali.apa kau pikir aku takut?itu tidak akan membuat ku takut,nona.sekarang yang harus kau lakukan adalah ikut bersama ku!" ucapnya menarik paksa intan.


Karena takut ada warga yang mendengar,pria itu memilih memukul punggung intan yang mengakibatkan dia pingsan tak sadarkan diri.pria itu lalu memikul tubuh intan layaknya karung beras dan membawa nya menjauh dari permukiman itu dan menuju mobil miliknya yang berada tak jauh dari sana.


"Jalan!" titahnya setelah berada di dalam mobil.


"Tuan,maafkan kami yang datang tidak tepat waktu!jika saja kami datang lebih cepat mungkin kami Masi bisa menyelamatkan dua orang itu!" pungkas satria.


"Karena kalian telah membantu ku menyelamatkan bocah kecil itu aku akan meringankan hukuman atas kelalaian kalian."


Meski mendapat keringanan bukan berarti satria telah merasa aman.ia tahu hukuman yang baja berikan tidak ada yang ringan,semuanya pasti membuat ia mengerang semalaman.

__ADS_1


"Ada satu hal lagi,tuan.kami telah berhasil melacak pelaku pembunuhan itu.kami menemukan dompet yang tergeletak saat kejadian itu,dari dompet itu kami mendapat kan informasi terkait pelaku pembunuhan itu."


"Kerja bagus.aku ingin kau melaporkan secara detail dan tidak terlewatkan sedikitpun.aku yakin pembunuhan ini di lakukan oleh seseorang yang sudah profesional,yang turun di lapangan hanya tikus mainan yang akan di tumbalkan agar pemain sesungguhnya tidak ketahuan.kau mengerti maksudku bukan!"


"Saya mengerti,tuan."


Hingga sampai detik ini satria Masi tidak mengerti dengan tindakan baja.pertama ia tiba-tiba mendadak memerintah sesuka hati untuk membantu nya dan kedua dia membawa seorang gadis.apa tuan nya itu benar telah jatuh cinta lagi?


Tidak ingin berpikir jauh akhirnya satria fokus menyetir tapi matanya sesekali memperhatikan baja yang memanjakan gadis itu.sesekali tuanya itu mengecup keningnya sesekali mengusap pipi wanita itu.


"Apa mata mu sudah bosan di tempatnya?apa perlu aku mencongkel nya untuk diberi pada harimau ke sayangan mu!" tegur baja yang sadar kelancangan satria.


"Tid ... tidak,tuan!"


Akhirnya satria menahan kedua matanya agar tidak melihat spion lagi.dia berusaha untuk menganggap kehadiran baja tak ada,agar ia tidak kepo dengan apa yang di perbuatan baja di belakang sana.


Ternyata kehadiran baja yang pulang membawa seorang gadis bukan hanya membuat satria penasaran namun itu terjadi juga saat para pelayan menyambut kedatangan tuannya.


"Jika emak menanyakan keberadaan ku,bilang saja aku ada di luar kota!" pesan baja sebelum masuk kedalam kamar miliknya.


Saat ini dia membawa intan Kerumah pribadi miliknya.rumah itu sengaja baja bangun untuk persiapan hidup bersama pujaan hatinya.sejak kejadian beberapa tahun silam saat dia pertama kali melihat Ani Masi hidup membuat dia bertekad mempersiapkan segala sesuatu untuk kenyamanan rumah tangga nya kelak.


Dan hari yang telah baja nantikan akhirnya terjadi juga hari ini.dia berhasil membawa Ani ke sisinya meskipun dengan memaksa.tidak peduli wanita itu kenal atau tidak padanya yang jelas wanita itu tetaplah istri nya menurut pandangan matanya.

__ADS_1


"Siapa yang menyuruhmu memiliki wajah yang sama persis dengannya?aku tidak peduli kau itu Ani atau intan.yang aku tahu kau itu adalah istriku yang sama saat empat tahu silam!"


__ADS_2