
"Jangan pura-pura kaget,deh.gue tau Lo udah di pecat bos,Lo sengaja kan gak bilang-bilang supaya ada kesempatan untuk rayu bos agar tidak jadi di pecat.licik banget sih Lo!" tuduh sisi.
"Kamu ngomong apa,sih?aku gak di pecat.emang apa yang telah aku lakukan sehingga di pecat?" ucap intan membela diri.
"Pokoknya yang aku tahu Lo di pecat.kalau Lo mau uji mental silahkan tetap kerja di sini," marah sisi lalu pergi meninggalkan intan begitu saja.
Intan Masi tidak mengerti dengan ucapan sisi barusan,mungkin ia terlalu suka berpikir positif sehingga tidak memahami keadaan yang mungkin saja merugikan dirinya.
"Gimana,nih?aku ke dapur gak,ya.mana perut ku udah keroncongan lagi.tapi,emang aku gak di pecat,ngapain takut sama mereka kalau memang aku benar," gumam intan berkelut dengan pikirannya.
"Pergi aja,deh.lagipula Nisa bilang dia akan menyusul ku," gumamnya lagi mulai melangkahkan kaki kearah dapur.
Awalnya di dapur riuh dan sekitarnya ada beberapa orang tertawa.namun suasana hangat itu berubah membisu setelah intan masuk kedapur.memang disana tidak ramai namun lantaran disana ada Kelvin dan Winda membuat intan mulai membaca istighfar di dalam hati.
"Eh,Lo ngapain?" tegur Kelvin melihat intan yang hendak mengambil piring.
"Makan," ucap intan pelan.
"Lo ngingo.lo udah gak di pake di sini.perlu gue ingetin bahwa Lo udah di pecat,sadar gak Lo!" sarkas Winda.
"Aku gak di pecat,emang apa kesalahan ku sehingga di pecat dari sini?" bela intan.
"Jangan sok polos Lo.mau gue ingetin bagaimana tamu murka karena nasi goreng kampungan Lo itu,gara-gara Lo restoran ini hampir di tutup.setelah membuat ulah dengan seenaknya aja Lo bolos,Lo gak tahu gimana pucat nya wajah bos Lilik menerima kesalahan Lo.Dasar cewek kampungan gak tahu diri!" maki Winda dengan satu kali tarikan nafas.
"Itu semua gak bener,win.kamu salah paham," bantah intan lagi.
"Alah kebanyakan alasan Lo!lihat Lo di sini membuat selera makan kami hilang.lo gak di terima lagi disini Lo udah bukan bagian dari restoran ini.pergi gak Lo," cetus Kelvin dengan tatapan tajam.
"Ia Lo udah di pecat.mau makan di luar sana tapi ingat harus bayar gak bisa gratis!" timpal Winda lagi.
"Win,gue selama ini udah sabar,ya.gue buat nasi goreng itu juga karena Lo yang nyuruh,Lo bilang pak Lilik yang minta tapi kok ujung-ujungnya di hidangkan ke tamu."
"Gue tahu tujuan Lo ngelakuin itu semua agar gue di pecat kan,jahat banget sih Lo jadi manusia," pungkas intan dengan suara tertahan namun masi terdengar beberapa orang.
__ADS_1
"Hey! jangan asal tuduh lo.udah salah fitnah gue pula,Lo yang jahat bukan gue.gaya Lo aja berhijab tapi kelakuan Lo bej*ad," bentak Winda tak lupa mendorong intan.
"Astaghfirullah!" ucap intan tak kala pinggang nya terbentur sisi meja akibat dorongan Winda.
"Gak usah ngucap,deh,jijik gue dengernya.sekarang Lo pilih keluar dari restoran ini dengan suka rela atau mau aku paksa,ha!" bentak Kelvin mencengangkan kedua pipi intan.
"Ti ... dak ... ke ... duanya!" balas intan terbata-bata karena ia susah bernafas.
"Wanita si*Alan!memang minta di hajar dia!" emosi Kelvin lalu melepaskan cengkraman itu dengan kasar sedang kan intan terbatuk karena dadanya sesak.
"Entah mengapa aku sangat membenci pipinya itu.tadi teman mu menamparku,lihat lebam bukan," ucap Winda menunjuk pipinya.
"Seperti nya pipimu akan lebih manis jika mendapat hal yang sama seperti pipiku," lanjut Winda sembari menyingsing lengan bajunya.
Intan hanya diam mendengar perkataan Winda,saat Winda mengangkat tangan nya yang ingin dilayangkan padanya.intan hanya pasrah sembari memejamkan mata,namun sudah sekian detik ia tidak merasakan apapun di pipinya.
"Ternyata kau menganggap remeh,ancaman ku tadi," ketus Nisa yang memegang tangan Winda yang ingin menampar intan.
"Nisa," lirih intan.
"Jangan ikut campur!" bentak Kelvin tak senang dengan kehadiran Nisa.
"Apa??" bentak Nisa tak kalah garang sembari menghempaskan tangan Winda.
"Lo pikir ancaman Lo itu berguna di kupingku," sahut Winda membuat mata nisa langsung beralih padanya.
"Dasar siluman rubah," geram Nisa lalu mendorong Winda hingga terjungkal di lantai.
"Woy,cari ribut Lo sama kami berdua.hari ini gue akan buat Lo jera ikut campur masalah kami," ucap Kelvin.
Arghh!
Suara itu berasal dari Kelvin.Nisa tidak menjawab ucapan Kelvin melainkan langsung menendang harta Karun nya.bunyi dentuman yang terdengar sebagai isyarat bagaimana telur di dalam sana apakah sedikit memerah atau retak atau bahkan pecah,membayangkan semua itu membuat merinding ngilu.
__ADS_1
"Kenapa menatap ku apa Masi kurang,apa perlu tiang penjaga nya aku patahkan?" tanya Nisa sembari berdecak pinggang melihat tajam kearah Kelvin.
"Dan kau kenapa juga menatapku?apa pan*tat mu kurang puas di cium lantai,apa mau tambahan dari ku?" kali ini Nisa menatap Winda.
"Udah,nis.kasihan mereka," nasehat intan.
"Kasihan,kasihan!kamu lupa saat mereka berkata buruk atau bahkan ingin menampar mu tadi,apa mereka kasihan pada mu?sudahlah,jangan berhati malaikat jika menghadapi iblis seperti mereka berdua," omel Nisa.
"Heh,sekarang aku tahu kenapa kamu terus membela intan?ternyata kau kelainan.kau menyukai sesama jenis,makanya berkorban sejauh ini untuk Dia.tapi,wanita murahan dengan gadis sesat seperti mu di satukan seperti nya sangat serasi dalam membangun percintaan," celetuk Winda yang langsung membuat orang sekitarnya berbisik-bisik.
"Oh,ternyata kamu belok.kamu gak doyan cowok,pantas saja kamu sangat bertenaga saat menendang harta Karun ku,rupanya karena kamu tidak menyukai nya sama sekali, hahhaha lucu sekali," ledek Kelvin.
Wajah Nisa berubah sekian detik,volume emosinya naik drastis sehingga bisa meledak kapan saja karena kapasitas yang masuk kedalam telinganya sangatlah panas.mulutnya tidak sanggup lagi membalas ucapan itu saat ini hanya tenaga saja yang masi tersisa untuk segera di luapkan.
Bugh!
Plak!
Bugh!
Plak!
Nisa memukul dua orang itu silih berganti,intan yang ingin menghentikan nya pun tak sanggup karena panggilan nya tidak di hiraukan oleh Nisa.
Sedangkan dua orang itu tak sanggup melawan Nisa karena mereka kalah dari segi kekuatan maupun ilmu bela diri.
"Kenapa kalian diam saja?cepat pisahkan mereka!" panik intan meminta bantuan pada orang di sana.
"Kami tidak ingin ikut campur,lagi pula perkelahian ini sangat seru.tidak seru jika cepat untuk di sudahi."
"Astaghfirullah,ini bukan pertandingan," keluh intan putus asa meminta bantuan pada mereka.
Hingga senyum intan terbit dikala Lilik masuk kedalam dapur,tanpa intan buka suara pasti bos nya itu mengehentikan perkelahian itu.
__ADS_1
"Nisa,hentikan!!"