Istri Juragan

Istri Juragan
Masi Tidak Percaya


__ADS_3

Karena ingin kedatangan tamu penting,membuat restoran itu tidak menerima pelanggan seperti biasanya.mereka sengaja menutup restoran mereka demi kenyamanan bos mereka.


"Tan,Lo udah selesai belum?" tanya Vira.


"Sedikit lagi selesai," sahutnya.


"Lo gue tinggal bentar,ya,soalnya gue mau ke parkiran ambil kunci motor?" panik Vira ketika mengingat kecerobohan nya.


"Yasudah buruan!"


Vira pun pergi,namun setelah beberapa saat dia kembali bersama dengan salah satu koki.hal itu membuat intan bertanya-tanya.


"Tan?" panggil nya lagi kali ini dengan wajah cemberut.


"Apa lagi?" sahut intan mulai kesal Karena di panggil terus.


"Lo ambilin kunci gue dong," pinta nya yang membuat kening intan langsung mengerut.


"Lah,bukannya Lo udah ke parkiran tadi," bingung intan.


"Gak jadi.nih,utusan siluman menghentikan gue," ucapnya kearah wanita di sampingnya.


"Malah ngobrol disini.bos udah nunggu,nih,Lo seneng banget bikin bos nunggu," cetus nya karena Vira saat di minta menemui Lilik malah singgah terlebih dahulu kearah intan.


"Yang minta dia nunggu siapa?lagi pula motor gue lebih penting dari tuh orang,pokoknya kalau Motor gue hilang Lo yang harus tanggung jawab!" omel Vira karena telanjur emosi.


"Lah,kenapa harus gue yang tanggung jawab?" protesnya.


"Ya iyalah.soalnya Lo narik tangan gue waktu di parkiran.gak tau malu banget sih Lo paksa paksa gue menemui bos," ketus nya.


"Udah!gak usah berantem,lebih baik Lo segera pergi menemui pak lilik.biar gue yang ke parkiran," ucap intan menengahi perdebatan itu.


"Makasih ya,Tan."


Akhirnya mereka berjalan kearah tujuan masing-masing.intan melangkah secepat mungkin kearah motor Vira yang terparkir di tempat biasanya.dalam hati dia berdoa agar motor intan Masi ada dan tidak di curi.


"Aduh lemes banget rasanya,mana tadi sarapan sedikit doang.ini udah siang perut udah bunyi aja dari tadi.sabar ya perut aku tahu kamu protes dari tadi aku keluarin tenaga Mulu tanpa ngasi kamu nutrisi.sabar ya,ini kerjaan terakhir lalu setelah nya kita makan," gumam intan yang menahan lapar dan berjalan melewati motor-motor yang terparkir.


Sementara itu,mobil mewah milik baja baru saja terparkir.sebenarnya baja terkejut karena Austin mengajak nya di sebuah restoran yang tidak mewah sama sekali padahal menurutnya Austin itu Sultan tapi membawanya makan di restoran cepat saji seperti ini.

__ADS_1


"Apa alamatnya tidak salah?" tanya baja kurang yakin dengan restoran itu.


"Tidak tuan!" sahut satria.


"Bukankah dia memiliki restoran yang ternama dan mewah-mewah,tapi,mengapa Austin mengajak ku makan di restoran yang berada di pelosok seperti ini," protesnya sudah tidak suka dengan restoran itu.


"Perlu anda ketahui tuan.bahwa restoran inilah yang paling tinggi pendapatan nya dari restoran milik tuan Austin yang lainnya," jelas satria sedikit membuat baja kaget.


"Benarkah.tapi seperti nya makanan disini sangat murah dan dapat di beli oleh kalangan menengah,jika orang kaya pasti tidak mau makan di restoran ini.mana mungkin lebih menguntungkan restoran ini dari restoran elite miliknya," ucap baja sembari terus melihat kearah restoran itu tanpa berniat turun dari mobil mewahnya.


"Mungkin karena makanan di restoran ini enak dan mengenyangkan jadi orang kalangan menengah banyak makan di sini.anda tahu sendiri kalangan menengah lebih banyak dari pada kalangan orang berada," balas satria.


"Apapun alasannya,aku tidak mau makan di tempat seperti ini.kita batalkan saja makan siang dengan Austin," tolak baja gengsi makan di restoran itu.


"Tapi,tuan jika kita tiba-tiba membatalkan nya hal itu akan menyinggung tuan austin.bukankah anda sendiri yang meminta dia untuk memilih tempat untuk makan siang dan anda sudah menyetujui tempat ini dari semalam? rasanya tidak baik jika kita tiba-tiba membatalkan nya," nasehat satria.


"Benar juga.tapi,kau yakin makanan di sini higenis?" tanya baja lagi.


"Tuan akan tahu jika tuan masuk dan melihat langsung restoran itu," ucap satria.


"Semoga aku tidak cacingan makan makanan di restoran ini," keluh baja lalu membuka pintu mobil.


Sementara intan baru saja selesai mencabut kunci dari motor vira.sangat lega rasanya mengetahui motor temannya itu Masi ada di tempat.tanpa intan sadari ada dua mata elang tengah menatapnya dengan sangat lekat.


Perlahan baja memejamkan matanya selama beberapa menit hingga panggilan dari satria membuatnya kembali membuka mata dan tidak menemukan sosok itu lagi.


"Benar-benar gila!" umpat nya.


"Maaf kan ketidak sopan an saya tuan," ucap cepat satria dia mengira umpatan itu di tunjukan untuknya.


"Sudahlah,mari kita masuk!" ajak baja melupakan kejadian barusan.


Sedangkan Intan kini telah berdiri di sebuah warteg yang berada di depan tempat kerjanya.rasa lapar yang menderu membuat dia memilih singgah di tempat itu terlebih dahulu.


"Bang,nasi Padang nya satu.minumnya teh es aja," ucapnya Pada pelayan di sana.


"Siap,Mak janda!" candanya.


Sebagian pelayan di sana cukup mengenal intan karena intan lumayan sering mengisi perut di sana,alasan intan sering makan siang disana agar menghindari mulut bebek yang suka riuh jika ia ikut makan siang di tempat kerjanya.

__ADS_1


"Di ganggu lagi,neng?" tanya buk riya.


"Ah,enggak kok buk," jawab intan cepat.


"Terus kenapa makan di sini?biasa kalau kamu lagi gak enak hati atau di ganggu seseorang kamu akan makan di mari," lanjut lagi buk riya.


"Ah,ibu jangan berpikir negatif.di restoran lagi ada tamu VVIP makanya aku kemari," balas intan sembari mencuci tangan dan langsung menyantap makanan yang baru saja di hidangan kan.


"Awas kalau kamu bohong,entar ibu ceritain ke bapak mu itu.biar yang ganggu kamu di omelin bapak mu," ancam nya.


"Hehehe,ibu bisa aja."


"Ibu tinggal dulu,makan yang kenyang," pamitnya.


"Siap,buk," balas intan.


Sementara itu didalam restoran semua koki dan pelayan di buat heboh dengan kedatangan tamu penting yang lebih awal dari pada pemilik restoran itu sendiri.


"Ayo cepat baris dan rapikan pakaian kalian, jangan lakukan kesalahan sedikit pun di hadapan tamu tuan Austin," instruksi itu berasal dari Lilik yang juga panik mengetahui tamu telah ada di depan restoran.


Hembusan nafas lega keluar dari pernafasan nya,saat pelayan telah berjejer rapi dan tamu belum masuk kedalam restoran.


"Selamat datang tuan!!" ucap mereka serentak.


"Pelayanan yang sangat payah!lelet sekali!" cetus baja membuat semuanya tertunduk.


Tidak ada yang menjawab perkataan baja barusan,mereka hanya mengubur kekesalan dalam-dalam karena mengetahui teman bos mereka sangat angkuh dan sombong.


"Ini semua karena keteledoran kalian,jika sampai tuan Austin marah besar padaku maka kalian juga akan menerima konsekuensinya dari ku," omel Lilik saat baja telah masuk di dampingi asistennya.


"Yang salah tuh intan,pak.kami terlambat karena sibuk cari keberadaan intan,seharunya dia baris di sini.karena susunannya gak rapi makanya tamu bos sakit mata lihat penyambutannya," ujar salah seorang dari mereka.


"Nah,tuh,intan.pantesan gak ada ternyata lagi asik makan nasi Padang toh,gak mikir apa tuh otak nya dia.kita aja dari tadi sibuk sampai gak mikir buat makan,lah,dia enak-enak aja makan," sahut Kelvin lagi.


"Tunggu aja sampai dia udah di sini,habis dia!"


Intan tanpa memiliki firasat buruk apapun terus berjalan kembali ke restoran.sebenarnya tadi dia makan terburu-buru hingga hanya memerlukan waktu 10 menit untuk dia berada di warteg.


"Udah,jangan bikin kericuhan.tamu penting Masi ada,makin hancur jika dia melihat ada perkelahian disini,lebih baik kalian bubar dan kembali bekerja!" titah Lilik.

__ADS_1


"Yah,bapak selalu pilih kasih sama wanita simpanannya!" sahut Kelvin.


"Saya bilang bubar,ya,bubar!" tegas Lilik membuat mereka kesal dan mengumpat Lilik.


__ADS_2