
Perlahan kedua mata intan terbuka.meski kepalanya sedikit sakit namun ia tetap berusaha untuk bangun dan menyenderkan tubuhnya di sisi ranjang.
"Ibu,bapak?" panggilnya setelah mengingat kejadian malam tadi.
Saat matanya terbuka sempurna baru dia menyadari bahwa ia berada di tempat asing.intan berpikir bahwa pria asing itu telah berhasil membawa nya ke sarang nya.
"Ya,Allah apa yang harus ku lakukan?" gumam intan.
Tidak ingin hanya berdiam diri.akhirnya intan memilih turun dari ranjang untuk mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat subuh meski pun ia telah kesiangan.
Setelah sholat ia berdoa dan mengadukan segala masalah yang ia alami kepada Tuhan yang maha esa.dia berharap dengan mukjizat yang Allah miliki ia dapat keluar dari rumah ini.
"Nona,sarapan anda!" ucap salah satu pelayan.
Intan sedikit terkejut karena kedatangan beberapa pelayan.ternyata pelayan itu membawa sarapan untuknya.
"Apa kau tahu sekarang aku ada di mana?" tanya intan.
"Maaf,nona.kami di perintahkan kemari hanya untuk mengantarkan sarapan anda.jika anda ingin menanyakan sesuatu lebih baik anda tanyakan langsung pada tuan muda."
"Seperti nya aku terlalu tergesa-gesa.butuh kesabaran ekstra untuk mengumpulkan info dan juga mengelabui pelayan di sini.aku harap aku lebih sabar untuk meloloskan diri dari sini."
"Benar juga,nanti aku tanyakan sendiri.oh,ya,nama mu siapa?aku ingin mengetahui nya agar aku mudah meminta bantuan pada mu!"
"Nama saya mery."
"Baiklah,mery.mulai sekarang jika aku ada memerlukan sesuatu aku akan memanggil mu kemari."
Intan mulai memainkan perannya,dia duduk dan makan dengan sewajarnya.dia berusaha terlihat baik-baik saja.jangan sampai pelayan tahu dia ini tawanan karena intan tak mau mendapat perlakuan yang buruk dari mereka.
Tak lama pria asing itu datang,hal itu tentu saja membuat nafsu makan yang intan kumpulkan hilang begitu saja.pancaran bola matanya pun berubah saat melihat kehadiran baja.
"Mau apa kau?" sentak nya saat melihat baja duduk di samping nya.
__ADS_1
"Sarapan!" balas nya lalu mengambil piring.
"Apa kau tidak bertanya dulu padaku?apa aku mengizinkan mu ikut makan bersama ku atau tidak?" marah intan.
"Apa perlu ku ingat kan bahkan siapa pemilik rumah ini?pantaskah seorang tuan rumah meminta izin pada tamunya!" balasnya tak mau kalah.
"Jika begitu,biarkan aku pergi dari sini!asal kau tahu tuan aku tidak Sudi menjadi tamu mu dan kau lah membawa ku kemari tanpa permisi!" bentaknya lalu berdiri menuju pintu.
"Satu langkah kau berani melewati pintu itu,maka satu pukulan melayang pada bocah itu!"
Mendengar hal itu membuat intan langsung mengurungkan niatnya dan kini beralih menatap tajam ke arah baja.
"Apa kau juga menculik Adam?jawab!!" bentaknya dengan nada meninggi.
"Oh,jadi anak itu namanya Adam.nama yang bagus!" tuturnya Masi menikmati makanan di hadapan nya.
"Jawab pertanyaan ku,tuan!" kali ini intan mendekati baja dengan geram.
"Apa peduli mu pada bocah itu?" balas baja.
"Apa??bocah itu anaknya aku kira adiknya!tapi dari hasil perkawinan siapa?aku,kan,tidak pernah menyentuh nya.tapi,itu tidak masalah.aku tetap menerima anak itu anggap saja sebagai penembus karena kesalahan ku di masa lalu."
"Jika kau peduli padanya,kau tidak akan meninggalkan dia untuk pergi keluar bersenang-senang di alun-alun kota!"
"Aku tidak menyangka kau mengetahui tetang ku sejauh itu.berarti selama ini kau telah memata-matai ku!"
Baja tidak mengindahkan lagi ucapan intan pria itu masa menikmati sarapan dengan tenang.bosan karena tidak kunjung mendapat informasi lebih dalam membuat intan kesal sendiri.
"Tuan,aku tidak mengenal mu.bisakah kau melepaskan aku dan adam.aku juga tidak tahu apa tujuan mu membawa aku kemari,yang jelas anda telah melakukan kesalahan fatal.anda tahu sendiri aku ini calon istri orang,tidak sepantasnya tuan muda yang terhormat seperti anda menyembunyikan calon orang lain!" oceh intan.
"Jadi kau menerima lamaran bunglon sawah itu?" tanya balik baja dengan raut wajah kesal.
"Namanya Vito bukan bunglon sawah!" ralat intan cepat.
__ADS_1
Mata intan mendelik saat tiba-tiba baja mencium bibir nya.sangking terkejutnya dia sampai tidak bergerak dari tempatnya dan bahkan lupa bernafas.
"Jangan sebut namanya jika kau tidak mau aku melakukan hal lebih dari ini!"
"Ya,Allah apa yang terjadi barusan?kenapa aku gugup begini dan merasakan kehangatan dari cium*an itu.sadarlah intan jangan terbuai dengan perlakuan nya!"
"kenapa??apa Masi ingin ku cium?" tanya baja karena intan Masi terdiam di tempat dan tidak bergeser dari hadapan nya.
"Selain gila kau juga mesum!" ketus intan lalu menjaga jarak dari baja.
"Mau apa kau?" sentak intan saat melihat baja mulai membuka kancing kemeja nya.
"Bukankah barusan kau bilang aku mesum,lalu kenapa heran jika aku tidak mengenakan baju di hadapan mu!" goda baja,sungguh dia sangat merindukan wajah Ani yang takut padanya dan wajah marah yang ia tunjukan.
"Jika mau mesum jangan di sini.mata suci ku akan ternoda!" pekik intan bersamaan dengan baja yang telah melempar baju ke sembarang arah.
"Hahahaha aku tahu kau mengintip lewat cela jari mu.ayolah,jika ingin lihat buka saja matamu tidak perlu di tutup dengan tangan seperti itu.aku ini manusia yang baik hati,kau boleh melihat bahkan menyentuh nya!" rayu baja agar intan tergiur.
Baja sangat mengetahui sifat Ani sedari dulu yang terkesan pemberani dan sangat agresif terhadapnya.kejadian saat malam pertama sangat baja ingat,bagaimana Ani yang tidak takut sama sekali padanya bahkan wanita itu hampir merenggut keperjakaan nya.
"Sial! benar-benar berotot dan erotis.ya tuhan kenapa dia memiliki perut sebagus ini,jika begini iman ku akan goyah!"
Karena sudah merasa gemas akhirnya baja menarik tangan intan dan menjatuhkan nya tepat di dada bidang miliknya,sesaat dia merasa senang dan bahagia karena dapat memeluk kembali pujaan hatinya.
"Ya Allah jika ini mimpi maka jangan bangunkan aku lagi.aku sudah cukup melihat dia kembali ke sisi ku.aku tidak peduli wanita ini memang Ani atau bukan,yang jelas aku merasa dia adalah tambatan hatiku."
Keduanya memejamkan mata menikmati kehangatan dari pelukan yang mereka ciptakan.rasa rindu yang di miliki baja seakan-akan pudar karena telah teratasi dengan kembalinya wanita yang ia cintai.tak peduli resiko yang mungkin akan ia tanggung karena musuh akan mengetahui kelemahan nya.yang jelas baja kedepannya akan berusaha untuk melewati masalah dengan wanita yang ia puja di sisi nya.
"Dasar mesum!!" pekik intan mendorong baja begitu keras hingga pelukan itu terurai.
"Cih ... kau juga menikmatinya,bahkan tangan mu tadi meraba dada ku!" dusta baja.
"Aku tidak merabanya aku hanya menyentuh nya!" ceplos intan langsung menutup mulutnya sedangkan baja tersenyum miring.
__ADS_1
"Kau menyentuhnya!aku tidak terima!karena kau telah berani menyentuh dadaku maka aku ingin juga menyentuh dada mu!" seru baja mulai ingin mendekati intan.
"Kyaa ... apa yang kau lakukan?dasar mesum!" intan melarikan diri ke arah kamar mandi sebelum baja nekat melakukan hal mesum padanya.