
" hei om adakah seorang penculik meminta ijin dulu.....? om bodoh" xixi memiringkan kepala bertanya dengan wajah polos. jengekel dengan ucapan bocah itu, yuan sedikit menunjukan senyum kesal dengan sedikit gigi dan tampak terlihat urat nadi di dahi nya." hei bocah siapa yang kau sebut bodoh (senyum jengkel)" dengan nada sedikit mengejek "ya jelas om lah siapa lagi yang bisa di sebut bodoh di ruangan ini, aku.....? tidak mungkin aku adalah murid tercerdas di kelas ku"
tampak jelas di wajah yuan yang semakin jelas menunjukan urat urat kekesalannya dengan senyum sandiwaranya. " begitu kah ...." tetep terseyum jengkel, ayah xixi yang melihat dan mendengar anaknya dengan brani menentang tuan yuan, mulai merasa hawatir karna telah menyinggung tuan yuan, " maafkan ke tidak sopanan putri ku tuan maaf bicara nya tak sopan" dengan panik ayah xixi meminta maaf atas sikap xixi padanya.
" baik lah tuan gu aku akan membawa putri mu anggap saja aku menculik nya" dengan sombong dan percaya diri yuan meminta, dan dengan senang hati ayah menurutinya. " baik lah tuan yuan terserah kau mau di apakan anak itu" xixi panik dengan apa yang abru saja ia dengar ari mulut ayahnya, " ayahhhhhhh tega nya , tidakkkkkk"
__ADS_1
melihat reaksi xixi yang tidak suka membuat yuan semakin jengkel " diam lah bocah apa kau ingin ku telanjangi dan ku pajang di depan sekolah mu, ku rasa ayah mu tidak akan membantu mu ( senyum penuh kemenangan)". xixi hanya diam dan menutup rapat rapat mulutnya dengan ke dua tangannya, ia takut akan ancaman om itu. om mengangkat ku ke pundak nya seperti mengakat sebuah karung di pundak nya ." hei om aku bisa jalan sendiri jangan bawa aku seperti barang"
"diam lah bocah atau ku lempar kau." aku hanya patuh entah kenapa aku selalu takut akan ancaman om itu, oh tidak aku memakai rok pendek dan celana dalam beruang. " hei om turun kan aku turun cepat turun kan aku ( memberontak dan memukul mukul pundak yuan) turun kan aku om nanti terlihat "
yuan terhenti dan mengulang kembali ucapan xixi, " terlihat ......? hmmmm " plakkkkk. om itu memukul bokong ku dan menyingkap rok sekolah ku, " seekor beruang tak buruk ha ha ha ha ha" astaga sungguh malu aku hanya menutup wajah ku dengan kedua tangan ku dan menutupi muka ku yang memerah karna om bodoh ini ,sudah cukup batin ku " om idiot bodoh jelek om om mesum turunkan aku "
__ADS_1
" ayah ibuuu....? (ucapannya terhenti melihat adik nya sedang di gendong layak nya karung oleh seorang pria)"
pikiran gu jihan kacau hingga ia tak bisa mengenali rekan bisnisnya sendri. ku lihat kaka mendekati ku dan om ini tak lama sebuah bogem mentah mendarat di wajah om itu "hehehe rasakan" (ucap ku dengan pelan) sedikit menunjukan wajah senyum ku. ketika itu juga om itu sadar aku yang sedang mentertawakannya, ia menatap ku tajam dan menakutkan, seketika ku hanya diam mematung di pundak nya.
" brengsek kau turun kan adik ku" om tak jatuh dan tak melepas ku dari gendongannya, ohooo kuat juga ,batin ku saat melihat adegan bakuhantam itu," hei berengsek apa kau tuli " bibir om sedikit bedarah dan om menyekat sedikit darahnya di bibir bawahnya dengan ibu jarinya matanya tertuju dan menatap tajam ayah ku.
__ADS_1
seketika ayah ku panik, ayah menarik kaka dan meminta maaf atas segala yang terjadi pada om yuan dan mempersilahkan om untuk segera membawa ku pergi, heiiii ayah gila mana ada anak gadis nya di bawa orang kau malah senang, batin ku.
kyaaaa tolong aku ibu kaka lisaaaaaa batin ku berteriak seperti itu......!?