istri kecil ku

istri kecil ku
rencana


__ADS_3

  darah ku bergejolak mata ku membulat emosi ku mengebu-gebu."sinting sinting sintinggggg siapa yang membajak akun ku.....? tapi foto ini sejak kapan dan dari mana.....? akhhhhh sial pasti ini ulah si om sialan itu.


ya tuhan bagai mana ini.... malu malu sungguh malu, bukan hanya malu dengan orang-orang yang mengenal ku.


bahkan dengan kejadian ini rasa malu ku bisa sampai ke toilet umum (dalam arti di manapun bahkan di tempat umum dan asing)."


panik dengan kehebohan yang terus berlanjut tiba tiba hp xixi bergetar, sebuah panggilan menunggu jawaban.


 "lisaaa oh sukur lah aku masih punya lisa (mengangakat panggilan masuk) halo lis"


"aku butuh penjelasan xi..... ? jangan membuat ku panik dan hawatir."


"tenang lis tenang aku juga panik, jangan ikutan panik bagai mana aku bisa jelasin kalo kau sendiri panik."


"haaaahhh baik lah jelaskan ....?"


xixi pun menjelaskan semua yang terjadi soal pernikahan dan soal fotonya yang dia sendiri tidak pernah merasa mengupload foto itu, jangankan mengupload, memfotonya pun xixi tidak tau.....? perlahan dengan detail xixi menceritakan semua nyatapi satu hal yang xixi sembunyikan dari lisa, ia menyembunyikan ancaman yuan dan ancaman dari ayah nya.


"astagaaaa xi kau serius jadi sekarang kau udah tinggal dengan calon suami mu itu."

__ADS_1


"aishhhh calon dari mana, jadi nikah saja aku tidak tau."


"maksud nya.....?" lisa meminta penejelasan lebih dalam pada xixi.


" aku ragu"


"gila kau satu sekolah seluruh kota bahkan media sosial yang mencangkup dunia tau kau sudah menikah.... terus sekarang kau bilang ragu....?" kisa semakin marah dan panik dengan apa yang temannya uangkapkan.


"ssssstttt diem duluuu, maksud ku itu, aku mau kabur tidak mau nikah ... bagaimana menurut mu.....?" lisa menjadi sangat emosi dengan xixi.


"sinting kau ya, sudah ku bilang semua orang tau kau sudah menikah dan si om ganteng itu suami mu, dan sekarang kau bilang mau kabur, dan apa kau tau akhirnya gimana....?" lisa membujuk xixi agar memikirkan lagi rencana konyolnya itu.


l"ah ga ga pokonya aku tidak mau tau itu urusan mu sama si om mu itu, kau yang urus smua urusan mu, aku menelpon mu karna aku hawatir dengan mu tapi otak mu isi nya bukan jalan keluar, kau malah mau mengajak aku dalam maslah mu" ( memutuskan panggilan telpon tuttt, tuttt, tuttt.)


 "haloo haloooo (melihat layar hp) aish lisa kau teman ku bukan si" lisa memutus kan panggilannya di saat yang tepat, tidak lama suara berat sudah bergema di telinga xixi. "seperti nya teman mu memihak pada ku 😏😏 bagus lah setidak nya dia ada dalam daftar orang yang pantas di dekat mu." xixi kaget dengan keberadaan suara itu, "kyaaaaa berhenti muncul tiba-tiba dan hentikan sifat cabul mu om."


"cabul seprti nya dejavu , apa perlu aku ulang kalimat itu....?" xixi takut dan mencoba menghindar, "kyaaaaa mesum menjauh dari ku" xixi menjauh beberapa langkah dan mendorong yuan menghindar darinya "dasar bocah, kapan kau dewasa nya....?" xixi memicingkan matanya ke arah yuan, "apa bocahhhh."


yuan hanya menyeringai dan menaikan satu alis nya, "dengar ya om aku bukan bocah , aku bisa membuktikannya" yuan tersenyum "membuktikan....?seperti apa....?" dan xixi menjawab dengan keyakinan konyolnya, "hmmmm aku akan mencari pacar dan cinta sejati ku sebagai orang dewasa yang seumuran bagaimana..... nanti om juga akan ku kenalkan dengan guru kesehatan seksi di sekolah ku cukup adil kan..... jadi kita bisa ngedate pasang-pasangan .....?"

__ADS_1


ayolah ayolah setuju dengan begitu pasti aku bisa jauh darinya, tidak mungkinkan si om ini tidak tergiur dengan wanita seksi dan cantik yang tidak jauh dari umurnya, hmmmm tidak seperti ku kecil mungil teposss ya tepos atas bawah.........areeeee akhh kenapa aku malah menghina diri sendiri si ....?


"coba saja kau lakukan itu, pacar.... ? sehari setelah kau dapat pacar sehari kemudian kau akan melihat pemakamannya, bahkan besok pun kau bisa menghadiri pemakaman guru mu itu bagai mana.....?" yuan mengancam. bulu kuduk xixi merinding, kata-kata mengancamnya tidak keras tapi sangat menekan batin.


"aaaapaaa....tidak tidak aku hanya bercanda hehehehehe" sinting masa aku jadi alasan kematian seseorang "om ku sayang aku lapar kita pulang yukkkk" xixi membujuk dan menenangkan emosi yuan lalu menarik satu tangan yuan.


"panggil aku suami ku....?" xixi tersenyum,  sabar sabar xi sabar jangan emosi tahan tahan, jangan ikut-ikutan gila "hmmmm baiklah suami ku sayang, ayo kita pulang." yusn tersenyum puas, "sabar sayang jangan buru-buru waktu malam tidak akan lama lagi, jadi santailah dan nikmati waktu kita saat ini."


xixi mengeluh,( tuh kan sabar xi sabar) lalu, blushhhh wajah xixi memerah, mengingat bahwa mulai sekarang mereka tinggal bersama berbagi kamar dan kasur bersama. kyaaaa tidakk tidak aku lupa hal itu, ayolah otak ku mari berfikir cara apa untuk jaga jarak dengan nya. seperti bisa membaca pikiran xixi yuan menebak semua yang di pikirkan xixi.


"jangan coba coba, menurut atau kau memang ingin seorang anak dari ku...?" yuanmemperingatkan dan xixi panik


"kyaaa tidak tidak aku tidak mau jadi anak bawa anak ...!" xixi panik dengan asumsinya sendiri,


"lalu.... aku bukan anak kecil jadi aku pantas bawa anak" yuan menunjukan dirinya sendiri, "bukan kau yang ku maksud tapi akuuuuuu" membantah dan membenarkan ucapan yuan yang menurut xixi nyeleneh.


yuan menarik xixi dan memegang dagu xixi, dengar bocah kau dan aku itu sama, jika aku pantas maka kau juga pantas, suka tidak sukanya suatu saat kau harus melahirkan anak bukan, dan itu harus anak ku. siallll kenapa aku selalu kalah dalam hal berdebat dengannya, dan bodohnya aku selalu jadi karakter yang tertindas 😭😭😭,


kenapa si om sialan ini bisa membahas itu dengan wajah santai dan penuh kebanggaan....?.

__ADS_1


__ADS_2