
yuan sedikit membuka mata dan melihat ekpresi xixi, yuan pun tersenyum dengan lembut dan puas. yuan menunjukan sedikit ekpresi merah demam, dengan tatapan penuh cinta, memandang xixi yang sedang mencium dan memeluknya. dengan sedikit cengkraman dan menggigit bibir bawah xixi, membuat xixi sedikit membuka mulut nya.
yuan memasukan lidahnya ke rongga mulut xixi, yuan semakin memerah dengan tindakan xixi yang membalas ciumannya, entah sadar atau tidak, xixi memeluk yuan dengan sangat erat dan membalas ciuman yuan, lidah mereka berpadu kasih. kedua sejoli itu kini menjadi tontonan orang orang di sekitar nya. stuad yang baru pertama kali melihat tuannya bahagia saat berciuman merasa malu, malu yang ia rasa beda dengan saat tuannya menempel dengan wanita malam yang tidak jelas.
tuannya selalu mengabaikan belaian-belaian wanita setiap kali ada yang menempel padanya, kini mata stuad membulat dan sedikit membuang muka, karna ciuaman erotis itu membuatnya canggung harus berekpresi seperti apa. stuad bingung cara menegur para pelayan yang melihat tuan ya seperti apa, isi kepalanya berputar-putar, bagai mana mengatasinnya tanpa suara dan tanpa menganggu momen bahagia tuan nya.
__ADS_1
stuad pun menjadi canggung, karna ia sendiri belum pernah berpacaran atau dekat dengan wanita. stuad memiliki paras pria cantik dan banyak para pelayan wanita menaruh hati padanya, tapi loyalitas stuad tertuju pada kebutuhan tuannya tapa memikirkan kehidupan percintaannya, bisa di bilang stuad sangat polos tapi dengan tingkat kecakapan di atas rata-rata sebagai pelayan serba bisa.
kini stuad hanya menunduk dan sedikit membuang muka, lalu tak lama pak go datang dan melihat tuannya sedang berciuaman, seperti biasa pak go melihat yuan tanpa expresi malu atau kaget, yang membuat stuad kagum dengan pak go, "ehem maaf tuan ada rapat jam 10 nanti dengan perusahan dari taiwan." xixi kaget dan membuka matanya saat mendengar suara pak go yang tiba-tiba saja ada di dekatnya.
xixi medorong dan ingin mepaskan ciumannya, yuan tidak begitu saja melepaskan ciumannya, yuan justru mengencangkan pelukan dan memperdalam ciumannya, membuat xixi lemas, yuan pun melepas ciuamannya. xixi lemas dan kepalanya jatuh pada pundak yuan, yuan pun memeluk xixi yang jatuh lemas dalam pelukannya, yuan menepuk nepuk rambut kepala xixi "yosh yosh yosh anak pintar" ( di lanjutkan dengan ciuman ringan di kening xixi.)
__ADS_1
"baik lah persiapkan saja semuanya lalu ( melihat arah stuad ) stuad siapkan mobil dengan sopir aku akan mengantar kucing kecil ku ke sekolahnya" dengan mood yang cukup bagus. stuad yang menahan rasa malu dan penuh tanda tanya dengan tuannya langsung merespon panggialn tuannya "baik tuan saya permisi." xixi yang merasa kedua orang itu telah menjauh langsung melepas pelukannya, dan loncat dari pangkuan yuan.
tiba tiba xixi mematung melihat orang-orang yang memandangnya. wajah xixi merah padam, dengan penuh emosi xixi berlari menuju tangga untuk ke lantai 2, di tengah-tengah tangga xixi menoleh ke arah yaun dan menunjuk yuan dengan expresikesal, "kau kau akhh om sialannnnnn" lalu xixi langsung berlari ke kamar di tantai 2. yuan yang menerima umpatan xixi justru merasa terhibur " hufff ha ha ha ha" yuan tertawa puas dengan tingkah xixi.
para pelayan yang melihat kejadian itu tentu saja sangat kaget dengan keberanian xixi yang mengumpat tirani yang di takuti mereka, rasa terkejut mereka tidak berhenti di sana, melihat tuannya tidak marah justru tertawa puas membuat mereka semakin kagum dan menghormati calon nyonya mereka. mereka sungguh berharap calon nyonyanya selalu ada di sekitar tuannya dan selalu membuat tuannya berhenti mengeluarkan hawa membunuhnya.
__ADS_1
semenjak kehadiran xixi rumah besar dan dingin itu, sekarang berubah menjadi penuh dengan keceriaan, kehangatan dan sebuah candaan konyol dari tuan dan calon nyonyanya, rumah itu kini terasa hidup dan kini mereka menaruh harapan besar kepada calon nyonyanya.