
hari hari xixi tak lepas dari kejahilan yuan dan tiada hari tanpa menggoda xixi untuk yuan, sepanjang malam pagi siang atau sore tak henti hentinya xixi mengucap sumpah serapah ke yuan. kejahialan yuan sengguh membuat xixi ingin meloncat dari lantai 2 kamarnya. pak go stuad dan nenek yang melihat yuan semakin terbiasa melihat ke 2 pasangan ini berprilaku abnormal tapi terkesan harmonis.
bagi mereka tiada hari tanpa sebuah teriakan di pagi hari, sesaat mereka melihat xixi trun dari kamar dengan wajah memerah seperti orang deman, ada kalanya juga mereka melihat xixi mengomel tidak jelas atau menusuk makanannya dengan tatapan membunuh, mereka sangat tau dengan jelas siapa di balik semua emosi yang berubah rubah pada xixi tiap pagi, ya yuan lah pelaku setiap kekacauan dan keributan setiap pagi.
"semenjak tuan bersama nona xixi sifatnya tidak bisa di tebak, terkadang aku bertanya tanya di mana oh yuan yang terkenal itu.....? awalnya ku pikir tuan akan sangat sulit menyeimbangkan sifatnya dengan nona xixi yang masih sangat muda tapi kekehawatiran ku itu sia-sia" gumam pak go.
dan hari H pun datang pagi tagl 1x-5-20xx. xixi enggan bangun dari tidurnya, yuan sudah berkali kali membangunkan xixi dengan memanggilnya, tapi karna perjanjiannya dengn xixi ia tidak bisa menyentuh atau mengganggunya. tapi yuan tidak mau menunda atau sekedar mengulur waktu semenit pun untuk menjadikan xixi sah miliknya.
akhir nya yuan medekat kan bibirnya memeperberat suaranya dan berbisik dengan suara menggoda "istri kecil ku ini tidak penurut ya, seperti nya ingin di terkam." xixi yang merasa hangatnya napas dan suara berat yuan membisik langung bangun dan membelalakan matanya, ia menoleh ke arah yuan "hehehe sudah pagi kenapa kau tidak membangunkan ku" xixi menjawab dengan wajah polos tanpa dosa.
__ADS_1
yuan sempat terheran dengan xixi ketika ia berbisik satu kalimat xixi langsung bangun sepeti ia sudah bangun sedari tadi. "ciihh bocah ini sengaja" (guamam nya dalam hati) xixi mulai menggeser tubuhnya, alih-alih menjauh dan pergi justru yuan mencegah xixi dengan kedua tangannya, menggunci xixi tanpa menyentuhnya. "jadi kau mau bermain main dengan ku ya"
xixi panik "ma ma mana ada.... aku tidak bermain main aku beneran tidur." yuan tertawa kecil menertawakan kebodohan xixi, "aku tidak bilang kau pura-pura tidur aku hanya bilang kau bermain main pada ku.....?" wajah xixi memucat pasi, wajahnya panik menunduk dan tidak bisa berkutik atau mengelak. "cepat siap-siap kita akan ke kantor catatan sipil." mata xixi mebelalak kaget ia lupa jika hari ini adalah hari di mana namanya akan menjdi nyonya oh.
"HARI INI.....?"
"dengar kau pilihan ku hanya kau yang ku mau, menikahlah dengan ku dan aku akan membuat kau menjadi gadis yang sangat beruntung hingga membuat gadis gadis lain iri melihat mu."
"ya aku tau jika aku menikah dengan mu aku tidak meragukan janji mu."
__ADS_1
"lalu apa lagi yang membuat mu ragu.....?"
"perasaan ku."
"kau tidak menyukai ku.....?"
hati yuan hancur berkeping keping, rasanya seperti ribuan pedang terhunus secara bersamaan ke dalam hati dan jantungnya, yang menghentikan pernapasan dan detak jantungnya saat itu juga. tangannya gemetar mendengar pernyataan xixi, ia menyesal meyakinkan dan menanyakan perasaannya lagi, yuan menduk ia sama sekali tidak ingin gadis yang menghiasi hari-hari nya tidak bersamanya.
yuan sadar ia sangat egois akan perasaannya yang sangat memaksa seperti ditaktor, dan ia sangat sadar tidak mau memaksa tapi berbagai cara sudah ia lakukan agar xixi melihatnya dan membalas perasaannya, ia menyesali pada satu hal, "cihhh umurrrr" yuan sangat mengutuk tuhan karna jarak umur yang membuat xixi ragu padanya, ia berharap jika ia lahir 3 atau 4 tahun sebelum xixi lahir. walau ia tidak menjamin ia akan di pertemukan lagi dengan cara yang sama.
__ADS_1