
"jadi mari kita bahas peresmian mereka" nenek tersenyum lembut ke arah gu jihan dan ibu xixi, dan sepertinya jihan termengung heran. "sejak kapan mereka sudah menikah, bukankah tuan yu pernah bilang itu hanya isu yang di biarkan.....?" jihan mengeser tubuhnya mendekati xixi dan sikutnya menyentuh nyentuh xixi, mereka berbisik pelan.
"psssttt psssstt hei apa benar kalian sudah menikah" xixi menjawab dengan nada pelan, dan wajahnya menunjukan moodnya sedang buruk, dengan memutarkan kedua bola matanya xixi menghela napas dan menjawab jihan dengan dingin dan dan malas."belum"
"tapii tadi nyonya .... ?"
"biarkan saja kak, ikuti kata nenek jika kau tidak ingin di anggap pembunuh atau penyebab kekacauan."
"pembunuh ..... ? penyebab kekacauan.....? apa maksud mu......?"
jihan memiringkan kepalanya dengan ekpresi penuh tanda tanya dan tidak mengerti apa makusd adiknya ini. xixi diam dan sangat enggan untuk menjawab atau menjelaskannya lebih terperinci ke kakanya, karna bair pun di jelaskan bagi xixi tidak akan ada yang berubah. jihan hanya menghela napas dan mengubur semua rasa penasarannya terhadap jawaban ambigu adiknya itu.
"terkadang adik ku ini seperti orang lain yang tidak kukenal, semakin ku penasaran maka semakin menjauh keberadaanya padahal dulu dia sangat lucu dan penurut" (gumam kaka.)
akhirnya mereka membicarakan buku nikah antara aku dan si om licik ini, tanpa keberadaan ayah di sini, yah lebih baik tidak ada ayah.
__ADS_1
"tapi nyo...eh nenek apa tidak apa-apa jika kita membicarakan ini tanpa persetujuan ayah kami....?" jihan bertanya dengan ragu-ragu soal masalah ayahnya, "ya aku pun setuju, semua keputusan ada pada suami ku nyo..nek, kami ke sini hanya ingin melihat keadaan xixi dan kami sama sekali tidak menyangka kedatangan kami justru merambat soal pembahasan pernikahan resmi mereka.....?"
"oh astaga maaf kan aku atas ketidaksopanan ku ini, aku sungguh lupa karna sangat bersemangat tentang ke 2 cucu ku ini, jadi.....biarkan aku yang kerumah kalian nanti" medengar ucapan nenek membuat xixi tersentak dan beusaha menolaknya "TIDAKKKKK." semua terdiam dengan jawaban tegas xixi. xixi terengah-engah napasnya sesak emosinya memuncak ke dua tangannya mengepal roknya.
"ki ki ta bicarakan pernikahan ini tanpa ayah oke"
"tapi xi......?" jihan mencoba membujuk xixi.
"tidak sekali tidak ya tidak aku tidak mau bertemu ayah."
"hehh ayah ya lalu kenapa.....?"
ibu kaget dan langsung mengerti perasaan anak perempuannya yang sangat membenci ayah kandungnya sendiri. "ibu mengeri putri ku tapi dia ayah mu apa kah kau sangat membencinya hingga seperti ini." ibu xixi benar-benar merasa menyesal jika sifat ayahnya yang membuat xixi seperti ini."aku tidak membencinya bu, bagai manapun ia ayah ku tidak mungkin aku membencinya."
"lalu....kenapa...?" ibu xixi bertanya dengan nada lirih, "aku hanya tidak ingin melihat ayah bu .... untuk saat ini mungkin.....!?" xixi menjawab dengan ragu dan mengalihkan pandangannya menghindari mata ibunya. "ibu mengerti maafkan ibu" ibu menarik napas lega hanya untuk memahami situasi xixi, "tidak bu maafkan aku ( menoleh ke arah nenek) maafkan aku atas ketidak sopanan ku."
__ADS_1
nenek awalnya tidak paham kenapa seorang anak tidak ingin ada ayahnya saat membicarkan pernikahannya, tapi setelah mendengarkan dan memahamii situasi, ia paham garis besarnya seperti apa. "sepertinya xixi tidak di perlakukan dengan baik oleh ayahnya hingga ia tidak mau melihatnya, baik lah baik lah setelah ia resmi menjadi cucu ku akan ku buat ia tidak bisa mengingat hal-hal buruk."
"tidak sayang maafkan aku juga tidak bertanya dulu soal pendapat mu." xixi tersenyum tapi dalam hatinya, "tidak bertanya pendapat ku...? hei kalian sedang buat lelucon apa sedangkan kalian membahas pernikahan ku tanpa bertanya pendapat ku." nenek menoleh ke yuan "tapi yu apa tidak apa-apa jika kita membahas ini tanpa ayah mertua mu, aku paham xixi tidak ingin tapi kamu.... ?"
"aku akan mengikuti semua permintaan xixi nek, tanpa ayah mertua ku buku nikah akan tetap jadi."
"baik lah jika itu keinginan kalian berdua tapi........ apa kita tidak menyinggung perasaannya jika seperti ini."
"serahkan saja semua pada ku nek, lakukan saja seperti kata xixi soal ayah mertua biar aku yang mengurusnya."
"baik lah, nenek percaya dengan mu."
yuan juga berpikir akan lebih baik jika rubah tua itu tidak ada dan ikut campur soal hubunganya dengan xixi, yuan tau segala hal yang berhungungan dengannya dan xixi selalu terhubung dengan uang, yuan pun muak dengn sikap rubah tua itu yang menyia nyiakan xixi dan memperlakukan xixi seperti barang lelang atau dagangan agar bisa meraup untung untuk dirinya sendiri.
yuan punya cara sendiri agar rubah tua itu tidak berkomentar soal keputusannya dengan xixi, walau harus yuan akui jika hubungannya lancar itu berkat uang dan kekuasaan miliknya, juga berkat rubah tua yang hanya melihat ku sebagai mangsa.
__ADS_1