istri kecil ku

istri kecil ku
pesan berantai


__ADS_3

(tok tok tok) jihan mengetuk pintu kamar xixi berniat membangunkan xixi "heeeyyyyyy, xiiii bangunnn bangunnnnn bangunnn bangun apa kau tidak mau sekolah..........?" suara pintu itu berisik, kaka membangunkan ku dengan semangat dan mengingatkan ku bahwa hari ini aku akan ke sekolah setelah seminggu lebih absen "yaaaa aku bangun 30 menit lagi aku turun"


kaka berhenti mengetuk pintu kamar ku dan berhenti berteriak di depan kamar ku. aneh kan aku yang sekolah ia yang sibuk. mengingat lebih dari seminggu aku tak masuk sekolah, gara-gara rubah itu aku harus masuk rumah sakit, segera menuju kamar mandi dan melaksanakan kewajiban pagi ku.


aku bercermin dan melihat kening pada bagian luka ku, sukurlah tidak meninggalkan bekas, jika ada bekas bisa-bisa aku menjadi perawan seumur hidup, belum lagi mendengar ceramah panjang dari lisa.....?!! fyuhhhh untung saja. melihat jam segera ku  begegas merapihkan diri dengan pakaian seragam sekolah. menuruni tangga menuju meja makan, langkah ku terhenti, mendapati ayah yang menatap ku dan tersenyum pada ku, apa ada yang salah.....? apakah akan hujan hari ini.


segera ku berlari ke kamar dan mengambil payung lipat, memasukanya ke dalam tas ku, hanya untuk berjaga-jaga dengan rasa lega aku kembali berjalan dan menuju meja makan."ada apa kau kembali lagi tadi...?" ayah bertanya pada ku "ah tidak aku lupa membawa payung."


"payung....? apakah berita cuaca hari ini akan hujan" segera ku menjawab pertanyaan ayah yang dengan heran mendengar soal payung "tidak ayah aku hanya berjaga-jaga dan mempersiapkannya saja" ayam terdiam dan menuduk lalu menjawab ku dengan santai "hmmm baik lah, makan yang banyak ya"


ada apa dengan ayah, sejak kemarin ayah mulai tersenyum dan memperhatikan setiap gerakan ku dan tingkah ku, aneh.....? bukannya aku tidak senang dengan perhatiannya ke pada ku itu, hanya saja terasa ada sesuatu yang ganjil dari sikapnya pada ku semenjak kemarin, lebih tepat nya.......?

__ADS_1


sejak si om itu keluar dari ruang kerja ayah bersamanya, hmmm baik lah aku ingin tau apa yang si om itu katakan hingga sikap ayah bisa 180° berubah terhadap ku. ingin bertanya tapi...? aku tidak mau menghancurkan suasana pagi yang damai ini, jarang-jarang kan seperti ini, mungkin nanti malam akan ku tanya.


"baik ayah" lalu jihan memotong pembicaran xixi dan ayahya, "xi biar hari ini aku mengatar mu" xixi kaget dan ingat dengan ucapan lisa semalam dan mencoba beralasan pada kakanya "buat apa, aku bisa jalan sendri" jihan cemberut dan menolak gagasan xixi dengan cepat "jangan gitu, adik kukan baru pulang ,aku sangat ingin mengantar, aku hawatir jika nanti ada apa-apa pada mu"


ayah setuju dengan gagasan jihan dan mendukungnya agar jihan mengantar adiknya ke sekolahnya "antar lah adik mu" dengan senang hati jian menjawab perintah ayahnya "siap" (gehhh -_- ) xixi mengeluarkan expresi pasrah,


entah kenapa sepertinya kaka sengaja mengeluarkan kata-kata itu deh, dan ayah juga aneh menghawatirkan ku seperti anak emas.


lisa yang melihat sosok kaka ku terlihat enggan mendekati ku, tapi sangat jelas ia memperhatikan saat kaka membuka pintu mobil nya untuk ku. berlari kecil dan memanggil nama ku "xiiiii" mendengar ia sudah memanggil ku, akupun memanggilnya kembali "lisa ya ampun." lisa berlari merentangkan tangan dan berlari ke sini, terlihat kaka merentangkan tangannya juga... ? lisa berlari dan melewati kaka dengan sangat dingin dan memeluk ku.


jihan kecewa dan memasang wajah sedih dengan konyolnya " π~π , lisa ini aku loh aku"  di acuh kan oleh lisa dan menganggap jihan seperti udara "xi aku kangen sama kau xi kemana aja kau tidak pernah masuk sekolah." lisa memeluk dan justru hanya berbicara dengan ku.

__ADS_1


jihan menjawab tanpa ada yang bertanya "aku juga" lisa kesal dan jengkel dengan sahutan jihan yang jelas di abaikanya "ayo ke kelas, abaikan tatapan semua orang okee, kau punya aku di sini" aku patuh dan memasuki gerbang sekolah, meninggalkan kaka dengan ekpresi sedih, maaf ka aku tidak bisa membantu mu dan merubah pandangan lisa pada mu, gumamku.


benar saja semua mata tertuju pada ku, menatap aneh diri ku, hmmm masa bodohlah batin ku, anehnya semua guru dan murid menatap tajam pada ku, terlihat jelas di wajah mereka penuh dengan segudang pertanyaan untuk ku, tapi enggan untuk bertanya. bel istirahat siang aku menerima pesan singkat.


"bocah aku di depan gerbang sekolah mu kemarilah kita makan siang bersama" seperti menerima pesan dari pembunuh berantai, aku langsung mematikan hp dan mengabaikan nya. di lorong koridor sekolah tiba-tiba menjadi ramai dan ku lihat sosok om itu memasuki sekolah, matanya melirik kanan kiri, jelas ia mencari ku. jitttttt pandangan tajam ke arah ku.


segera ku menarik tangan lisa dan kembali kekelas, tidak mungkinkan dia mencari ku di setiap kelas, dengan napas ter engah-engah aku berlari sekencang mungkin ke kelas. "maaf ya lis tiba-tiba perut ku sakit aku ingin di kelas saja dan tidak lapar" lisa percaya begitu saja "hmmm baik lah" setelah itu, ku pikir aku sudah lepas dari singa itu.


ting ting ting


suara sound speker sekolah berbunyi dan, ehem ehem , gu xixi istri kecil ku kemarilah sayang, aku menunggu mu di ruang kepala sekolah mari kita makan siang bersama.

__ADS_1


"sintinggggggggggggg." ucap ku


__ADS_2