
hari itu berjalan penuh kecanggungan, tidak banyak kata yang keluar dari yuan dan xixi, tidak seperti biasa mereka berdebat kali ini suasana rumah lebih tenang dan canggung melihat yuan atau xixi yang salah tingkah saat menjelang makan malam, setelah makan malam yang canggung itu yuan lebih memeilih kembali ke rungan kerjanya dan melanjutka pekerjaan yang tertunda.
yuan menyibukan diri di dalam ruang kerjanya hingga larut, merasa cukup larut dan menduga jika xixi sudah tidur yuan menghentikan pekerjaanya lalu menuju kamarnya untuk beristirahat. ia membuka pintu ke kamar yang gelap di sisi lorong lantai dua, melihat sosok yang berbaring di tempat tidur dan bergerak. "kau sudah selesai dengan peerjaan mu" yuan kaget dengan pertanyaan xixi di dalam kegelapan itu.
"kau bangun...?"
xixi menggelangkan kepalanya "tidak aku belum tidur, aku menunggu mu."
jantung yuan berdenyut-denyut ketika ia mendengarkan suara yang merdu dengan kata-kata indahnya, dengan cepat yuan pindah ke tempat tidur dan tiba-tiba menariknya ke dalam pelukannya, lalu yuan menenggelamkan hidungnya di lehernya. ia benar-benar merindukan aroma tubuh xixi di tubuh lembutnya, memeluk dengan erat dan mengisi hatinya dengan suka cita atas apa yang di millikinya sekarang.
__ADS_1
xixi yang tenggelam dalam pelukan yuan merasa seolah-oleh kecanggungan dari kejadian tadi terbang jauh di dalam pelukanya yang kuat, ia bersandar di pundak dan lehernya menikmati pelukan yang ia rindukan. mereka tetap dalam posisi itu untuk sementara waktu, mabuk dengan kehangatan satu sama lain. uan merah bahu xixi menjauhkan darinya da dengan gerakan cepat yuan menangkap bibirnya.
lidahnya yang panas membelah bibirnya dan merambat ke dalam rongga mulutnya. napas dan air liur mereka langsung bercampur dengan kuat, sesekali yuan mengigit bibirnya yang lembut. mereka berpisah untuk sesaat kemudian bibirnya di telan lagi. perasan xixi yang di serang oleh ciuman panas yang intens itu, manis dan memohon, tangannya mulai masuk kedalam baju tidur xixi yang tipis.
sentuhan yuan llangsung merangsang xixi dari setiap sentuhan dan belaian yang yuan merikan xixi mersa gel dan ada kenyamanan sendiri dari rekasi yang tidak terduga, ia menarik celananya dan mengeluarkan anggota yang mengeras kemudian ia meraih kakinya dan menyebarkannya di pinggangnya, anggotanya mencapai pegas klandestin, ia menunduk dan berbisik ke pada xixi dengan nada yang sangat tenang.
xixi tidak menjawab, ia memejamkan matanya. yuan yang melihat reaksi xixi agak sedikit kecewa dan takut, "kamu gemetar." setelah kata-katanya xixi menyadari bahawa ia gemetar. "jangan takut, tidak akan sakit kali ini, jika kau tetap tegang kau tidak akan bisa menikmatinya dan kau mungkin akan terluka lagi."
ketika gemetarnya tidak berhanti yuan memeluk xixi erat-erat dengan wajah kaku. yuan sadar istrinya sangat kecil dan lemah tap tidak bisa di pungkiri keinginan untuk memonopolinya lebih besar dai apaun, ia ingin menjaga melindunginya dan memilikinya tanpa harus menyakitinya, tapi yuan sadar itu tidak mungkin, di saat xixi berada dalam pelukannya ia sangat ingin mendekapnya dengan kuat sehinga tidak mungkin tidak menyakitinya.
__ADS_1
jiak istrinya takut dengannya maka yuan akan menjadi orang yang sangat kejam. ia masih muda dan perawan, yuan menyadi dirinya sendiri bahwa malam pertama mereka bersama ia cukup kasar bahkan di kategorikan sangat kkasar, wajar bagi xixi jika ia saat ini beraksi sangat ketakutan, yuan sadar telah memperlakukkannya sepanjang malam. itu pasti pengalaman pertama yang berat baginya.
"sial harusnya aku mehan diri dari rasa lapar akan tubuhnya, tubuh mungil dan kecilnya sekarang sedang ketakutan melihatnya."
dia tidak ingin memaksakan diri padanya ketika ia gemetar ketakutan. yuan ingin menikmati malam yang penuh gairah bersama istrinya dengan perasaan puas dan senang akhirnya yuan menahan diri dan hanya memeluk xixi, kemudian yuan mencium kening xixi lalu turun dari kausur memasuki kamar mandi, setelah pintu kamar mandi terbuka dan tertutup terdengan suara air dalam kamar mandi, malam itu yuan mandi dengan air dingin.
__ADS_1