istri kecil ku

istri kecil ku
menantu


__ADS_3

 padahal bocah ini tidak memakai parfum, tapi tubuhnya sangat wangi, ku suruh ia melinkar kan tangan nya dileher ku, ia menolak dan sedikit ku ancam, lalu ia pun melingkarkan tanga kecilnya di leher ku. lama-lama lingkaran itu semakin mengencang dan kini wajah nya menempel di leher ku, bocah ini memeluk ku.....?


jantung ku sedikit mengelitik, wajahnya halus napasnya terasa di leher ku, aku senang dan tidak tenang, heiii jangan menggoda ku jika kau belum siap. segera ku membawanya ke mobil, ku turun kan ia.  dengan memasang wajah kesal jengkel dan malunya, segera ia membuka pintu mobil dan membantingnya di hadapan ku, ckckck bocah, ucap ku sambil menggelengkan kepala.


xixi


sesampai nya di rumah, aku keluar dari mobil dan membanting pintu mobil itu, aku berlari. ku buka pintu rumah ku rumah ku dan memanggil keluarga ku"ibuuuuu" ucap ku sambil mencari sosoknya, tak lama ibu kerluar dan berlari kecil lalu memeluk ku, sesekali ibu membolak balik kan wajah ku."apa kamu tidak apa-apa ku dengar dari menantu ku kamu terluka."


"WHATTTTT MENANTU......?" xixi kaget dengan wajah bodohnya, "kenapa kau kaget, semua orang tau itu." xixi mencoba memotong penjelasn ibunya dan mencoba menjelaskan apa yang terjadi versinya "tapi buuuu ak...!" sebuah tarikan tangan dan memeluk pinggang kecil xixi, "apa kabar bu, apa ibu sehat....?" ucap yuan dengan sangat ramah.

__ADS_1


"ya ampun tuan oh kau juga ikut, aku sangat sehat bagaimana dengan mu tuan oh" ibu menjawabnya dengan sangat sopan "panggil aku yuan bu, aku ini anak mu juga" tersenyum dan melirik ke arah keberadaan xixi. "whattttttt........? anakkkkk.......?" (protesku dalam hati.)


"heiiiiiii apa yang anak, ibu tidakk ibu salah, akhhh ada apa ini" xixi mencoba memahami situasi, ayah keluar dari ruang kerja nya , ia menyambut kami dengan senyuman, lihat itu ada apa ini......? biasanya ayah cuek dengan ku. "oh ya ampun pak oh kapan kau datang" segera yuan menjawab ayah "baru saja, ooh ya bisa kita bicara berdua"


ayah dengan senang hati memenuhi permintaan yuan "tentu saja, mari ke ruang kerja ku di sana lebih nyaman untuk berbicara berdua" yuan mengangguk setuju "baik lah  (berjalan menghampiri xixi) yang tenang ya jangan buat masalah" ucap yuan ke xixi, dengan tatapan tajam xixi melihat yuan tanpa protes karna keberadaan ayahnya.


yuan


"apa aku tau berita yang sudah menimpa putri mu...?" ayah xixi terdiam dan mengingat gosip itu, tentu saja ia tau sangat jelas apa lagi ini menyangkut outrinya dan tuan oh "ya aku tau" yaun tersenyum dan menarik napas untuk menjelaskan,"berita itu bohong." ayah pucat dengan kenyataan itu, ia takut kelurganya akan di tuntut dengan berita yang menjelekan nama baiknya .

__ADS_1


"mati lah aku apa yang di perbuat putri tak berguna itu, batinnya" ucapnya ayah xixp dalam oikirannya saat ini, dengan gugup dan takut ayah xixi mencoba mencari cara damai "anuuu tuan oh saya mohon jangan marah, semua masih bisa di bicarakan bukan" dengan wajah menjijikan penuh tipu muslihat ayah xixi memohon.


"hmmm apa yang ku pikir kan...? gosip itu aku suka gosip itu" yuan menjelaskanya lagi menghentikan pikiran buruknya tentang xixi. "haaaaa maksud tuan" ayah xixi heran dan menunggu penjelasan lebih lanjut dari tuan oh. "aku akan menjadikan gosip itu nyata" ayah xixi masih belum bisa mencerna ucapan tuan oh dan bertanya sekali lagi.


"maaf tuan aku masih tidak paham maksud tuan" ucap ayah xixi, lalu yuan pun mulai menjelaskan niat dan maksudnya. "aku akan meminta putri mu, aku akan meminta dia menjadi istri ku kelak, untuk sekarang dia akan menjadi tunangan ku bulan depan usianya sudah menginjak 17 tahun, maka saat itu aku akan menikahinnya, tidak ada perayaan hanya mengesahkan di catatan sipil, bukan berarti aku tidak sanggup dengan upacara pernikahan yang megah kau tau itu."


tentu saja ayah xixi sangat senang, saat itu ia merasa dapat jakpot ia tak bisa menyia-nyiakan kesempatan ini.


"anak itu tak terduga, ia membawakan tambang emas dalam kelurga ini, tidak akan ku sia-sia kan kesempatan emas ini,gumamnya"  dengan penuh rasa bangga dan bahagia ayah xixi mengiyakan permintaan yuan. "tentu saja tuan tentu, ini adalah berita baik, tidak mungkin aku menolaknya."

__ADS_1


"panggil aku yuan, aku akan menjadi anak mu juga AYAH" yuan memasang senyum kemenangan, "ya ya ya kau anak ku menantu ku yuan" tak kalah ia jug memasang senyum kemengan mendapatkan tangkapan besar dari putri yang di anggapnya tak berguna.


__ADS_2