
beberap saat julia menyusul jo dan xixi ke kantin. xixi yang melihat julia langsung melambaikan tangan menandakan kebaradaannya saat ini, julia yang melihat xixi melambaikan tangan segera menghampirinya. saat ini mereka tengah mengantri di depan kafetaria untuk memesan makan siang mereka.
"kalian bisa kembali dan mencari tempat duduk aku akan mengantri, serahkan saja pada ku."
"ku yakin jul mau memesankan makanan untuk kita....?" lisa bertanya dengan rasa curiga.
"ya tentu saja."
dengan enggan lisa menatap xixi agar xixi menolak tawaran julia, tapi saat xixi melihat lisa menatapnya xixi justru mengartikan maksud lisa dengan anggapan sebaliknya.
"baiklah pesankan kami yang menurut mu enak."
"baiklah"
julia memesankan makanan yang menurutnya enak. makanan telah tersaji dan mereka makan siang bersama. jam istirahat pun telah hampir habis julia jo lisa dan xixi berpisah dan memasuki kelas mereka masing-masing.
saat xixi memasuki kelas tidak lama xixi mengalami kram perut dan merasa mual, xixi berpikir mungkin ia sedang mengalami gangguan pencernaan, merasakan sakit yang mengganggu xixi bangun dari kursinya, xixi berjalan perlahan dengan memegang perutnya yang sakit dan ada rasa nyeri dan kram pada kakinya. merasakan tindakan xixi aneh membuat lisa hawatir.
__ADS_1
"kau tidak apa-apa xi apakah kau ingin aku mengantar mu ke ruang kesehatan....?"
"tidak, sepetinya aku hanya mengalami gangguan pencernaan dan sedikit lelah saja, mungkin juga karna aku kurang berolah raga akhir-akhir ini."
"kau yakin....?" lisa memapah tubuh xixi dan bertanya dengan wahatir ke pada xixi yang sedang memegang perutnya menahan rasa sakit, melihat sahabatnya sakit lisa mulai cemas.
"aku yakin, akhhh" sebelum xixi menyelesaikan kata-katanya sakit perut yang di alami xixi menjadi lebih sakit. xixi sedikit membukuk menekan tangannya ke perutnya agar mengurangi rasa sakitnya.
"xi xi kenapa ada apa, tidak tidak mari kita ke ruang kesehatan, sepertinya kau sakit." xixi tidak menjawab rasa sakit di perutnya membuat xixi tidak bisa mengucapkan appun yang i gin ia ucapkan, xixi hanya menganggukan kepalanya menandakan setuju dengan saran lisa.
lisa memapah xixi perlahan menuju ruang kesehatan saat di tengah koridor xixi merasakan sakit kepaa yang amat sangat menyakitkan.
"xi xi kau kenapa xi xi" melihat xixi kesakitan membuat lisa semakin hawatir dan sangat panik, lisa tidak bisa menunggu langkah demi langkah yang lambat untuk membawa xixi ke ruang kesehtan, lisa panik dan menangis melihat xixi kesakitan. pandangan mata xixi mulai memblur lalu menjadi gelap xixi pingsan.
"xi xi xiii tidakk TOLONG TOLONGG SIAPAPUN TOLONG BANTU AKU TOLONG."
melihat xixi pingsan lisa menangis dan menjerit meminta pertolongan orang lain. suara teriakan minta tolong lisa sangat kencang dan bergema membuat siswa dan siswa berhamburan mendatangi tempat keberadaan asal suara minta tolong itu.
__ADS_1
segera xixi di tolong dan di bawa ke ruang kesehatan. xixi segera menerima penanganan khusus oleh dokter penjaga ruang kesehatan sekolah itu, tapi karna ini hanya sebuah leb kecil dokter tidak menemukan keanehan pada xixi yang saat ini tidak sadarkan diri.
"xixi kenapa dok kenap ia pingsan."
"dari lidah dan matanya ia terlihat baik-baik saja, apa kau tau keluhan apa yang teman mu bilang."
"ia hanya bilanh gangguan pencernaan saja, oh ya tadi ia juga memegang kepalanya sebelum ia pingsan."
dokter benar-benar tidak menemukn gejala khusus yang di tunjukan pasiennya selain gejala pencernaan, tidak mau mengambil resiko dokter menyarankan agar xixi di bawa ke rumah sakit dan melakukan tes darah.
"aku akan menyiapkan ambulan dan membawa teman mu ke rumah sakit agar segera di lakukan tes leb sesegera mungkin, kau bisakah menghubungi keluarganya aku akan menyipakan hal-hal penting untuk berjaga-jaga saat di perjalanan ke rumah sakit."
wajah lisa memucat dan hawatir dengan xixi yang harus di larikan kerumah sakit dan menjalani tes leb.
"baik baik dok."
tidak lama mobil ambulan yang memang di sediakan pihak sekolah keluar dari gerbang sekolah membawa lisa dan xixi yang tidak sadarkan diri, dokter sekolah pun menemani lisa di dalam mobil ambulan untuk pencegahan hal yang tidak di inginkan.
__ADS_1
di depan gerbang ada beberapa sosok pria yang mengawasi sekolah, mereka adalah pengawal pribadi xixi yang diam-diam di tugaskan untuk melindungi xixi oleh yuan, tapi penjagaan mereka tidak mencakup ke dalam kelas dan kegiatan sekolah jadi mereka tidak tau siapa yang baru saja keluar dengan ambulan dari dalam sekolah itu.