
xixi
mendengar bisikan mesumnya membuat lamunan ku berhamburan dan seketika bulu kuduk ku merinding. aku pun membulatkan mata ku dan lompat dari pelukannya, serta dikit demi sedikit menjauh menjaga jarak dengan nya. oh tidak ciuman ke 2 pun di ambilnya, aku tidak membenci si om mesum ini tapi aku sangat jengkel dengan sikapnya yang selalu mempermainkan ku itu 😣.
jika saja si om sialan ini lebih lembut dan romantis......? akh sudah lah predikat om sinting lebih cocok untuknya.
"om sialan ciuman ke 2 ku 😣" xixi memprotes ( menjauh dan menutup mulut nya dengan kedua tangannya)
"sialan....? ohoho" yuan justru semakin tersenyum, xixi panik dan lagi-lagi menghujat yuan dengan berbagai kata-kata kasar.
__ADS_1
"ya om sialan om mesum sakit jiwa, om mencuri ciuman ke 2 ku setelah om mengambil ciuman pertama ku" ucap xixi dengan nada emosi, "ohhooo bocah itu bukan ciuman itu kecupan....!" xixi menolak argumen itu, "sama sajaaaaaaaa, mesum mesum mesum om gila mencium ku di depan umum" yuan menyeringai "oh jadi aku boleh mencium mu jika bukan di depan umum.....?"
xixi panik dengan jawaban yuan yang selalu menghubungkan ucapannya dengan hal-hal liar di pikirannya "bukan ituu maksud ku, pokonya mulai sekarang om tidak boleh mencium ku di manapun itu." yuan mendekat dan menekankan ucapannya "itu bukan ciuman bocah" xixi mengendus kesal "tapi bagi ku itu ciumannnn 😣😣😣"
yuan menggaruk rambut bagian belakang nya walau tidak gatal, "dasar bocah mau ku tunjukan ciuman sungguhan itu seperti apa.....?"
"apaa poko nya tii.........!!!? yuan menarik tangan xixi dan mendekapnya dalam pelukannya, memecahkan jarak antara xixi dan yuan yang di buat xixi sejak tadi. yuan memegang dagu xixi dan berbisik lembut di telinganya dengan suara berat orang dewasa, dan memanggil nama nya."gu xixi" xixi yang menegang dan memerah merasakan bisikan lembut dan berat suara orang dewasa, ketika namanya dipanggil seolah jantungnya sedang memompa lebih cepat.
perlahan xixi menutup matanya, yuan mulai menekan bibirnya lebih keras ke bibir xixi dan mengemutnya dengan lembut dan memberikan sedikit tekanan. yuan menggigit bibir bawahnya yang membuat xixi sedikit membuka mulutnya, yuan tidak menyia-nyiakan kesempatan segera ia memasukan lidah ya ke dalam mulut xixi.
__ADS_1
xixi kaget dan membuka matanya dengan lebar, ia berusaha melepas ciuman aneh itu dan memukul mukul dada bidang yuan, tapi apa daya tenaga xixi kalah dengan tenaga pria dewasa. ciuman lembut itu berubah menjadi ciuman panas, yuan mengabsen setiap gigi dan meraba rongga lidah nya, berusaha menarik lidah xixi, lalu tanpa sadar xixi merspon ciuman yuan.
lidah mereka saling bergulat membuat ciuaman itu semakin dalam dan panas, xixi lemas dan kehabisan napas, yuan melepas ciuamannya dan memberikan ruang napas untuk xixi. melihat reaksi xixi yang eroris yuan tetsenyum dan puas."gadis pintar (ucap nya)" tidak memberi waktu lama setelah xixi ngambil napas panjang, yuan kembali mencium xixi dan menyuruhnya membuka bibir nya lagi.
"buka bibir mu" xixi yang terbawa arus, mengikuti perintah yuan dan membuka mulut nya, yuan menjulur kan lidahnya dan menciumnya dengan sangat erotis ciuman kali ini sangat sangat panas dan dalam. tidak lama suara ketukan pintu terdengar. (tok tok tok) pintu terbuka pak go datang membawa berkas ke ruangan kerjanya, pak go tanpa expresi kaget melihat tuanya sedang berciuman panas dengan santai menuju meja kerja yuan.
"tuan ini dokuman yang anda minta" mendengar suara pak go, seketika yuan melepas ciuamannya dari xixi dengan tetap memeluk xixi. "ya taruh saja dan bilang rapat di tunda 1 jam" pak go menunduk dan "baik tuan, saya permisi"
pak go pergi meninggalkan ruangan, ketika pintu telah tertutup. yuan kembali menengok xixi dan melihat xixi lemas lalu menenggelam kan wajahnya di dadanya, ia mencengkram kemeja yuan dengan sangat kencang.
__ADS_1
xixi ia mendorong yuan dan berteriak "OMMM SINTINGGGGG."Â xixi berlari dengan wajah merah dan sedikit lemas keluar ruangan yuan. "hahahha" yuan tertawa lepas melihat expresi xixi yang memerah dan kesal, yuan membiarakn xixi pergi karena ia cukup puas dengan respon xixi tadi.