
lisa yang melihat jihan berteriak ke yuan pun merasa bersalah karna ini bukan salah suami xixi, saat xixi keracunan lisa bersama xixi ia yang harusnya bertanggung jawab dengan semua kejadian ini.
"tidak tidak ini semu salah ku aku yang tidak bisa menjaga xixi saat bersama ku xixi keracunan saat aku ada di dekatnya san bagaimana bisa hanya ia yang keracunan harusnya aku saja."
"jangan bodoh jika xixi berada di posisi mu ia yang akan terpuruk seperti mu saat ini, ia akan sangat sedih dan menyalahkan dirinya." jihan yang mendengr lisa menyalahkan dirinya mencoba menenagkan lisa. ibu xixi yang menyaksikan kehebohan dan penjelasa. semua orang terdiam ia tidak banyak bicara dan hanya diam dan meneteskan air mata, ibu xixi tau jika ia meraung histeris hanya akan memperburuk keadaan, jdi ia mencoba tenang dan tenang tapi matanya tidak bisa berbohonh dengan ketenangannya ibu xixi meneteskan air mata.
jihan pun tidak tau cara menenangkan semua orang yang ada di sini lagi karna ia pun tidak tenang dan hawatir. semua yang menunggu xixi di luar tuang perawatnan xixi menunggu dalam diam dan penuh rasa penyesalan dan hawatir, tidak lama nenek datang dan melihat semu orang terdiam dan menangis, saat itu nenek pun sangat hawatir tapi ia mencoba tenang dan memanggl alice yang ada di sampingnya.
"alice coba temui dokter dan tanyakan keadaan xixi."
"baik nyonya."
alice pun pergi dan meninta pejelsaan tentang keadaan nyonya mudanya, mendengar penjelasan yang cukup alice kembali ke nenek dan membisikan ke nenek prihal xixi yang keracunan dan soal efek yang akan di timbulkan.
nenek menarik napas lega jika xixi masih bisa di selamatkan tepat waktu, nenek melangkah ke arah yuan dan menampar wajah yuan..
__ADS_1
palakkkkkk.
suara tamparan bergema di lorong rumah sakit itu, rasa sakit yang di timbulkan di pipi yu. membuat yuan sadar, yuan tidak menyadari kehadiran neneknya dan saat yuan merasakan sakit di wajahnya yuan tersadar dari keterpurukannya dan melihat nenek yang menatapnya dengan marah.
"nenek...?"
"apa aku membesarkan mu untuk menjadi bodoh dan lemah."
nenek mencaci yuan, semua orang ikut hawatir dengan xixi pun terdiam menyaksikan nenek yuan yang sedang marah. jihan memilih diam dan tidak ikut campur jihan hanya melihat dan melihat begitu pula dengan lisa dan ibu xixi.
"tidak akan mati....?" yuan menatap tajam ke arah nenek dan mengulang kalimat yang di ucapkan nenek, kalimat itu menenangkannya sedikit.
"ya bodoh lihat xixi sedang di tangani napasnya masih berhembus ia hanya tertidur meraskan sakit, jika kau menyalhakan diri mu dan kerutuki diri mu yang tidak berguna kenapa kau tidak membuat diri mu berguna dan mencari tau siapa yang meracuni xixi istri oh yuan, aku yakin nyali orang itu sangat besar telah berurusan dengan keluarga oh."
kalimat nenek yang tajam menenagkan yuan tidak hanya yuan ibu lisa dan jihan pun sedikit tenang mendengar ucapan frontal nenek yuan. seketika rasa panik hilang tenggalam, lisa yang mendengarnya pun tersadar dan mencengkaram kedua jari jemarinya menjdi sebuah kepalan tangan penuh rasa kesal.
__ADS_1
"ya julia pasti julia, saat maknan di kantin sekolah xixi hanya memakan makanan yang di pesankan oleh julia pasti dia."
"julia.....?"
yuan mengingat nama seorang wanita yang ada di daftr hitamnya ia semakin marah dan marah.
"nek tolong jaga xixi untuk ku kabari aku apapun perkembangan xixi nek."
"baiklah."
yuan meninggalkan rumah sakit dengan amarah yang mendidih auranya seperti ingin membunuh seseorang.
yuan menelpon pak go dan meminta ia menangkap julia. malam pun tiba tidak ada perkembangan berita tentang xixi, xixi masih koma setidaknya ia masih hidup dan bernapas cukup untuk membuat yuan sedikit tenang.
yuan menunggu kabar penangkapan julia dari pak go di ruang kerjanya, dan saat yuan menerima telpon dari pak go julia sudah di tangkap dan di sekap di gudang dalam villa tengah hutan, yuan bergegas menaiki helinya dan menuju villa tengah hutan untuk memberi penyiksaan tiada tara untuk orang yang berani menyakiti miliknya.
__ADS_1