istri kecil ku

istri kecil ku
menahan hasrat


__ADS_3

"kyaaaaa sintingggg kenapa aku bisa lupaaaaa ituu bodoh bodoh aku sangat bodohh" xixi berteriak dan mengumpat kebodohannya sendiri, yuan yang mendengar dari balik pintu terkekeh mendengar umpatan xixi. malam pun tiba waktu yang di takutkan xixi datang, ia terbayang bayang dengan ucapan yuan saat pertemuan keluarga tadi. xixi bolak balik dan berputar putar tak menentu di dalam kamar tingkahnya menunjukan reaksi gugup dan panik, sesekali xixi menggigit kuku jari nya dengan sumbrono.


"tidak tidak ia sudah janji tidak akan melanggar, tapiiii apa yang bisa di percaya dari seorang pria dewasa yang mesum itu. yahh yah yaaa jika ia menyentuh ku maka ia harus membayar 10 jt jadi mana mungkin, haaaah (menghela napas) ayo xixi tenang tenang semua pasti baik baik saja. tapi tunggu.....? uang 10 jt itu sangat mudah untuk dia tapi tidak untuk ku.....? akhhhhh tidak adillll tidak adilll dasar tiraniii kejam. sebentar.... .(berfikir) apa yang harus aku hawatirkan aku tidak mungkin melanggar peraturan ku sendiri hmmmp (percaya diri) tapi tidak dengan dia (down lagi.)"


"akhhhh dasar om om sialan awas saja jika ia berani menyentuh ku akan ku tendang adiknya itu." yuan yang masuk ke kamar bertepatan saat xixi mengumpat dirinya, merasa mengigil dengan ancaman xixi yang membuatnya linu tidak jelas, ia merasa sedikit takut dan kesal dengan umpatan dari gadis yang masih perawan ini tentang menendang harta lelaki.


"hentikan umpatan konyol mu itu, harusnya aku yang takut di terkam oleh bocah yang tidak tau tentang kenikmatan dunia" yuan senyum sombong, mengejek pengetahuan xixi soal dunia orang dewasa yang masih dangkal. "siapa bilang aku tidak tau bermain dan bebas adalah hobi ku, aku tau bagaimana cara untuk menikmati dunia," yuan memijat minjat kepalanya walau tidak sakit, jawaban xixi yang membuat ia harus berfikir keras.


"kenapa bocah ini begitu bodoh."


"siapa yang kau sebut bodoh.....?" xixi menjijit membusungkan badan dengan tatapan kesal. "ya kau lah gadis bodoh" merasa tidak trima xixi menaikan nada suaranya "apaaaaaaa" dengan emosi dan wajah jengkel yag di tunjuka  xixi kepadayuan xixi membuang muka. "apa kau tau bagaimana bayi lahir" yuan bertanya pertanyaan menjebak.


"kenapa kau bertanya seperti itu, aku bukan anak kecil yang tidak tau bagai mana bayi lahir, seorang ibu hamil dan melahirkan anak hmmmm" xixi bangga dengan jawabannya, yuan mengendus kesal atas kebodohan tulen xixi, "bocah ini."


"memang apa lagi.. ?"


"apa kau tau bagaimana proses bayi itu ada di perut seorang wanita."

__ADS_1


"ya jelas aku tau............!?"


blushhhh wajah xixi memerah, dengan panik dan malu ia melangkah mundur menurunkan pertahanannya atas kesombongannya tadi. "kenapa aku bisa sebodoh ini" (gumam xixi dalam hati) yuan yang melihat reaksi xixi tersenyum penuh kemenangan dan kesombongan, ia awalnya hanya ingin mengerjainya, tapi ia tak menyangka reaksi xixi sangat polos yang bisa memancing naluri dalan dirinya.


"cihh sial adai saja tidak ada kesepakatan itu, lihat kucing kecil yang lari ketakutan itu"  yuan melangkah maju dan terus menggoda xixi, ia terkesan menggodanya tapi yuan sangat menahan hasratnya tanpa xixi tau. "ja ja jangn mendekat." yuan mendunduk wajahnya sangat dekat hidungnya hampir menyentuh hidung xixi napasnya yang panas dan menggoda sangat terasa di kulit xixi.


membuat xixi semakin memerah seperti seseorang terkena demam, napas xixi terengah engah pandangan matanya mulau berhambur hamburan. ia berteriak dalam batinnya, "tahan xi tidakkk jangannn kau bukan dia."


yuan yang melihat reaksi menggoda xixi menghentakan giginya, menyadarkannya dari hayalan mesumnya, lalu ia menggoda xixi lagi.


"lihat wajah mu, apa kau sangat bernafsu dengan ku, aku tidak keberatan untuk meminjam kan uang 10 jt buat mu." cetusan yuan soantak membuat xixi sadar dengan sangat cepat, kata-katanya bagai petir di siang bolong."


"maka berhenti menatap ku dengan penuh napsu."


"a a appa tidakk jangan mengartikan pandangan orang dengan sesuka mu."


"baik baik tidur lah."

__ADS_1


yuan mundur dan berjalan ke arah kasur, ia mengangkat selimut dan tenggelam dalam kehangatan kasur. yuan sengaja mengalah dan tidak melanjutkan untuk menggoda xixi lagi, ia punya alasan yang sangat kuat untuk mengentikannya, hampir saja ia tidak bisa menahan hasratnya dan segera mengambil selimut menutupi tubuhnya, tentu saja bagian tubuh bawahnya yang hampir saja terlihat sesuatu yang tidak harus di lihat oleh xixi.


yuan memiringkan badannya berlawanan arah dari hadapan xixi. xixi yang melihat yuan melenggang santai tanpa dosa ke arah kasur sentak diam dengan kemenangan yang jarang ia temui, ia sempat heran tapi keheranannya melebur seiring dengan kesadarannya. "apa ap aaapppa yang kau lakulan" xixi bertanya dengan nada curiga dan menahan rasa paniknya.


yuan membuka matanya yang sempat terpejam "tentu saja tidur menurut mu....??"


"maksud ku kenapa kau tidur di sana..?"


"ya ini kasur untuk tidur ...kenapa....?"


"maksud ku kenapa kau tidur di kasur ku....?"


"apa yang kau bayang kan.....?"


"tapi kita belum menikah."


"lalu kemarin kemarin saat ku tidur dengan ku apa kita sudah menikah....? hentikan pertanyaan konyol mu itu sudah malam tidur lah."

__ADS_1


xixi melangkah dan mengambil tumpukan bantal dan meletakannya di tengah kasur membuat sebuah benteng perlindungn untuk nya. "hahhhh lakukan sesuka mu" yuan mencoba mmengabaikan xixi yang sedang melakukan hal aneh lagi,  "ya ini sedang ku lakukan, jangan melewati bantal ini mengerti." xixi mengancam yuan dan di tanggapi yuan dengan dingin seolah tidak peduli, "ya ya ya."


__ADS_2