istri kecil ku

istri kecil ku
5 lusin


__ADS_3

xixi dan yuan dalam perjalanan pulang ke arah di mana tempat itu di sebut rumah mereka sekarang. mobil mewah berwarna biru ke hijauan itu terlihat memasuki gerbang rumah mewah itu. nenek yuan hanya tau kabar cucu dan istri cucunya itu tidak akan pasti pulang dengn kaget dan di sertai rasa gembira menyambut pasangan pengantin baru itu dengan senyum penuh suka cita dan harapan. berjalan dengan kecepatan maxsimal yang di miliki nenek, nenek terburu-buru melangkah ke pintu utama untuk menyambut mereka setelah mendengar kabar kepulangan mendadak mereka.


"oh ya ampun cucu-cucu ku sudah pulang," nenek menghapiri sambil memeluk xixi dengan ungkapan kebahagiaannya untuk xixi yang sekarang sudah resmi menjadi anggota keluarganya, xixi membalas pelukan nenek dengan senang hati, "nenek...?" xixi bahagia dengan sambutan lembut nenek di iringin dengan rasa penasaran, "ada apa nek...?" nenek melepaskan pelukan itu dengan tersenyum dan menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, "bukan apa-apa, oh ya kata sopir kalian tidak akan pulang dengan pasti."


yuan yang mengikuti langkah xixi dan melihat ke intiman neneknya dan istri nya lebih memilih diam sedari tadi tapi yuan menyela pertanyaan nenek dan menjawab dengan nada mengejek, "ia terlalu takut suaminya melirik wanita lain nek," yuan melirik xixi dan tersenyum penuh dengan rasa puas. "tidak tidak mana ada seperti itu, yuan kau berbohong jangan besar kepala" xixi membantah dengan nada tergesa-gesa, nenek tersenyum melihat tingkah mereka yang memang selalu seperti ini sejak ia bertemu yuan dan xixi pertam kali, "sudah sudah xixi lain kali kau memang harus mengakui perasaan mu sendiri jika kausedang cemburu pada suami mu itu."

__ADS_1


"apa.....!? cemburu....????????"


wajah xixi memerah ia ingin membatah tapi ia bertahan dari rasa malunya dan lebih memilih diam dan mengakui dengan jujur jauh di dalam lubuk hatinya ia memang cemburu. yun tertawa terpingkal-pingkal dengan sedikit air mata yang merembas di kelopak matanya dan tangannya yang memegang perutnya, yuan tertawa melihat xixi menunduk malu dan menatapnya dengan sinis. "sudah yu jangn kau menggoda istri mu lagi, apa kau tidak takut malam ini tidur di kamar yang berbeda....? yuan langsung diam dari tawanya dan memandang serius nenek dan xixi.


"nenek...?" xixi menghentakan kakinya dengan protes yang ia dengar dari mulut nenek, nenek mengabaikannya lalu sibuk dengan imajinasi nenek tentang banyak cuci, melihat nenek yang tidak menggubrisnya xixi memandang yuan dengan tatapan tajam, berbelok dan melangkah mendekati yuan, "OHHHHHHH YUAAAAANNNNNN" menatap xixi dan memperhatikn xixi yang perlahan mendekatinya dengn raut wajah yang menyeramkan membuat yuan mundur dan menjuh, tapi langkah yuan justru memancing xixi mendekat dan lebih dekat, mereka saling mengejar di dalam rumah itu dengan triakan-triakan dari suara xixi memanggil nama yuan membuat nenek semakin larut dalam hayalannnya tentang 5 lusin cucu.

__ADS_1


suasana rumah itu ramai dan sangat hidup, dengan yuan dan xixi yang berlari-lari seperti anak kecil yang sedang bermain, membuat beberapa pelayan menatap kedua majikannya, sehingga para pelayan telah melupakan dan tidak mengenal lagi sosok yuan yang dulu, seakan yuan yang dulu tidak pernah ada dan tidak pernah hidup. yuan menangkap pergelangan tangan xixi yang hendak memukulnya, tapi ayunan tangan itu justru di tarik ke dalam tubuh kekarnya, "sudah sudah istri ku kau bisa melanjutkannya nanti malam, aku menjamin aku tidak akan melawan seperti ini," xixi memerah dan menunduk menikmati dekapan pria yang kini menjadi suaminya itu.


"bodoh."


"ya ya ya aku bodoh maka si bodoh ini mengeluh, bisakah kita makan, kau lupa kita belum sarapan dan aku tidak mau terlalu bodoh untuk menyia-nyikan kesempatan."

__ADS_1


__ADS_2