istri kecil ku

istri kecil ku
kesepakatan


__ADS_3

ibu datang ke kamar mengantarkan makanan dan segelas susu untuk ku, tapi ada yang aneh dari sikap ibu, tatapanya selalu berpaling dari ku, seakan ada yang di sembunyikan dari ku "ibu kenapa ada apa....?" xixi bertanya dengan heran atas sikap ibu padanya. "tidak sayang, tidur lah sudah malam, besok..... apa kau tidak mau sekolah, kau sudah cukup lama absen kan, untung tuan yuan menangani nya dengan baik."


"memang apa yang di lakukan om itu bu" xixi penasaran dengan pembicaraan yuan pada ayahnya, "sudahlah kau tidur saja, jangan lupa kabari sahabat mu jika besok kau akan berangkat sekolah"xixi mengangkat tangan dengan posisi hormat "siaaaap bos."


ibu keluar kamar setelah mengantarkan makanan, aku menyantapnya dengan lahap dan penuh rasa bersyukur, masakan ibu selalu enak, dan aku ingat ucapan ibu tentang lisa "oh ya lisa , mana hp" ( meraba-raba sekeliling kasur bawah bantal dan saku di celana) "ahh ini dia di saku celana."


aku mengirim wa ke lisa dan bilang jika aku sudah pulang dan besok akan masuk sekolah, lisa sangat cepat membas wa ku "xiiii sungguh kau sudah di rumah" segera ku membalas pesan singkatnya "iyaaaaaa" tak butuh waktu lama pesan balasan masukĀ  "yakin besok mau sekolah" dan lagi-lagi aku menjawab dengan singkat "iyaaaaaaa"


"yakinnnn......?" (lisa)


"iyaaaaaa" (xixi)


"bisakah jawabnya selain iyaa" (lisa)


"eemmm" (xixi)


lisa mulai jengkel dengan jawaban-jawaban singkat ku pada nya

__ADS_1


"heiiiii serius .....? kau sudah pulang, dan besok akan sekolah" (lisa)


akupun menjawabnya dengan sedikit menggodanya "iyaaa bawel, besok jemput ya, kita kesekolah bareng" (xixi)


"tidak, ada kaka mu di rumahkan" (lisa)


"iya terusssss" (xixi)


"aku tunggu di depan gerbang aja ok, aku sungguh menolak pagi-pagi di goda kaka mu xi" (lisa)


aku mengakhiri percakapan via wa itu, hmmm lisa lisa padahal ku pikir bagus juga jika ia menjadi kaka ipar ku, cuma beda 7 tahun ko dari kaka. jika saja kaka bodoh ku itu tidak genit bisa jadi ia masuk ke kriteria pria idaman lisa, hmmm jika di pikir-pikir ujung-ujungnya juga tuh anak bakal ketemu sama kaka di depan gerbang fufufu.


yuan


flash back


setelah mencapai kesepakatan ku dengan ayahnya, langkah ku turun menuju bocah itu, tatapannya penuh dengan rasa penasaran. apa yang aku lakukan dan aku bicarakan ke ayahnya tadi hehehe sungguh imut melihatnya hawatir. aku menghampiri nya dan mengelus kepalanya seperti anak kucing yang sedang resah, kegelisahannya menghilang seketika setelah aku meyakinkannya hehe, gemassssss.

__ADS_1


reaksinya sangat lucu saat ia menjawab dengan mata berbinar, aku ingin menculiknya lagi, tapi aku menahannya dalam hati, entah apa yang ada di pikirannya, entahlah biarkan saja ia salah paham, justru itu membuatnya semakin menarik. "hei bro panggil aku kaka" dengan menahan kesal dan memasang senyum palsu, baiklah hanya kali ini saja.


ohooo aku sudah bertemu kakanya baik di acara bisnis maupun bebas, jadi dia yang selalu di bandingkan bocah dengan ku......? aku memandangnya diam-diam melirik dan memperhatikannya dari ujung sepatu sampai ujung rambutnya, tidak ada yang sepesial, menahan rasa jengkel di dapannya karna berkali kali ia membandingkan aku dengan pria bodoh ini.


akhirnya bocah itu memasuki kamarnya dan ayahnya turun mejelaskan situasi ku dan anaknya, semua yang ada di sana kaget dan tidak percaya. reaksinya beragam, si ayah dengan mata penuh ambisi memanfaatkan situasi,


si ibu merasa lega anaknya masih mempunyai masa depan.


merasa lega dan beberapa kali berusaha meyakinkan ayahnya jika kebahagiaan putrinya itu lebih penting, tapi tidak di hirau kan, pikiranya kini terlihat jelas jika saham dan investasi ku lebih penting dari keputusan putrinya. bagai mana bisa bocah itu memiliki ayah yang sangat menjijikan ini, jika dia sudah pindah ke daftar keluarga oh, tidak akan ku biarkan anjing ini menjilati bocah itu demi keuntungannya nanti.


apa yang ku tawarkan saat ini sudah lebih dari cukup buatnya, jika ia melewati batas tidak segan-segan aku akan menghancurkannya walau ia akan menjadi ayah mertua ku, sang ibu terus terlihat sangat berusaha tapi sayang beribu sayang si ibu gagal dalam beragumen reaksi nya pasrah dan takut, dan reaski si kaka hanya diam, dia tau rasanya mengejar gadis yang selau menolaknya.


tatapan nya menjijikan lalu ia menyapa ku dan memberi ku dukungan bodoh nya, "yooo kita senasib tenang saja aku selalu mendukung mu, ini antra pria dan pria okeee" yah walau terdengar menjijikan tapi harus ku hargai sikapnya yang mendukung ku, baiklah kau akan ada dalam daftar aman di buku ku.


segera ku berpamitan setelah masalah kelar, dan seluruh keluarga nya tau bahkan setuju ,hanya bocah itu yang tidak tau apa apa soal posisi nya sekarang, baik lah persiap kan diri mu, istri kecil ku, suka tidak suka ini akan menjadi semakin menarik bukan ( membayangkan hal-hal yang bisa membuatnya semakin bahagia)


"hmmmm nyonya oh"

__ADS_1


__ADS_2