istri kecil ku

istri kecil ku
meyakinkan nya lagi


__ADS_3

yuan tersenyum pada xixi dan melanjutkan cumbuannya, "ahh~oh ~ hmmmmmm......!?" xixi terbuai dan sedikit gemetar, yuan melepas ciumannya. "jangan panik kau ingin aku melakukan sesuatu....? yah aku kira kita bisa melakukannya lain kali tapi....?" xixi terlihat malu dan sedikit menunjukan penolakannya, tapi yuan mencium penolakan xixi yang samar-samar terlihat, yuan menangkap bibir xixi, lidahnya menjerat lidahnya sehingga menciptakan suasana intim.


xixi tampak menunjukan penolakan melalui hentakan dan mengeliatkan tubuhnya tapi perasaan aneh muncul seolah-olah mengakui ciuman sebagai sesuatu yang menyenangkan. bertentangan dengan pikirannya yang menolak, tubuhnya langsung menerimanya. yuan menghisap lidah xixi, membuat suara cabul muncul dan bergema di ruangan itu, lalu dengan lembut yuan mencium dan menjilat bibir basah xixi.


pada saat yag sama satu tangannya turun membelai dan membuka setiap kancing baju yang di kenakan xixi, dengan satu tangan yang masih mencengkram kedua tangan xixi, xixi terbuai dan sudah tidak perduli dengan tindakan yuan yang mencoba melepas pakaiiannya itu. perlahan tangannya memegang dan membelai payudara xixi yang berukuran sedang,tidak kecil atau besar.


xixi panik dan berusaha mendorong yuan, dengan mengeliat liatkan tubuhnya ingin menangkis dan menutupinya, tapi tangannya terjerat oleh tangan yuan, lagi pula saat ini xixi tidak punya tenaga untuk menolak. xixi bukan tidak suka ketika yuan menyentuhnya dengan lembut tapi xixi sangat tidak percaya diri dengan ukuranya "jangan lihat" xixi memohon dengan wajah memerh dan sangat malu.


"kenapa " yuan memandang xixi dengan tatapan lembut dan bertanya, xixi membuang muka menoleh dan menjawab "mereka kecil tidak bagus" yuan tersenyum dengan jawaban xixi yang di luar prediksinya, ia sempat takut xixi akan menolak dan menangis karnanya. yuan bahagia xixi tidak menolaknya, hanya ada rasa tidak nyaman karna ukurannya.

__ADS_1


tangan yuan dengan lembut memegang dan membelainya sesekali menekannya, yuan mencium leher xixi dengan sedikit menggigit meninggalkan bekas merah yang baru. yuan mengangkat kepalanya, megecup xixi dengan lembut, yuan mematahkan ciumannya itu dan berbisik di dekat telinga xixi. "xi sudah kah kau dangar....?" ia menghisap dan mengigit daun telinganya, membuat xixi menjadi merah karna malu.


xixi mencoba menjawab, tapi ketika ia mencoba berbicara dengan suara keras seperti anak kucing yang memohon. xixi kaget dengan suara manja yang ia keluarkan, membuatnya malu. xixi masih dalam pikiran kacaunya. yuan mulai meraba-rabanya lebih kuat, memberikan sensasi yang luar biasa. "ku dengar jika payudara wanita di cintai oleh suaminya maka mereka akan tumbuh, tapi aku tidak yakin dengan kebenaran itu, tapi patut di coba bukan....?"


yuan tersenyum dan napas nya mengelitik sekujur tubuhnya. sensasi lembut membuai membuat xixi enggan menjawabnya. yah walau hati nurani xixi dengan jujur menjawabnya. ia bertanya-tanya apakah itu akan berhasil, meskipun ia agak sesat saat ini, tapi ia ingin mencoba setidaknya hanya untuk menyingkirkan rasa kompleknya dalam masalah ini.


sudah terbawa suasan dan menjadi sesat hingga ia mengikuti semua alur dan suasana yang di ciptakan yuan.


" tapi....?" xixu mencoba mengelak dan mencari cari alasan.

__ADS_1


yuan menjawab sebelum xixi membuat alasan yang tak masuk akalĀ  "kau masih tetap bisa bermain dengan


teman mu, main ke rumah mu dan tetap lanjutkan sekolah mu, kau cukup menjadi istri ku dan selalu ada untuk ku." sekali lagi yuan meyakin kan xixi untuk menikah dengannya, yuan tidak perlu menunggu persetujuan xixi karna ia sungguh menginginkan xixi menjadi miliknya.


walau xixi menolak tapi yuan tidak akan pernah menginjikannya untuk jauh darinya. walau sedikit memaksa tapi tidak bisa di pungkiri hati yuan menginginkan jawaban tulus dari xixi. xixi menoleh dan sedikit berfikir, lalu ia menoleh kembali ke arah yuan "aku takut...!"


"takut....?" yuan bertanya dengan ekpresi heran, "ya aku takut pandangan orang-orang pada ku, aku seperti gadis remaja yang mendekati mu hanya karna uang, aku terlihat murahan jika di lihat perbedaan usia kita, dan aku benci fakta ayah ku seprti menjual ku" yuan mulai memanas dan kesal, dengan tegas yuan menatap xixi menciumnya dan melepaskan tangan xixi, yuan memeluk xixi dengan erat.


"apakah kau pikir ada orang di negara ini yang bisa menegejek mu dan aku, atau memandang rendah kau ketika kau menjadi istri ku....? ayah mu.... lupakan dia di sini ada aku dan nenek yang tidak akan membuang mu atau menjual mu." xixi terdiam, mencerna ucapan yuan seakan ia tau apa yang menjadi penyebab guncangan hatinya. matanya berkaca-kaca dengan jawaban yuan yang berhasil menyentuh hatinya, xixi terseyum dengan genangan air matanya dan memeluk yuan dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2