
percakapan pernikahan mereka dengan kedua belah pihak keluarga berjalan lancar tanpa kendala dan keluhan dari kedua belah pihak. mereka sempat membahas soal usia xixi dan sekolah xixi tapi dengan jawaban licik yuan semua mengangguk setuju. yuan bilang, "usia bukan hambatan bukankah secara hukum xixi sudah dewasa dengan usia nya....?" dan soal sekolah yuan pun menjawab.
"dan sepertinya kalian lupa xixi sudah mau tamat sekolah bukan....? jadi tidak maslah, yah walaupun jika ia ingin terus melanjutkan studynya hingga tamat (kuliah) aku tidak maslah dan akan terus mendukungnya." nenek agak kecewa bagai manapun jawaban yuan menegaskan bahwa mereka tidak akan memberikan cicit dalam waktu dekat.
nenek agak cemberut dan ikut setuju dengan pendapat yuan. "bagaimanapun itu keptusan mereka, mereka lah yang menjalaninya, aku hanya bisa mendukung mereka saja." setelah ibu dan kaka pergi, xixi mengajukan persyaratan kepada yuan, setelah mereka memasuki kamar setelah perbincangan serius.
"aku setuju tapi dengan syarat....?"
"syarat....?"
"ya aku ingin selama beberapa hari ke depan sebelum kita resmi menikah jangan menyentuh ku mencium memeluk atau mengerjai ku."
"aku menolak"
"maka aku menolak dan merengek di depan nenek untuk menolaknya atau pas nanti di kantor catatan sipil aku akan beeteriak dan bilang aku di paksa menikah, kau tidak mau kan di permalukan seperti itu oleh bocah seperti ku" xixi tersenyum sombong dengan alis naik ke atas.
cih bocah ini benar-benar tau dan bisa membut ku tak bergeming, tapi tanpa menyentuh menciumnya rasanya ada yang hilang, tapiii jika tidak memilikinya rasanya lebih sakit dari kehilangan, mau tidak mau aku harus menyetujuinya, jika sudah menjdi istri ku nanti sepertinya aku harus mendidiknya setiap hari yah setiap hari, yuan tersenyum dengan beribu pikiran kotor dewasanya yang sudah di bayangkannya bersama xixi nanti.
__ADS_1
"baik lah tapi aku menolak yang terakhir dan akan mengajukan persyaratan baru."
"tidakkkkk" tentu saja xixi menolak dengan sangat cepat.
"maka aku akan menolak, kau tau apa yang ku bilang tadi di bawah, malam masih panjang sayang" yuan tersenyum penuh kesombongan.
"kyaaa tidakkk tidak aku hanya bercanada heheh persyaratan apa itu."
"aku tidak boleh menyentuh mencium memeluk mu tapi aku boleh mengerjai mu karna kau seperti anak kucing buat ku, dan jika aku tidak boleh menyentuh mencium dan memeluk mu apa itu juga berlaku untuk mu kepada ku.... ?"
"apa kau yakin aku hawatir jika malam tiba saat aku tidur terlelap kau akan menyerang ku." dengan panik dan yakin xixi menjawab. "tidak....... tidak akan pernah aku bukan kau." yuan tersenyum senang dengan keputusan xixi "baik lah sepakat, jika salah satu dari kita ada yang melanggar maka ia akan di kenakan denda" yuan memandang xixi dengan mengejek. "denda.....? uang....?"
"ya siapa pun di antara kita yang tidak bisa menahan nafsunya makan harus membayar 10 juta setiap sentuhan bagaimana....?" yuan menantang xixi dengan kebranian xixi tadi, "kau gila aku tidak punya uang sebanyak itu dan uang yang ada di aku pun itu uang saku yang kau berikan." tiba-tiba nyali xixi menciut, "oh aku lupa uang saku yang kau terima akan di kurangi hanya sesuai kebutuhan mu saja stuad akan mengaturnya."
"dasar sinting nagaimana aku bisa membayar 10 jt itu" xixi marah nyalinya menciut membahas soal uang "berarti kau tidak yakin dengan ucapan mu sendiri, atau memang kau sudah merencanakan akan menerkam ku nanti....haaah" yuan menegejek xixi yang sedang ragu dengan keberaniannya tadi, "tidak tentu saja tidakkkkkkkkk" xixi sangat mudah terpancing oleh yuan.
"lalu apa yang kau ragukan, dengan jumlah yang uang yang harus di keluarkan , jika kau yakin harusnya kau tidak perlu memikirkan akan mengeluarkan uang bukan....?" yuan meyakinkan ucapan xixi soal keyakinannya tadi "dasar tirani iblis pria licikkk om om mesummmm" xixi mengumpat yuan dengan kata-kata yang cocok untuk yuan saat ini.
__ADS_1
"oh kau mengumpat ku lagi dan lagi" yuan melangkah maju mendekati xixi di saat xixi memejamkan mata saat mengumpatnya dengan berbagai kata-kata yang menjelekannya. yuan menunduk dan mengambil dagu xixi, cuppp, yuan mencium xixi dengan lembut, xixi kaget dan mebelalakan matanya lalu memenjamkan matanya kembali. "buka mata mu."
"dasar mesum kau melanggar peraturan"
"peraturan itu belum sah, dan baru dibsahkan tadi setelah aku mencium mu tadi,
sepertinya kau menikmatinya."
"dasar mesum jangan banyak menghayal."
"oh ya persyaratan telah di sepakati dan tidak boleh ada peraturan tambahan lain ok."
"baik lah."
yuan pun hendak keluar menuju ruang kerjanya, karena ia dapat kabar bahwa ada beberapa masalah di kantor, sebelum keluar yuan menoleh. "oh ya walau tidak boleh menyentuh mencium dan memeluk tidak ada peraturan kita misah kamar, kau tau nenek hanya tau kita sudah menikah, dan baik kau atau aku kita tidak maukan membuat nenek hawatir, dan pisah kamar ataupun pisah kasur tidak ada dalam perjanjian kita."
bammmm suara pintu tertutup meninggalkn hening sejenak. "kyaaaaa sintingggg kenapa aku bisa lupaaaaa ituuh bodoh bodoh aku sangat bodohh" xixi berteriak dan mengumpat kebodohannya sendiri, yuan yang mendengar dari balik pintu terkekeh mendengar umpatan xixi.
__ADS_1