istri kecil ku

istri kecil ku
meyakinkan


__ADS_3

si om itu pergi ke ruang kerja ayah, aku hanya menunggu dan penasaran apa yang mereka bicarakan, sebelum menyelesaikan rasa penasaran ku, kaka ku pulang dengan tampang menjijikan. "xiiiiiiiii, kanapa kau menghinati ku adik bodoh" xixi heran dengan maksud ucapan jihan padanya, "haaaahhhh.......menghinati....?"


"tega-tega nya kau menikah di usai muda dan membiarkan kaka mu ini menua tanpa seorang istri yang cantik lembut manis seperti lisa hehehehe" xixi terdiam dan mencoba mencerna ucpan kakanya lalu bertanya sekali lagi "haaaa menikah siapa....? aku dengan siapa....?"


"tidak perlu malu xi kaka mu ini orang yang penuh dengan toleran ko, semua dewan direksi yang di bawah naungan tuan yuan sudah tau, tapi sebagai rasa bersalah kau harus mendekatkan ku dengan lisa" xixi justru memusatkan kalimat akhir yang di ucapkan jihan padanya "aaahhhh dasar gila cari lah yang seusia mu, aku tak mau mengenalkan sahabat ku satu-satunya, ke pria seperti mu,"


jihan di cemooh oleh xixi dengan lantang dan jelas yang membuat jihan sembali mencemooh adiknya itu "heiii kau sendiri menikah dengan pria lebih dewasa dari mu" xixi kaget dan ingat dengan gosip yang beredar itu "haaaa apa maksud mu semua itu tidak benar.....!"


belum sempat aku menjelaskan kesalapahaman ini ke ibu dan kaka , si om itu selalu muncul bagai hantu yang tiba-tiba ada dan mengganggu setiap ucapan ku, entah kenapa firasat ku buruk melihatnya keluar dari ruang kerja ayah dengan wajah puas. ia turun dan menghampiri ku lalu mengelus rambut kepala ku. "tenang aja bocah semua sudah ditangani dengan baik."

__ADS_1


uwwaaaaaahhhh ku rasa si om ini sudah menuntaskan kesalapahaman ini ke ayah, dan besok pasti ia akan mengklarifikasinya di media jugakan....? mungkin besok beritanya akan hilang, aku malu jika ke sekolah, setatus ku berubah menjadi istri kecil si om ini. "wahhh benar kah" (dengan mata berbinar binar.)


yuan tersenyum dan menjawab xixi dengan ambigu "benar jadi hari ini kamu bisa tidur dengan tenang di kamar mu, semua masalah sudah terpecahkan" xixi senang dan menunjukan senyum polos nya pada yuan, "sungguhhhhhh" xixi masih menunjukan ekpresinya dengan senyum penuh kebahagiaan, meski agak menyesal yuan berbohoong agar xixi sedikit tenang.


"berisik bocah jangan banyak bertanya, pokok nya semua sudah benar dan tidak ada hal yang perlu di jelaskan lagi" tiba-tiba kaka bodoh ku mencela omongan kami, dengan bangganya ia menyambut si om itu penuh dengan rasa hormat. "yoooo bro panggil aku kaka ipar" yuan kesal tapi terpaksa tersenyum "baik kaka ☺️"


"heiii kaka bodoh apanya kaka ia lebih tua dari mu" xixi memprotes panggilan jihan pada yuan, "sudah lah xi, ini sudah menjadi aturan umum dalam kelurga, karna dia menikahi adik ku maka dia menjadi adik ipar ku sekarang wajib baginya memanggil ku kaka." jihan menjelaskan dengan sangat jelas tanpa tau situasi dan perjanjian yang yuan lakukan pada ayah xixi.


walau aku menaruh rasa kesal dan jengkel ke si om ini, tetapi kata-kata nya selalu membuat ku, tenang dan percaya akan ucapannya ( mungkin si) kalau mengingat akibat ulahnya juga yang membuat ku dalam top topic panas minggu ini.

__ADS_1


aku sampai memblokir sosial media ku untuk mencegah, oran-orang yang penuh rasa penasaran pada ku, membayangkan setiap langkah ku mejadi pusat perhatian dari setiap pasang mata membuat ku merinding, uwaa foto ku folower ku ,sial sangat banyak orang-orang yang penasaran dengan ku.


"baik lah sana om pulang" xixi segera menyuruh yuan pulang "baik lah baik" ucap yuan, jihan mengeluh dengn ucapan xixi yang seolah mengusir yuan "heii xi kenapa kau suruh ia pulang" xixi melotot ke arah jihan dan dengan polosnya menjawab jihan, "kenapa..... memang harusnya ia pulangkan, ini juga bukan rumahnya"  kata-kata xixi menusuk dan sadis tapi dengan santai memasang ekpresi polos.


ayah keluar dari ruang kerjanya, ia meliha ke arah kami sekilas atau hanya perasaan ku saja, aku merasa ayah tersenyum pada ku, ini adalah hal yang jarang terjadi. ayah tersenyum ke arah ku dengan tatapan puas, ohh pasti si om sudah meyakinkan ayah tentang gosip yang tidak masuk akal itu, syukurlah om ada sesuatu yang bisa ku bangga kan pada mu .


"xi masuklah ke kamar mu, pasti kamu lelahkan, bu bawakan xixi susu dan makanan." ibu kaget dan tak menyangka jika sosok dinginnya itu berubah total semenjak ada tuan oh "ohh astaga tentu-tentu, masuk lah xi ke kamar mu nanti ibu buatkan makanan kesukaan mu" sempat panik tapi ibu tetap merespon cepat ucapan ayah.


"sungguh, terimaksih ayah ibu" xixi berlari memeluk dan mencium pipi ibu "bu aku ke kamar ku dulu ya"

__ADS_1


"ya istirahatlah" aku menaiki tangga lalu menuju ke arah kamar ku berada, uwwwwaaa sungguh rindu dengan kamar ini, meski rumah om itu sangat bagus dan besar tapi kamar ini jauh lebih nyaman. ku dengar suara mobil menyala dan berlalu pergi menjauh, tak lama ibu datang ke kamar ku "sayang sudah tidur" ibu mengetuk pelan "masuk lah bu aku belum tidur"


__ADS_2