istri kecil ku

istri kecil ku
singa, macan


__ADS_3

"oh itu si.....(belum selesai)" tiba tiba insting ku menyuruh ku melirik ke hawa dingin di belakang ku , aku menoleh dan sedikit melirik nya, ohhh siallll.


singa ngamukkkkk.


segera ku berlari dan menarik jo di samping ku, sial jika om itu menangkap ku yang sedang jalan di taman dan ketemu cogan hukuman apa yang ia lakukan nanti pada ku, memang nya siapa dia.......?." xi kenapa kita berlari."


"sudah ikut saja, ada singa atau macan kabur dan sangat berbahaya kita harus kabur,"


( jo terlihat sangat bingung tapi tetap berlari karna tangan nya di tarik xixi) akhhh tidakkk jika hanya aku mungkin bisa di terima karna sudah bisa tapi jo, ohh tidak dia tidak tau apa-apa, aku tak mau di buat malu sama si om om sialan itu. aku berlari sekuat tenaga akhhh sialll sungguh lelah.


GU XIXIIIIIIIII


ah sial ia meneriakan nama ku, teriakanya bergema membuat semua orang menoleh pada ku jo dan om om sialan itu," xiii pria itu meneriakan nama mu....?" dengan napas terengah-engah aku menjawab pertanyaan jo dengan setengah hati " iyaaaaa aku tau haaaa haaaa haaa justru itu kita harus lari." jo sedikit heran dengan jawaban ku

__ADS_1


"siapa dia xi sepeti nya sangat marah pada mu ( terus berlari dan bertanya.)"


"dia MACAN SEJENIS SINGA gila yang kabur dari kebun binatanggggggggg, ayo cepat cepat kabur." aku mempercepat lari ku tenaga ku mulai habis, ahh sial om sialan itu masih mengejar ku, ku lihat jo yang masih berlari karna di tarik oleh ku. terlihat jelas ia sudah mulai lelah begitu pun aku, apa om itu punya batrai cadangan di tubuhnya, kenapa masih mengejar ku.


ahhhh sial seisi rumah sakit sudah memperhatikan kami bertiga, brengsek jadi pusat perhatian kan. "GU XIXI KU BILANG BERHENTIIIII BERHENTI ATAU LIHAT APA YANG KU LAKUKAN." ia berteriak di blakang ku sangat keras, aku berhenti dan patuh, aku diam dan ku lihat jo terlihat sangat kelelahan akh sial gara-gara ku bukan bukan......!? tapi gara gara si om itu.


kami bertiga saling bertatapan, sebelum memulai pembicaraan. kami bertiga hanya membungkuk dan terengah-engah kelelahan.(hah hah hah hah) hanya terdengar napas kelelahan di antara kami. si om itu menatap ku tajam setelah rasa lelahnya hilang, sial kenapa lagi ini apa salah ku. yuan menunjukan wajah kesal "ya ampun kamu bukan anak kecil lagi ,ingat luka luka mu nanti nambah parah."


" sayang cepat lepas kan tangan mu dari pria itu di depan SUAMI MU INI." dengan memasang wajah senyum ramah tamah yuan meminta xixi melepaskan tangannya.


yuan


sial bocah ini mau bermain main dengan ku,kau itu mainan ku bukan aku yang jadi mainan mu seperti ini.

__ADS_1


"GU XIXI KU BILANG BERHENTIIIII BERHENTI ATAU LIHAT APA YANG KU LAKUKAN." aku meneriakan namanya dan mengancamnya, teriakan dan ancaman ku sukses membuatnya diam dan berhenti berlari, sial aku tak setua itu hinga mengejar satu bocah saja sudah kelelahan, perlahan ku menstabil kan tenaga ku setelah berhenti berlari mengejar bocah sialan itu.


jiiiittttttttttt 👀


mata ku tertuju pada tangan bocah itu yang masih menggenggam tangan pria itu." sayang cepat lepas kan tangan mu dari pria itu di depan SUAMI MU INI." setelah ku menekankan kata suami, segera ku tarik tangan bocah itu agar segera melepaskan tangan pria itu, sambil tersenyum ku letakan telapak tangan ku ke telapak tangan bocah itu hingga genggaman d tangannya. genggaman kami sangat intens dan meyakinkan, terlihat xixi bingung dan sangat kesal.


"haaa hAAAA HAAAAAAAA, heiiiii ooooo...hmmmmmmmm" yaun segera menutup mulut xixi dengan tangan satu nya. " ya ampun sayang dari pada kau mengoceh biarkan SUAMI mu ini menasehatinmu, ingat luka mu itu belum sembuh, aku tak mau rencana bulan madu kita tertunda karna luka mu yang belum pulih" senyum ke xixi sambil mengencangkan jemari-jemari yang menggenggam erat di jemari jemari xixi.


"anda suami nya.....?" jo bertanya dengan heran, "iya dia istri ku, oohh maaf aku tak sadar ada kau, kau pasti pasien di sini juga, terimaksih sudah bermain dengan istri ku, ia memang masih kecil jadi ia sering bermain-main dengan orang-orang di sekitarnya, aku sering kulahan karna sikapnya yang agak nakal apa lagi jika di kasur (sengaja mengecilkan suara pas di kasur agar terlihat lebih intim  dan sangat menyindir)


 ku mohon agar kau memakluminya, kalau gitu kami permisi dulu."


jo pun menjawab dengan enggan "ya silahkan"

__ADS_1


__ADS_2