
"hehhe selamat makan....!"
"makan... makan.... makan apa aa aaa tidak yuuu yuaannnn."
yuan mencium xixi dengan sangat agresif tanpa ampun dan tanpa cela. secara naluri xixi mengikuti semua yang yuan ajarkan padanya, saat yuan menekan xixi dan tangannya mulai meraba di bagian pusarnya, xixi panik bayangan semalam menghantuinya, ia sangat mengingat rasa sakit yang ia rasakan malam tadi membuat xixi mempunyai sedikit rasa tauma tentang hubungan suami istri atau yang biasa di sebut "sex."
pengelaman pertamanya memang sangat manis dan lembut belaian dan perhatian yuan membuatnya luluh, tapi ketika mengingat bagian yang menyakitkan itu membuatnya ragu. "apa akan sakit lagi.....(gumam xixi)" xixi ragu dan takut untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya, xixi gemetar dan memejamkan mata, ia ingin menolak tapi tekanan yang di berikan tubuh yuan memuatnya diam dan patuh, yuan menyadari kegugupan xixi tapi yang ia lihat rasa gugup di wajah xixi berbeda dengan tadi malam.
"buka mata mu lihat aku." xixi membuka mata dan matanya mengeluarkan sedikit linangan air mata. "yu....!?" sorot mata xixi menandakan ketakutan yang nyata, "ada apa...?" yuan bertanya karna hawatir dengan ke guguppan xixi,
"aku takut" xixi menjawab dengan enggan dan perasaan tidak nyaman, "apa yang kau takuti." xixi dengan nada rendah dan malu mengeluarkan ketakutan yang ada di benaknya.
__ADS_1
"apa kah sesakit semalam" yuan terdiam dan melihat ekpresi xixi. "apa masih sakit.....?" xixi menjawab dengan beberapa angukan kepada xixi dan memejamkan matanya, yuan hanya bisa menghela napasnya. dasar bodoh kenapa aku tidak bisa mengontrol nafsu ku, aku tau ini pertama kali buatnya dan aku sadar betapa ia menahan sakit tadi malam."
yuan mengangkat sedikit tubuhnya membuat jarak aman dari tubuh xixi, yuan membelai pipi xixi dengan lembut, dan menghapus jejak air mata yang tersisa di antara wajah dan kelopak mata xixi. "maaf aku kasar, tidurlah sebentar lagi aku akan menghubingi pak go agar ia membawa obat untuk luka yang tersisa, buka kaki mu aku ingin melihat seberapa parah lukanya."
wajah xixi memerah dengan ucan yuan, ia panik dan justru merapatkan kedua kakinya lebih kencang. "ba ba bagimana lelaki ini tidak punya batas malu, bagai mana bisa ia sesantai itu meminta ku memperlihatkan itu, tidakkk tidak aku tidak akan pernah membukanya".
yuan melihat xixi justru semakin menutup rapat kedua kakinya, yuan mencoba menarik selimut dan berencana membuka dengan paksa kakinya, bagi manapun ia harus melihat seberapa parah luka yang di alami xixi agar ia tau kapan ia bisa menikmati tubuh istri kecilnya itu. yuan menarik selimut xixi dengan paksa, tapi xixi justru mengepalkan jari-jarinya ke selimut lebih kencang, berusaha menahan tarikan yang yuan lakukan.
"TIDAKKKKK."
"apa yang tidakkk....? hentikan dan menurut lah."
__ADS_1
"tidak tidak tidak pokonya tidakkkk."
"ada apa dengan mu berhentilah merengek."
"tidakkk aku malu hentikan."
"malu.......?"
yuan menghela napas atas pengakuan xixi, ia terdiam sejenak dan menyipitkan matanya ke arah xixi, keheningan yang tiba-tiba membuat xixi merasa canggung dan tidak nyaman. "ha ha ha ha ha ha ha ha" yuan tertawa terbingkal-bingkal atas jawaban xixi, ia tak menyangka di saat seperti ini istrinya masih mempertahankan rasa malunya. xixi cemberut dan jengkel melihat yuan tertawa dengan leluasa.
"apa yang lucu berhenti tertawa" xixi merasa jengkel dan di permainkan oleh yuan, ia berpikir terlalu rumit. "ha ha ha maaf maaf maaf" yuan berhenti tertawa dan menghapus sedikit gelinang airmata akibat tawanya tadi. "hmmmmmmpppp" xixi membuang wajahnya ke samping menghindari tatapan yuan. "ha ha maaf sudah lah berhenti mengeluarkan raut wajah jelek mu itu."
__ADS_1
xixi sontak membelalakn matanya, tapi ia tetap menjaga posisi membuang mukanya. yuan mendekatkan wajahnya ke xixi, menempatkan napas dan bibirnya berada di telinga xixi, "apa yang mau kau tutupi dan apa yang membuat mu malu.....? kau lupa, semalam aku sudah melihat semuanya."