
"apa kami membuat kesalahan ......? hari ini,
kenpa bos sangat menyeramkan sekarang, baru tadi pagi seisi kantor heran dengan suasana hati bos yang berbunga bunga, tapi sekarang hanya mendengar sura yang menekannya saja sudah membuat bulu kuduk kami merinding, oh ya aku ingat apa gara-gara wanita tadi...? astaga ajal ku sudah dekat."
aku memanggil resepsionis dan beberapa penjaga di lobi. "mulai besok siapapun wanita yang bukan karyawan kantor di larang masuk ke perusahaan ini" perintah yuan dengan mutlak, "haaaaaaa, maksud tuan.... tamu wanita tadi ...?" merka heran dan bertanya, "ha ha ha tamu.....? ( langsung diam dan merubah ekpresi tertawa menjadi ekpresi marah dengan mata meyipit ) tamu ku hanya istri ku bukan para pelac*r jalanan seperti wanita tadi."
menahan rasa kaget dan dengan patuh "tuan" serentak merka menjawab, "pastikan tidak ada wanita selain istri ku yang bisa masuk sesuka hati ke kantor ku, oh tidak bahkan hanya menginjakan kaki di lobi usir mereka" ucap yuan dengan menambahkan beberapa pian lagi, "baik tuan." ketika yuan telah mengintruksikan bawahanya, yuan menunggu pak go dan pakaian barunya.
(tok tok tok) "masuk" ucap yuan "tuan ini baju baru yang sudah di siapkan" pak go masuk dan menyerahkan setelan baju baru pada yuan, "taruh di sana" yuan menunjuk sofa dalam ruangn kantornya di depan pintu masuk, "baik tuan, kalau begitu saya permisi tuan" selesai menjalankan tugas tuannya pak go pun meminta ijin untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
__ADS_1
"tunggu.." yuan mehan pak go, "ya tuan" pak go berhenti dari langkahnya, "mood ku hancur lanjutkan dokumen-dokuman yang belum aku tangani, aku akan menjemput nyonya dari sekolahnya" yuan justru menambahkan perkerjaan pak go "baik tuan" dengan wajah tersenyum menahan tangis pak go menjawab yuan. pak go pun keluar untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda serta mengecek pekerjaan tambahan yang di berikan yuan padanya.
di balik pintu pak go terdiam dan mengeluh dengan nada jengkel dengan sedikit ekpresi. "haaahh" menghela napas, gara-gara wanita itu mood tuan berubah dan bertambah lagi pekerjaan ku hari ini, semoga saja setelah tuan bertemu nyonya kecilnya mood tuan kebali agar pekerjaan ku tidak bertambah lebih dari hari ini. ku harap besok atau seterusnya tidak ada yang mengganggu tuan dan nyonya kecil lagi (menangis dan mengutuk dalam hati.)
pak go pun berjalan kembali menuju meja kerjanya dengan menyembunyikan ekpresi mengeluhnya dari karyawa lain. di dalam kantor yuan sedang bersiap-siap untuk menjemput xixi di sekolahnya. yuan mengangkat tangan kirinya dan melihat jam tangan yang ada di pergelangan tangan kirinya, "yosh 1 jam lagi, hmmm apa sebaiknya ku hubungi dulu sebelum sampai di sana....?"
dengan acuh yuan melewati karyawannya yang sedang memberi hormat padanya , yuan tidak peduli dengan kehadiran dan tindakan mereka padanya, kini pikiran yuan penuh dengan perasaan ingin segera sampai dan bertemu xixi, melirik atau sekedar melihat bagi yuan hanya akan membuang buang waktu nya dan itu mengganggunya.
yuan keluar dari kantor dan menuju mobil yang sudah menunggu kehadirannya. sopir membungkuk dan membukakan pintu mobil "jemput nyonya" ucap yuan "baik tuan" kini yuan sedang dalam perjalanan menjemput xixi, di dalam mobil yuan membuka hpnya dan melihat lihat foto-foto xixi. "manis sungguh manis (gumamnya)"
__ADS_1
yuan sedikit terseyum saat melihat lihat foto-foto xixi di hpnya dan membuat sopir melirik kaca depan yang pantulannya mengarah ke kursi belakang.
jam pulang sebentar lagi, xixi hanya bisa merasa pura-pura bahagia di kelasnya, karna hati nurani xixi berteriak, ia sangat tertekan dengan kebohongan yang meluas. xixi benar benar merasa bersalah dan berdosa apa lagi sampai yuan membuat seisi sekolah tunduk padanya, xixi langsung berteriak dalam lamunannya lalu berdiri menghentakkan kursi dan mejanya.
"akhhhh siaaaalll mahluk macam apa yang sedang ku hadapi ini" xixi terdiam saat melihat semua orang menengok dan melihat ke arahnya "gu xixi apa kau tidur di jam pelajaran ku....?" ucap guru kimia dengan sinis, "anuuuu" xixi diam dan menundukan kepala tanpa menjawab pertanyaanngurunya, saat ini xixi sungguh merasa malu "gu xixi mohom fokus dan bangun dari mimpi aneh mu."
"ha ha ha ha" semua temannya mentertawakan xixi,
wajah xixi memerah.
__ADS_1