
saat melihat bercak merah di sekitar leher pundak dan bagian dada xixi yang terlihat sedikit, jesi bisa membayangkan berapa banyaknya tanda yang tertutup di antara dada dan seluruh tubuh xixi, wajah jesi memerah emosinya bercampur aduk antara marah dan malu mengakui perbedaan antara dia dengan xixi, bagai mana pun jesi sangat tau yuan tidak akan pernah meninggalkan jejak dan tandanya pada sembarang wanita hanya untuk sebuah hiburan semata.
jesi sangat marah kenapa posisi itu tidak bisa ia miliki, padahal ia yang sangat dekat dengan yuan dari kecil tapi....!? kenapa ....? dengan mudahnya orang yang baru mengenalnya, bahkan tidak mengenal yuan dengan baik mendaptkan posisi itu. yuan melihat adegan itu menarik napas lega dan tersenyum puas atas tindakan yang xixi ambil untuk meindungi dirinya sendiri, dan dari lubuk hati terdalam yuan.
yuan bangga meninggalkan lebelnya pada xixi yang membuat xixi mempunyai pertahanan terkhir yang sangat baik bagi pria maupun wanita, saat ini yuan berpikir akan meninggalkan lebelnya di tubuh xixi tiap hari ya tiap hari. xixi melihat raut wajah frustasi dari wajah jesi, segera xixi menjauh dari jesi karena bagai mana pun xixi menghadapi jesi tidak akan berakhir baik, menghadapi seorang fans lebih mudah dari pada menghadapi seorang penguntit beda negara.
segera xixi menghindar menjauhkan dari, menghindar dari masalah yang akan di timbulkan karna sebuah perasaan tanpa akhir. xixi berjalan pelan dan medekati yuan, xixi merangkul tenggan yuan dan tersenyum ke pada yuan menunggu sebuah pujian yang akan yuan berikan padanya, "bagaimana" xixi bertanya dengan wajah memohon seperti kucing, menimbulkan sebuah pandangan halusinasi di otak yuan dengan kuping kucing seperti fatamorgana yang ada di pikirannya saat ini dan memohon pada yuan. "imut" saat ini yuan tidak bisa menolak pesona keimutan xixi tapi ia juga tidak mau memuji xixi tanpa menggodanya.
__ADS_1
"apanya yang bagimana.....?"
"ukhhh tindakan ku bukankah kau puas dengan itu."
"kenapa harus aku bukannya kau yang sangat puas dengan tindakan mu itu, bukankah kau yang melarangku tadi dan membiarkan mu melakukan apapun sesuka hati mu, apa yang kau harapkan dengan bertanya pada ku atas tindakan yang kau sediri merasa puas."
"aku selalu mendengarkan mu, terutama suara manis mu di atas kasur." yuan tersenyum dengan maksud lain, bibirnya menipis mandangannya menggoda seakan mengoda xixi adlah sebuah keharusan. "akhh sudah lah, aku tidak mau pujian dari mu lagi, aku tidak mau mood ku hancur karena celotehan mu itu" yuan tersenyum lembut memandang xixi dengan penuh kehangatan dan kelembutan, memancarkan kasih sayang yang nyata.
__ADS_1
"yosh yosh anak baik, anak baik kinerja mu sangat bangus," yuan mengelus-ngelus kepala xixi hingga membuat rambut xixi yang tertata rapih sedikit berantakan oleh tangan yuan, "hentikan kau membuat ku tampak berantakan, apa kau tidak tau perempuan selalu memerlukan waktu dan usaha merawat dan menata rambut agar terlihat menarik" yuan memicingkan matanya tanganya kembali mengelus-ngelus rambut xixi.
gerakan tangan yuan agak berbeda, gerakannya sedikit kasar dan sangat terlihat jelas jika yuan sangat sengaja membuat xixi tampak berantakan. "berhenti menata rambut mu berhenti membuat diri mu tampak menarik, selain aku tidak boleh ada yang tertarik dengan mu termasuk teman mu itu." xixi memiringkan kepalanya tampak heran dan memikirkan apa yang yuan pertanyakan, "teman yang mana."
sementara itu jesi benar-benar di abaikan oleh yuan dan xixi, wajahnya memerah dan sangat malu melihat betapa ia berusaha mencari perhatian yuan justru berakhir seperi rumout yang di injak-injak dan terabaikan, jesi memilih diam melihat perdebatan manis antara yuan dan xixi, kali ini jesi memilih mundur tapi dalam hati dan pikirannya jesi menaruh dendam tidak beralasan pada xixi.
"aku tidak mau mebahasnya anak kecil mana bisa mengerti perasaan pria dewasa seperti ku."
__ADS_1
"aku bukan anak keci, aku istri mu.....upss.!?" xixi menyadari bahwa ia baru saja berteriak dan menekan kata istri membuatnya menutup bibir mungilnta dengan kedua tangannya, xixi menghentikan ucapnnya yang sumbrono yang dapat memancing kejahilan yuan padanya lagi dan lagi. "ada apa istri ku kenapa kau menutup mulut mu, kenapa kau tidak melanjutkan ucapan mu, suami mu ini sangat penasaran dengan kalimat selanjutnya apa kau tau itu."