istri kecil ku

istri kecil ku
kemarahan xixi


__ADS_3

jo julia dan lisa terdiam dan mebelalakan mata dengan apa yang mereka lihat, jo termenung dan merasa aneh melihatnya "whatttttt apa ini , dia siapaaaa.....? kaka tidak tidak , paman.....? cihh sial siapa dia kenapa mereka begitu intim dan kenapa xixi menutup matanya tadi...? takut.....? cihh siaallll." jo membuang semua pikirannya saat ini, lalu jo spontan menarik yuan yang sedang mencium xixi. "apa yang kau lakukan brengsekkkk."


jo menarik dan memukul wajah yuan, dan yuan jatuh terlempar dengan wajah memar dan bibir sedikit berdarah "kyaaaaaaaa kau gila jo apa yang kau lakukan" xixi panik dan segera menghampiri yuan yang terjatuh dan terluka.


lisa yang melihat kejadian ini lebih memilih diam dan tidak ikut campur karna menurut lisa, "walau aku ikut campur bisa apa...suami nya lebih hebat dari ku gumamnya."


julia diam dan takut melihat sosok yuan, ia sadar akan kekuasaan yuan, itu sebabnya julia lebih memilih cara yang halus medekati xixi tanpa harus memancing kecuriagan suami xixi. "cihhh" yuan mengelap darah yang mengalir dari bibir bawahnya dengan ujung ibu jarinya, "ooo ah yuaaann coba ku lihat luka mu." xixi memegang wajah yuan dengan panik dan mengecek luka-luka yuan, xixi takut lukanya bukan hanya memar saja.

__ADS_1


aku bisa saja bangun dan membalas bocah tengik itu, tapi aku akan memelih jatuh tersungkur jika mendapatkan perhatian seperti ini, gumam yuan. jo yang melihat xixi hawatir merasa geram lalu jo menarik pergelangan tangan xixi dan menarik xixi. "apaaaa yang kamu lakukan xiii, dia pria mesum yang melecehkan mu, kenapa kau harus hawatir dengan ******** ini harusnya kau berterima kasih pada ku."


plakkkkkkk


suara tamparan keras terdengar. xixi menampar jo dengan penuh emosi, tangannya memerah akibat menampar jo tapi rasa sakit di tangannya tidak sebanding dengan, emosi yang meluap-luapnya. xixi marah dengan ucapan dan tindakan jo yang semena mena tanpa tau apa-apa "bajingannn........aaahhhhahhh ( mengehela napas) dengar jooo ******** ini adalah suami ku, apapun yang dia laukan mau mencium atau memeluk ku, bukan kau yang menentukannya."


wajah memarnya tidak menutupi ekpresi yuan yang sangat bahagia dengan semua ucapan xixi. yuan tidak peduli dengan rasa sakit yang ia terima tadi, baginya ucapan xixi adalah harta yang ia tunggu-tunggu dan ia harapkan selama ini. yuan memeluk xixi dengan erat, kedua tangannya melingkari tubuh xixi, tangan dan dada bidangnya membuat xixi tenggelam dalam pelukan penuh bahagianya. "ya ya aku adalah suaminya yang ia pilih dan ia cintai" wajah yuan terlihat sangat bahagia dengan senyuman yang menawan dan hangat.

__ADS_1


xixi kaget dan menundukan kepala, wajahnya memerah seperti terkena demam, xixi ingin kabur dan melarikan diri dari yuan. xixi pun merasa tidak percaya jika ia berkata seperti itu di depan temannya dan di depan pria yang berusaha menolongnya tadi, walau ada kesalapahaman. pelukan yuan sangat erat membuat xixi harus membuang jauh-jauh pikiran kabur nya.


"wahhh gila malu malu apa yang ku pikirkan dan kenapa aku bisa berbicara seperti itu, tidak tidak ini tidak mungkin....! akuuu mencintai dan memilihnya hahaha sejak kapan dan dari mana kata-kata itu bisa keluar dari mulut ku....."( pikir xixi saat dalambpelukan yuan)


yuan melirik jo dengan tatapan tidak suka dan puas dengan jawaban xixi "sepertinya tidak perlu ku jelaskan lagi bukan. jo terdia dan merasa konyol dan menyesal. yuan melapaskan pelukannya dari xixi dan memutar tubuh xixi, yuan tersenyum pada xixi wajah xixi memerah dan xixi langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya, lalu yuan tersenyum dengan wajah memarnya.


"baik lah istri ku sayang mari kita pulang" yuan langsung mengangkat xixi seperti putri, xixi tersentak kaget dan melingkarkan kedua tangannya di leher yuan "kyaaaa apa yang kau lakukan....? turunkan aku..!?" xixi berteriak kaget saat yuan mengangkat xixi, "hmmm apa yang aku lakukan....? tentu saja kita pulang ke rumah kita istri ku sayang" wajah xixi memerah dan menarik tangannya yang melingkar di leher yuan, lalu menutup wajahnya kembali dengan kedua tangannya.

__ADS_1


__ADS_2