istri kecil ku

istri kecil ku
pertama


__ADS_3

"oh shitttttt" betapa sinting nya orang yang kuhadapi sekarang ini, bagai mana mungkin aku bisa kabur dari sini. melihat penjaga berseragam hitam sepatu hitam dengan kacamata hitam di setiap sudut pagar berada di depan gerbang sekolah. hanya untuk menahan ku si om sinting itu memperketat keamanan sekolah, seakan mencegah seorang penjahat kabur dari penjara.


ingin menangis tapi tidak bisa menangis ingin berteriak tapi malas berteriak, lemas dan lelah sia-sia, aku kabur mengambil hp dan memencet daftar panggilan terakhir "haloo ka jangan jemput aku" ucap ku , lalu kaka bertanya "lohh kenapa aku sudah keluar dari bagasi kantor" dengan nada pasrah xixi meminta kakanya untuk tidak menjemputnya "sudah masuk lagi sana, ternyata aku salah perhitungan"


jihan  bingung dengan jawaban xixi yang tidak jelas "maksud mu apa" dan xixi enggan untuk menjelaskanya "bukan apa-apa" ucap xixi "hmmm baiklah, kabari kaka jika butuh sesuatu lagi" ucap jihan dari balik panggilan itu.


"baik ka, dah" kaka bodoh mana mungkin aku bercerita jika adik mu di kejar kejar om sinting itu, jika mulut ku berucap sedikit aja bisa-bisa......!? hhmmmm.


perusahaan yang kaka bangun sekarang bisa hancur, mengingat kata ayah jika perusahaannya berada pada naungan nya. semua orang berhamburan berlari ke arah ku.......! aku sudah cukup berlari. haah aku sudah tak sanggup berlari dan hanya bisa pasrah "nihh ambil bawa aja, ingin gratisan ke jepang kan, batin ku."


aku menutup mata dan menunggu siapa yang akan menangkap ku. suara gemuruh keramaian terdengar jelas tapi belum ada yang menangkap ku.


saat aku membuka mata ternyata aku sudah di kelilingi oleh para penjaga berbaju hitam itu. "menjauh dari nyonya atau kami akan kasar" ucap para penjaga itu. suara dari salah satu penjaga itu terdengar mengancam siapapun yang berani mendekat pada ku, hmmm nyonya sejak kapan aku jadi nyonya nya.....? oh ya sejak gosip itu. tidak memakan waktu lama tokoh utama dari masalah ini keluar dan berjalan ke arah ku.


"lihat itu suami nya gu xixi gilaaa ganteng dan maco banget."


"ya ampun kal tua kayak gini juga ga akan nolak."

__ADS_1


"ya ampu ya ampunn serius, aku juga mau."


"ketemu di mana gu xixi dengan model suami kayak gini."


"hei tapi katanya dia sudah umur 35 tahun."


"wooohhh beda 18 tahun ya kira-kira."


"liat saja 35 tahun kaya gini, siapapun tidak akan malu di bawa-bawanya, aku juga mau."


"ohhh berarti gu xixi baby sugarnya......?"


"berarti dia bukan orang sembarangan......?"


"jelassssss, tapi kenapa xixi kabur dari suaminya....?"


"entahh mungkin pertengkaran suami istri."

__ADS_1


bukan samar-samar tapi sangat jelas suara keramaian itu berbicara tentang aku seenaknya mereka, pujian dan umpatan terdengar jelas, perlahan aku mengabaikan bisikan bisikan itu. yuan berjalan semakin mendekat dengan wajah dingin dan kesalnya menatap ku. sesampai nya di hadapan ku......!? sambil memasang senyun penuh rasa kesal dan jengkel atas tingkah xixi yang selalu kabur dari nya "sayang jangan buang buang waktu makan siang kita....oke."


xixi memasang wajah kesal dan jujurnya "sayang sayang.......! oommmmmm ku sayang makan siang sana sendiri kenapa harus dengan ku, mengganggu sekali" (senyum tanda kemenangan)


"psstttt hei dia istrinnya kan, tapi kenapa xixi memanggilnya om ke pria itu" yuan mendengarkan tanpa expresi tapi darahnya sudah mendidih. "ya ampun sayang kenapa masih memanggil ku om, panggil aku suami mu, jangan lupa kita sudah menikah loh" yuan sedikit menaikan alis dan mengeluarkan expresi puas.


"apaaa iss" belum selesai dengan ucapan nya bibir dingin yuan menyentuh bibir mungil xixi, cupppp.


"kyaaaaaaaaaaaaa" gemuruh heboh terdengar di sertai dengan, suara kamera ponsel yang mengarah pada xixi dan yuan yang sedang berciuman, bunyi kamera terdengar di sekitar mereka, cekrak, cekrek. belum selesai dengan ucapan ku si om itu langsung mencium ku, oh tidak ini ciuman pertama ku, mata ku berkunang-kunang kesadaran ku di ambang batas antara percaya tidak percaya dengan apa yang terjadi.


xixi memegang bibirnya dengan kedua tangannya yang menutup bibirnya, ekpresi kaget dan tidak percaya terlihat jelas, dengan terbata bata xixi memprotes "cii.....bi....ku...pertama" yuan tersenyum dan mengerti "ohooo jadi ini ciuman pertama mu ya....? biar ku jelaskan dengan sesingkat mungkin, ( mendekat ke telinga xixi dan membisikan dengan lembut dan pelan) ini bukan ciuman tapi kecupan, bocah sepertinnya aku harus mengajarkan bayak hal pada mu tentang orang dewasa.


xixi mematung dan memasang wajah merah semerah tomat, dengan mata membelalak melihat yuan yang baru saja membisikan hal yang memalukan itu. dengan keadaan ku yang masih shok, dengan patuh nyaaku menurutinya saat dia menarik tangan ku dan berjalan menuju mobil nya. duduk di dalam mobil, mematung dan patuh membayangkan jika aku melawannya lagi aku akan di ciumnya lagi, oh tidak tidak.


melihat xixi hanya terdiam membuat yuan sedikit terganggu "bicara lah kau bukan patung" xixi langsung menjawab dengan mengumpulkan sedikit keberaniannya "hmm kita mau kemana.......?" yuan tersenyum ke arah xixi


"sudah jelaskan makan, tapi kita akan ke mall sebentar untuk menganti pakiian mu itu.....?!"  xixi memiringkan kepalanya dan melihat ke arah seragamnya.

__ADS_1


"pakaian ku kenapa.....?" xixi bingung dan menunggu jawaban yuan "kau masih pakai seragam aku tidak mau di tatap sedang menculik bocah ingusan seperi mu" tersenum dengan hati bersumpah serapah pada yuan,


"heiii sinting kau memang sudah menculik ku,gamamku" tidak mungkin aku berkata seperti itu, di saat ini di dalam mobil sempit ini saat aku tak bisa kabur, jika aku seperti itu jangan-jangan....!? ohh tidak yang penting sekarang aku harus patuh jangan mencari gara-gara dulu denganya.


__ADS_2