
mulai episode ini gaya dan tanda baca berubah ya kaka...! dari pihak mangatoon minta di revisi untuk ep ini keatas kan berubah untuk ep ini ke bawah sedang di revisi jadi setelah ep ini maka aku akan jarang up mohon tetap dukung ya kaka jangan bosan-bosan mampir di novel ku agar aku bisa selesai secepat mungkin selesi revisi novel ini.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"kauuu" jesi mengendus kesal ia merasa terhina atas ucapan xixi terhadap nya. xixi yang melihat jesi tersulut emosi karna ucapan dan permintaan nya ke yuan menantang balik jesi " kau apaa......?". jesi yang melihat xixi mengejeknya benar-benar sudah tersulut emosi oleh celotehan singkat xixi, "kau menganggap ku seperti bakteri dan segala yang ku sentuh penuh kuman....? yuuu lihat bocah ini"
yuan cuek dan dan bersikap dingin atas segala keluhan jesi padanya. melihat yuan bersikap dingin dan tidak menggubris keluhanya membuat jesi semakin menjadi dan berani bertindak di depan yuan.
jesi melangkah maju menghampiri xixi, matanya penuh dengan pandangan merendahkan xixi, melihatnya terus merangkul yuan membuat jesi semakin marah dan marah. jesi mendekat dan mengambil tangan xixi dengan sekali tarikan dan hentakan mendorong xixi terlempar jatuh tidak jauh dari posisi yuan dan jesi berada.
melihat xixi jatuh mata yuan membuat membuat yuan sejentak terdiam kaget. sementara itu jesi mulai mengambil kembali lengan yang tadi di pegang xixi ke lengan yuan, belum sempat jesi berhasil merangkul tangan yuan jesi terhempas.
__ADS_1
yuan mendorong jesi dan segera menghampiri xixi yang jatuh tergeletak dan sangat memalukan, adegan itu sudah di lihat oleh bebrapa orang di dalam lestoran hotel itu. jesi tersentak kaget dan sangat jengkel dengan sikap yuan "yu biarkan dia, kau lihat sendiri ia yang menghina ku dulaun betapa hina dan tidak tau dirinya gadis bodoh itu menyamakan ku seperti kuman, masih belum terlambat untuk bicara pada nenek untuk membatalkan adopsinya dan menghilangkan marga OH pada bocah ini."
jesi terus dsn terus menejek keberadaan xixi adalah sesuatu yang salah, ia mencoba membujuk yuan dengan menjelakn xixi di depan yuan, rayuan demi rayuan di keluarkan jesi ke pada yuan yang sedang emndengarkan dalam diamnya.
sambil mendengarkan celotehan jesi yuan mengambil xixi membangunkanya lalu memutar-mutar tubuh xixi, "mana yang sakit...? apa ada yang terluka.....?" xixi tersenyum dan menghentak-hentakkan roknya membersihkannya dari debu yang menempel pada roknya " aku baik-baik saja yuan" yuan menarik napas lega "syukurlah."
dengan percaya diri dan menyakinkan diri sendiri bahwa yuyunya akan membelanya "yu jangan pandang aku seperti itu, tidak mungkinkan kau membela gadis hina itu dari pada aku teman masa kecil mu ingat kita tumbuh dan besar bersama". yuan terdiam sejenak lalu memusatkan kata-kata jesi ke kata hina.
"kau menyebut nya HINA.....? aku beru menemukan gadis hina yang lebih hina menghina wanita yang derajatnya lebih unggul dari nya" jesi kaget dan gugup " a a apa maksud mu yu" kau menyebut ku hina....?".
__ADS_1
yuan tersenyum dan perlahan tertawa terbahak-bahak " ha ha ha ha ha kau pikir aku sedang berbicara dengan siapa tidak mungkin kan aku menghinna is......" belum sempat yuan mengkahiri kalimatnya xixi menyela dan menarik tangan yuan.
"hentikan yuan aku tidak mau kau mengganggu permainan ku." yuan menarik napas, ia berfikir keras kenapa di situasi ini istri kecilnya ingin melanjutkan oprasabun ini. " kau mengenal ku kan kau tau betapa aku sangat menganggu mu bukan....? jangan biarkan ini selesai dengan mudah." xixi membujuk yuan agar memberikannya kesempatan membalas.
yuan tersenyum lembut dan mengelus kepala xixi dengan pandangan manis semanis madu. "ya ya kau memmang xixi ku dan sepertinya kau semakin mirip dengan ku" xixi tersenyum dan mengembungkan pipi dengan jengkel lalu menjawab dengan senyuman," ya ini semua karna pengaruh buruk mu." jesi melihat adegan manis di depan matanya merasa muak dan muak membuatnya kehilangan akal sehatnya.
__ADS_1