
yuan membelalakan matanya, ekpresinya sedikit kaget tidak percaya jika xixi baru saja mempermainkannya dan membuatnya malu di hadapan semua orang. "bocah ini ..... !?" yuan geram dalam senyuman palsu. "yuu lepaskanlah xixi sebentar biarkan ia memeluk ibunya, kau bisa lanjut nanti malam memegang xixi sepuas mu." nenek berbicara dengan nada biasa tapi benar-benar sangat memalukan.
"nenekkkkk" xixi mengeluh (blushhh) wajah xixi memucat dan merah padam seperti orang demam. yuan terkekeh dengan jawaban nenek yang membalikan keadaannya saat ini. "baik lah sayang temui lah ibu mu, waktu masih panjang malam pun masih panjang" ucap yuan dengan wajah dan senyum manis yang sangat menakutkan dari sudut pandang xixii.
yuan memegang dagu xixi dan mengecup pipi kanan xixi.(cupp) "ke sanalah sambut ibu mu dan kaka mu fufufu" yuan tertawa kecil bahagia atas keadaan yang memihaknya. xixi tertunduk malu tapa sadar xixi justru mengencangkan kepalan tangannya yang sedang menggenggam tangan yuan, lagi-lagi yuan sadar atas sikap xixi, justru tindakannya ini membuat yuan semakin ingin mengerjai xixi dalam kejailannya.
"sayang lepaskan tangan ku jika kau mau memeluk ibu mu, akan sulit bukan jika ini tidak di lepas" yuan mangangkat tangan yang di genggam xixi dengan sangat kuat lalu memperlihat kannya ke xixi. xixi panik suaranya terputus putus tidak jelas. "hmmm ini ti ti sepp kamu pi pi, akh sudah lah" xixi pun melas gengamannya secara spontan, kemudian ia berlari ke arah ibu untuk memeluknya, melepas rindu hanya untuk mengingat kehangatan pelukan ibu.
nenek terkekeh melihat kedua sejoli itu. "fufufu main rumah rumah sangat mengasikan, melihat cucu dewasa ku yang bersikap seperti remaja puber, mengikuti usia xixi, ku pikir cucu ku akan kesulitan ternyata kehawatiran ku ini sia-sia justru ini sangat menarik melihat sedikit demi sedikit perkembangan mereka langsung tanpa informan.
__ADS_1
"ibuuu" xixi berlari kecil menghampiri ibunya, ia memeluknya menikmati pelukan hangat dan lembut milik ibunya. "jangan berlari kau bisa jatuh, ibu rindu dengan mu xi, bagaimana kabar mu apa kau makan dan tidur dengan baik apa kau sakit apa kau merasa ada sesuatu yang tidak nyaman" ibu xixi menyerang xixi dengan berbagai pertanyaan prihal xixi.
"wow ibu kau menjadi sangat cerewet hehehe, semua pertanyaan ibu aku jawab langsung, aku baik-baik saja sangat baik bu, bagai mana dengan ibu."
"ibu baik baik saja sayang"
"kaka....?" dengan wajah senyum lebar memanggil kakanya lalu mengulang kembali kata-katnay dengan nada datar "OH KAKA" dengan wajah acuh tak acuhnya seakan tidak peduli. "heiiiiiiii" plaakkkk sebuah jitakan menghantam kepala xixi dari kakanya.
"aduhhhhh" xixi meringis mengeluh sakit dan memegang kepalanya akibat pukulan jihan. yuan melihat dan menarik xixi kembli dalam peluknnya, matanya menyipit menunjukan ancaman akan keberadaanya. "apa yang kau lakukan tuan gu" yuan bertanya dan mengeluarkan aura tidak bersahabat. kaka spontan kaget, takut dengan pandangan sinis dan aura mencekam yang tiba tiba muncul "annuu sepertinya kau salah sangka."
__ADS_1
xixi kaget dengan perubahan sikap yuan yang ramah tiba-tiba menyeramkan di hadapan ibu dan kakanya, xixi panik tapi juga takut, ia bingung harus apa di situasi seperti ini. "kenapa kau memukulnya" ucap yuan dengan tatapan serius dan mengancam. xixi melotot dan kaget dengan perubahan sikap yuan, hanya karna ia menerima jitakan dari kakanya. "oh astaga orang macam apa dia, dia tidak pernah tau kah bagai mana kaka dan adik jika bersikap dalam kedekatan."
tiba tiba xixi teringat situasi dan jawaban apa yang menghantui pertanyaannya barusan. "oh ya hampir saja ku lupa, ia tidak punya adik atau kaka wajar jika ia teringgung dengan sikap kaka pada ku, entah mengapa sepertinya aku jadi lebih dewasa di badingkan dia." xixi menghela napas di dalam pelukan yuan, tangannya bergerak dan mencubit pipi yuan. "apa yang mau kau lakukan dengan tatapan mu yang seperti orang mau membubuh ke kaka ku."
yuan terdiam dam menunduk melihat wajah xixi. "maksud mu apa, kaka mu menyakiti mu apa kau akan diam saja" pertanyaan yuan sungguh konyol. pluk, tangan xixi memukul kening yuan dengan lembut "dasar bodoh, pufttttt" xixi tertawa dengan sikap yuan itu, "apa yang kau tertawakan" ucap yuan dengan wajah seriusnya. "apa... mana ada ... aku tidak tertawa lihatkan nih hmmm" xixi menunjukan wajah yang pura-pura menahan tawa.
di sela perdebatan mereka nenek ibu dan kaka yuan termengung melihat xixi yang berani mencubit pipi yuan bahkan memukul kepalanya. "xixi apa yang kau lakukan pada tuan oh" kaka takut dengan sikap xixi dan perilakunya. wajah kaka memucat ia takut yuan marah dan menyiksa xixi beserta keluarganya, ya itu wajar karna tuan oh yuan yang dia kenal adalah pribadi yang dingin dan juga kejam.
melihat adiknya yang seperti kucing mempunyai nyawa sembilan membuat kaka xixi takut setengah mati. xixi menoleh ke arah jihan setelah omelan yang di keluarkan jihan. "kaka.....? jangan salah pahan ini....ini...?" dengan panik xixi bingung harus menjelaskan situasinya, tapi xixi tidak menemukan kata-kata yang tepat. yuan yang melihat xixi gelagapan panik akhirnya ikut andil dalam percakpan. "siapa yang kau marahi, dia istri ku apa yg dia lakukan pada ku tidak boleh ada yang mengeluh."
__ADS_1