istri kecil ku

istri kecil ku
alice


__ADS_3

xixi benar-benar terdiam dan mematung mendengar ucapan yuan, seperti ditaktor yang menetapkan hidupnya tapi sangat manis. wajah xixi merah terbakar, jantungnya memompa semua aliran darah lebih cepat dari biasanya, dengan bertahan dan menahan emosi, xixi berekpresi seperti tidak mendengar apa-apa dan berusaha mengabaikan ucapan manis yuan.


"kita pulang saja."


"ya kita pulang tapi setelah kita mencari sarapan kita."


"tidak aku ingin sekarang dan sarapan di rumah."


"kenapa......?"


xixi menalingkan wajahnya, menjawab yuan tanpa melihat ke arah yuan, "makan bersama mu di rana publik membuat ku sakit kepala, aku lelah dengan semua pengemar-penggemar mu itu, entah siapa lagi yang akan datang pada ku, mungkin hari ini hanya sebuah cacian tapi tidak ada yang tau masa depan seperti apa yang aku jalani dengan mi dan dengan semua penggemar mu, ingat yu kamu sudah memaksa ku menikah dan jangan buat aku kecewa dengan keputusan ku ini."


yuan tercengan dengn sedikit menaikan kecepatan laju mobil yuan mencari pemberhentian untuk memarkirkan mobilnya, melihat sudut jalan yuan bergegas memarkirkan kendaraannya lalu yuan menarik tangan xixi membuat xixi menatapnya . "dengar xi aku suami mu sekarang dan di masa depan, apapun yang terjadi nanti lusa besok atau masa tua kita, kau akan tetap dalam lindungan ku, kau nyonya oh jadilah nyonya oh sesungguhnya, biarkan semua orang tau dan iri dengn semua yang kau miliki kau layak untuk itu, dan yakinlah apapun yang kau akibatkan aku akan menanggung dan mengurusnya untuk mu."


"bodoh."

__ADS_1


xixi tersenyum mendengar jawaban antusias dari yuan, xixi puas dengan reaksi yuan dan jawaban yuan yang seolah dirinya sangat berhrga, xixi sedikit gemetar dan berfikir "hanya ia ini yang memperlakukan ku sedemikian berharganya, kelurga ku saja mengabaikan ku ya hanya ayah saja tapi ibu dan kaka, walu mereka menyayangi ku tapi terbatas pada keputusan ayah, aku hilang pun ayah tidak pernah khawatir, tapi ia....? aku terlu aku sombong atau menjadi jahat pun ia akan selalu melindungi ku."


"bodoh.....?" yuan terdiam mendengar ucapan xixi, "ya kau bodoh aku tidak mau jadi wanita jahat aku hanya mau menjadi gu xixi seperti sebelumnya."


"kau yang bodoh (yuan mencubit hidung xixi dengan gemasnya) kau bukan lagi gu xixi yang dulu, kau nyonya oh dan kau istri oh yuan bukan bocah ingusan lagi."


"ya ya ya aku nyonya oh mu, jadi bisakah kita pulang saja aku lelah, aku ingin makan di rumah saja."


"siap laksankan nyonya oh."


nenek sarapan dengan hati yang kosong melihat meja kosong itu, ia membayangkan ada yuan xixi dan anak mereka. "aku ingin mendengar tawa anak kecil di saat makn dan aku ingin mendengar celoteh anak kecil." elice (asisten pribadi nenek) yang mendengar eluhan nyonyanya merasa iba dan prihatin medengar kerinduan yonyanya dengan keluarga dan suasana suara anak kecil yang di rindukannya.


"mereka pasti memberikan kabar baik nyonya, percayalah dengan tuan yuan dan nyonya muda."


"yah kau benar alice, oh ya kau belum bertemu dengan xixikan, kau akan terkejut melihat dan mengetahui xixi, ia sangat berbeda dengan gadis-gadis yang mengejar-ngejar yuan, oh ya tau kah kau jika yuan sudah berkali-kali di tolak oleh xixi bahkan gadis itu berkali-kali kabur dari kejaran yuan." nenek memberi tau prihal xixi dan yuan dengan nada dan raut wajah semangat, nenek sangat senang berbagi cerita dengan alice.

__ADS_1


"sungguh nyonya.....nyonya muda seperti itu dan tuan yuan.....? apakah nyonya tidak salah informasi."


"tidak aku sangat yakin setelah melihat yuan memperlakukan xixi dengan sangat khusus."


"maaf nyonya jika saya tidak sopan membanding-bandingkan, walu saya belum bertemu nyonya muda, menurut nyonya nona jesi dengan nyonya muda menurut nyonya mana dari mereka yang lebih baik, setau ku nona jesi sangat menyukai tuan.....?"


"entahlah alice, yang baik menurut ku belum tentu baik untuk yuan, biarkan ia memilih mana yang terbaik untuknya, aku hanya ingin melihat senyum dan kelembutan anak itu lagi, ku tau alice setelah meninggalnya anak ku dan istrinya senyum di wajah anak itu menghilang, dan untuk saat ini dan seterusnya aku tidak akan mengambil atau merubah apapun, aku sangat suka situasi sekarang."


"aku menerti nyonya."


"oh ya alice, aku memberi mu cuti dua hari dan stuad juga sudah setuju, berkencanlah dengannya minggu depan."


"ta ta tapi nyonya......!?" dengan wajah panik dan terkejut alice malu, ia tidak pernah mendengar itu dan di saat ia tiba di cina setelah mengurus kepentingan nyonya besarnya ia tiba-tiba di suruh berkencan dan itu dengan kepala pelayan yuan.


di pojok ruangan, prangg suara cangkir teh terjatuh, dengan wajah gugup stuad tersenyum konyol. "ma ma maaf nyonya tangan ku licin aku akan kembali membuatkan teh lagi."

__ADS_1


nenek tersenyum atas reaksi stuad, "bagai mana alice sangat lucu bukan."


__ADS_2