
esok paginya kaka mengantar ku ke sekolah dengan mobilnya karna kaka takut aku hilang lagi atau tersesat. " ka aku bukan anak kecil lagi, lagipula ini kota ka banyak petunjuk arah dan lucunya sekolah ku dekat, kenapa kaka
justru membuat ku malu dengan di antar pakai mobil padahal jalanpun aku sampai ko ke sekolah"
" jangan membantah biarkan kaka mu yang tampan ini mengantar mu, sudah lama aku tak menebar pesona ku pada para gadis-gadis muda yang malang itu yang tak bisa selalu melihat paras tampan kaka mu yang tampan ini, anggap saja aku vitamin pagi buat mereka hahahahaha "
" bodoh sempat sempat nya ku percaya pada rasa hawatir mu ka, ternyata tujuan mu membuat ku merinding", walau harus ku akui kaka memang mempunyai wajah tampan yang tak sebanding dengan teman teman pria di sekolah ku , agak kesal ku harus mengakui nya jika kaka ku memang tampan." hei adik bodoh tak bisa kah kau menyadari pesona kaka mu ini ....?"
__ADS_1
" ya ya ya terserah mu saja ka", mengacak ngacak rambut ku dengan satu tangannya. sesampainya aku di depan sekolah xixi melihat lisa dari jauh sebelum turun dari mobil xixi mencoba menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkanya, sambil memikirkan pertanyaan yang akan di lontar kan lisa pada nya. pasrah akan menjawab apa adanya nanti, kaka ku turun duluan dari mobil dia melarang ku keluar mobil sebelum dia membukakan pintu mobil nya untuk ku.
ku lihat beberapa gadis yang terpesona melihat kaka ku yang turun dari mobil, aku pun mendelikan mata ke atas dn kebawah sambil beberapa kali membuang napas jengkel. " ternyata ini tujuan mu, kaka bodoohhh" guamam ku. lisa yang melihat kaka ku datang ke sekolah berlari menghampiri kaka ku yang baru saja turun dari mobil, dengan PD nya kaka ku membentangkan tangan berharap lisa memeluknya tapi lisa melewati nya dan di bukalah pintu mobil kaka olehnya.
lisa menarik ku keluar dari mobil sambil memeluk ku dan menangis histeris melihat ku, dan kaka bodoh ku itu hanya menangis ya menangis bukan karna adegan ku dengan lisa yang mebuat satu sekolah HEBOH DAN KAGET melihat lisa menagis histeris memeluk ku yang masih hidup dan selamat.
kaka bodoh ku itu menangisi sikap lisa yang selalu dingin kepada nya." tak bisakah kau berlari memeluk ku seperti itu ,tak rindukah kau dengan wajah tampan ku". mendelikan mata dan menunjukan tampang menjijikan ke pada kaka ku, tanpa menghiraukan pertanyaan kaka ku lisa langsung melontarkan seribu pertanyaannnya pada ku, ku hanya menarik napas dan mengajak nya ke kelas.
__ADS_1
" he hehehehe maaf ya kau sabar dengan ku ", lalu lisa mengiyakan ajakan ku, sepanjang perjalanan ke kelas semua orang menatap ku takjub seakan tak percaya aku kembali setelah di nyatakan hilang di di hutan. terlihat julia dari jauh yang kaget dan kesal melihat ku masih hidu, melihat reaksi nyaaku sedikit paham dan mengerti kenapa aku bisa tersesat, jika aku jahat mungkin sudah kulaporkan ia tapi tak ku ambil pusing tohh aku sekarang baik-baik saja.
sesampainya di kelas teman satu kelas kupun heboh melihat ku, wajah bahagia dan rasa lega terpancar dari wajah mereka, aku sangat bersyukur mempunyai teman satu kelas yang perhatian dengan ku. mereka penasaran dengan apa yang tejadi pada ku kenapa aku bisa hilang dan bisa selamat setelah di nyatakan hilang, ku hanya menjelaskan yang seperlunya tak mendetail takut membuat mereka heboh.
istirahat siang, ku menjelaskan dengan detail kejadian ku pada lisa dan lisa terlihat sangat marah dan murka karna cerita ku berbanding terbalik dengan apa yang julia jelaskan pada guru. ku tahan lisa ku jelaskn cerita ku selanjut nya, ia bersyukur ada orang yang membantu dan memperlakukan ku dengan baik. bel pulang pun berbunyi ku lihat ada keramaian di depan sekolah ku, kehebohan yang terjadi sukses membuat ku dan lisa penasaran , kami menghampiri keramian itu tak lama seorang pria berjas hitam datang menuju arah ku sambil membukukan badan.
" nona xixi tuan sudah menunggu anda di dalam mobil "
__ADS_1
sontak aku kaget dan bertanya, " tuannnn....... menunggu ...siapa .....?". belum selesai pertanyaan ku keluarlah seorang sosok pria yang sukses membuat para gadis histeris melihat pria itu, aku pun hanya haget dan tak percaya, " OOOOOO.....?".
belum selesai ku memanggil nya om, ia menghampiri ku dan menggendong ku ala putri di dapan lisa dan semua murid yang melihat kami saat itu, uwuuuu sungguh malu batin ku.