istri kecil ku

istri kecil ku
KITA


__ADS_3

cuppppp



"dengar ya kucing kecil, si om mu ini yang akan jadi suami mu, jadi belajar lah jadi istri yang baik." wajah xixi memerah dan mata terpejam, malu dan takut xixi hanya menutup mata dan bertahan dalam pikirannya. apa yang akan di lakukan yuan pada nya lagi. "uwaaaa baikkkk" (menjawab regesa-gesa karna panik dan malu)


yuan mengelus-ngelus kepala xixi. "bagus anak baik, bersiaplah dan turun hari ini ada jadwal penting" xixi diam dan tetap menutup matanya, yuan turun dari kasur menuju kamar mandi yang ada di dalam pojok kamarnya. xixi merasakan yuan mulai menjauh dan turun dari kasur dan perlahan menjauh dan hilang di balik pintu kamar mandi.


lalu xixi langsung menarik selimut dan membungkus seluruh tubuh nya.


xixi


kyaaaaa tidak wajah ku panas, si om itu kenapa selalu mencium ku mendadak.....? sunggu akh tidak ada persiapan, heiii bisa kah dia bersikap manis pada ku, dan apa-apan penamilan nya itu, jaman apa sekarang, tidur dengan kimono......? selera orang tua. tapiiiii, si om terlihat cukup sexy.....! kyaaa tidak xixi apa yang kau pikirkan, bisa-bisanya pikiran ku ke sana, ingat aku ini sedang di culikkk.

__ADS_1


(klek)


suara pintu kamar mandi terbuka xixi masih dalam keadaan membungkus diri dalam selimut, yuan yang melihat tingkah xixi semakin ingin menjahili nya, "polos" ( dengan suara kecil yuan tertawa saat melihat xixi yang sedang membungkus tubuhnya) yuan menghentikan langkahnya, dalam benerpa menit yuan menahan langkahnya, membuat ruangan kamar itu menjadi hening.


xixi yang sedang meraba-raba dengan indra pendengarannya, merasa aman dan sudah tidak ada suara langkah kaki atau kegiatan. perlahan xixi membuka selimut nya, yuan yang melihat pergerakan selimut dari xixi langsung berinisiatif dan berpura pura sedang mengerinkan rambut nya. xixi yang membuka selimuttt "kyaaaaaaaaaaaa."


xixi kaget bukan kepalang, dada bidang berototnya, handuk kecil yang hanya menutupi bagian bawah nya, dengan kondisi tubuh dan rambutnya yang basah, membuatnya terlihat lebih menggoda, xixi menjadi semakin semakin tergoda. "berisik berhentilah berteriak, kuping ku sakit" xixi menarik kembali selimut nya. "om mesum apa-apaan kau ini, tidak bisakah kau keluar dari kamar mandi memakai handuk yang lebih menutupi diri mu."


"biasakan.....? kau gila om mana mungkin aku biasa dan akan terbiasa" yuan semakin bersemangat untuk menggoda xixi,  "kau lupa.....? kau itu tunangan ku dan kau akan menjadi nyonya rumah ini, ohh ya aku sudah ke rumah mu dan bertemu ayah mu, mulai sekarang kau akan tinggal di sini. yuan berbicara sambil mengenakan pakaiannya.


"apa ayah setuju lalu ibu.....?" xixi bertanya dengan nada sedikit sedih, "tidak ada penolakan dari mereka" xixi terdiam dan menyakinkan dirinya sendiri  " baik baik, aku tidak akan menang melawan mu ok, tapi ijin kan aku pulang untuk berkemas dulu" ( mencari alasan untuk kabur) yuan terseyum licik, "bocah apa kau meremahkan ku....? semua barang mu sudah ku bawa"


xixi panik "apaaaaa anu ta ta tapi sejak kapan (akh sial aku lupa sedang berhadapan dengan siapa)" xixi terlihat bingung. "oh ya bersiaplah di sana sudah ada baju-baju untuk mu, mandi dan bersiaplah nanti aku akan menyuruh mereka menata baran-barang mu di kamar KITA.'

__ADS_1


"KITAAAA"  xixi menegaskan kata kita yang ia dengar tadi berharap ia salah mendengar, "ya kamar kita, 10 hari akh ya bukan 9 hari lagi kita akan menikah, persiapkan diri mu untuk malam pengantin kita sayang." yuan tersenyum dan langsung keluar kamar, meninggalkan xixi tanpa penjelasan.


xixi


astagaaaaa gilaaaa 9 hariiii kata kaka sebulan, dan kamar kita.....? a aa aaa aapaaa artinya mulai sekarang aku akan tidur dengan si om itu, ohh tidak semoga saja om itu tidak berbuat macam macam pada ku. xixi turun dari lantai 2 dan di antar pelayan menuju ruang makan, di sana yuan sedang duduk membaca koran dan meminum segelas kopi .


di samping kursi kosongnya, ada sebuah gelas yang berisikan susu, susu.....? apa si om ini minum susu, pikir xixi.


"apa yang kau lihat kemari dan duduklah, minum susu mu." (oh ternyata buat ku) "baik" xixi duduk dan memegang gelas susunya, saat meminumnya sesekali xixi melirik dan melihat sosok om itu dengan teliti. hmmm memang tampan dan menggoda tapi sikap nya ( berbisik dalam hati.)


"hei om apa menikah itu tandanya keperawanan hilang, tapi kata teman ku saat keperawanan hilang itu tandanya sepasang pria dan wanita tidur bersama dan kata mereka itu akan sakit....? kita sudah tidur bersama tapi aku tidak mengerti apa yang sakit.......? aku merasa baik baik saja ko."


xixi bukan gadis polos yang tidak tau apa yang dia bicarakan, ia tau dari internet dan majalah-majalah dewasa, xixi sengaja mengajukan pertanyaan polosnya. yuan tersentak memuntahkan kopi yang sedang di minumnya, ia segera mencari sapu tangan dan mengelap bibirnya, ia kaget dengan pertanyaan xixi "berhenti bertanya."

__ADS_1


__ADS_2