
//yuan//
ku rehat kan tubuh ku di sofa rumah sakit, ku lihat bocah itu tertidur pulas dengan perban di kepala nya. ku memegang kepala dan sedikit memijat kecil di antara pelipis dan kening ku, tak ku sangka ,aku bisa dengan mudah nya membuat kekonyolan HQQ. " apa yang terjadi hari ini....? ide gila dari mana ini datang nya."
itu lah yang ku pertanyakan semenjak tadi, kenapa bisa-bisanya aku membuat kebohongan yang jelas merugikan ku, seorang oh yuan menikahi bocah ingusan itu hahahahaha, gila benar-benar gila jika saja pikiran ku tidak waras mungkin.....aku akan benar benar menikahinnya. bahkan menerkam nya......?
memperlakukan nya seperti wanita-wanita yang selalu menempel pada ku, untung kamu berbeda bocah.
ayolah yuan, tapi melihat reaksi nya sungguh sebuah hiburan, di satu sisi bermain-main dengan nya sungguh bisa membuat ku merasa hidup, di saat itu pula aku bisa menyingkirkan ******-****** menjijikan yang selalu menatap ku, cihhhhh adai semua wanita seperti bocah ini. hampir saja ku lupa, ( menegeluarkan hp menelpon seseoran ) "pak go gimana penyelidikan terhadap gadis yang menyakiti mainan ku."
pak go menjawab " gadis itu bernama julia, ia teman sekolah nona xixi, ia juga yang membuat nona xixi tersesat di hutan, dari penyelidikan yang saya dapat mendetail, ternyata gadis yang bernama julia ini sangat membenci nona xixi, karna sorang pria yang ia suka menaruh hati dengan nona xixi, dan dari data yang saya terima ternyata gadis yang bernama julia adalah anak rekan bisnis anda tuan, ia anak tuan max.
" max.....? si tua bangka serakah itu....?" pak go menjawab " iya tuan" yuan terdiam dan meminta pak go untuk melanjutkan pengawasannya. " baik lah lanjutkan perjaan mu awasi dan selidiki lebih lanjut"
__ADS_1
" baik tuan." jawab pak go
" hahahahahaha anak dengan ayah sama sama sampah, baik lah tidak ada alasan buat ku berbaik hati apa lagi, untuk seseorang yang mencoba bermain main dengan mainan baru ku.
xixi
semoga tidak meninggal kan luka (memegang perban di kepala) aishhhh, rubah itu tak henti-henti nya membuat ku dalam masalah. jika pulang nanti dan menimbulkan bekas luka, apa yang harus aku jelaskan ke ibu apa lagi kaka aishhh mengingat kaka ku itu sangat bodoh, kalo ayah hmmm mustahil ia hawatir pada ku. hmmmmmm
padahal aku sudah baik-baik saja kapan si om bodoh itu membawa ku pulang, aish bosan. aku akan sedikit berjalan-jalan di taman blakang rumah sakit, untuk menghilang kan rasa bosan ku, ketika sampai di halaman rumah sakit, mata ku tertuju pada sosok pria remaja di bawah pohon yang memandang ke atas entah apa yang ia lihat, ia terlihat sangat dingin dan berwibawa, ku coba mendekati nya ia pun menoleh dengan penuh senyum.
" nama ku gu xixi salam kenal jo, apa aku mengganggu mu....? , aku hanya kebetulan lewat dan melihat mu melihat ke atas ... apa yang kau lihat.....?" jo menjawab " sosok yang ku nanti." xixi terdiam dan meihat jo dengan serius, " siapa, apa ia orang yang spesial"
" lebih dari kata sepesial ( memasang senyum malaikat) apa kah aku boleh menemani mu berjalan-jalan, kebetulan aku juga sedang bosan" jo dengan senang hati menawarkan diri ke xixi, " tentu saja jo , semoga kita bisa menjadi teman di sini(senyum)" xixi dengan senang hati menerima ajakan jo. xixi pun berjalan di taman di temani jo orang yang baru di kenal nya.
__ADS_1
yuan
kesal karna pekerjaan di kantor. cih seketaris bodoh begitu saja tidak bisa mengatasinnya ( melihat jam tangan) sudah jam 12, apa bocah itu sudah makan atau ia sedang berulah di rumah sakit. sesampai nya di rumah sakit segera ku memarkirkan mobil ku dan berjalan cepat ke arah ruangan bocah itu, ku buka pintu ruangan itu tapi sama sekali tak ku lihat sosok yang bocah itu.
segera ku keluar , melihat suster jaga yang sedang lewat. " sus apa kau melihat bocah ehhh maksud ku apa kau melihat istri ku di ruangan ini.....?"( sial ku kira mau menggoda ku , ternyata mencari anak kecil itu) "oh ya tuan nyonya xixi sedang jalan jalan di taman" yuan tersenyum ramah " baiklah terimakasih."
ku berjalan menelusuri lorong yang menuju taman blakang rumah sakit, mencoba mencari-cari sosok bocah menyebalkan itu, ketika ku melihat sosok nya entah kenapa aku menarik napas panjang dan lega melihat nya sudah lebih baik. beberapa langkah maju mendekatinya, langkah ku terhenti melihat sosok pria yang tadi tertutup pohon, yang ku lihat sosok itu sedang berbicara ramah dengan bocah itu dan lihat bocah itu pun tersenyum ramah pada nya .
cihhh kenapa bocah itu tak bisa menunjukan sikap ramahnya pada ku, ( kesal mengepal kan tangan) berjalan mendekati xixi.
__ADS_1